opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

b : baraya_sunda@yahoogroups.com 26 October 2011 • 8:31PM -0400

[Baraya_Sunda] (Nyieun) gambar jeung patung haram?
by Remi

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP



Cenah...
Aya diskusi kamari di JIL perkara ikonoklasme tea. Anu jadi pertanyaan teh deuih... ari nyieun robot jeung nyieun programa virtual reality OGE haram kitu deuih?

Lain.... asa bet tinggaleun (deui) bae atuh teologi agama urang teh nya?


Diskusi Bulanan "Ikonoklasme dalam Agama"
Oleh Redaksi

Diskusi Bulanan Jaringan Islam Liberal
"Ikonoklasme dalam Agama"
Narasumber: Ulil Abshar-Abdallla, Ioanes Rakhmat dan Saras Dewi
Moderator: Abd Moqsith Ghazali. Selasa, 25 Oktober 2011, Jam 19.00-21.30 WIB
Di Teater Utan Kayu Jakarta


Islam adalah agama ikonoklastik. Yaitu, agama anti patung dan gambar. Ketika umat Islam awal berhasil merebut kembali kota Mekah, ratusan patung di sekitar Ka'bah dipugar. Bahkan, tak sedikit ulama yang hingga kini mengharamkan menggambar benda bernyawa. Itu sebabnya, kita tak pernah menemukan patung Muhammad SAW di lingkungan umat Islam, sebagaimana meluasnya patung Yesus di Kristen, patung Sidharta di Budha, dan patung dewa-dewa di Hindu. Di lingkungan Hindu juga Budha, pendirian patung bahkan cukup semarak dan gigantik.

Dalam pandangan agama Monoteis-Semitik seperti Yahudi dan Islam, patung Apollo, Venus, Ganesha, dan lain-lain adalah wujud nyata poloteisme yang ditentang. Sebagian teolog agama berpendirian bahwa pendirian patung pun perlu ditentang karena ia mengandung semangat heraldic, yaitu semangat mengagungkan manusia sebagaimana pada patung Julius Caesar, Ken Dedes dan patung Pak Dirman di Jakarta. Pengagungan manusia seperti ini dianggap bertentangan dengan spirit egalitarianisme (al-musawah) yang diusung agama seperti Islam.

Tak seperti Kristen Romawi yang membolehkan pembuatan patung (representasi tiga dimensi), maka Kristen Yunani atau Ortodoks hanya mengijinkan pembuatan gambar pada bidang datar (representasi dua dimensi). Setali tiga uang dengan Kristen Ortodoks, belakangan muncul pandangan di kalangan ulama Islam yang menghalalkan menggambar benda bernyawa di atas kanvas atau membidik obyek dengan lensa kamera. Sementara mematung yang menimbulkan efek bayangan tetap diharamkan.

JIL (Jaringan Islam Liberal) khawatir, pendapat di atas dijadikan argumen sebagian kelompok untuk merubuhkan patung di Purwakarta. Dalam konteks Indonesia yang plural, tarik-tolak soal patung ini potensial menimbulkan konflik intra dan antar umat beragama. Saatnya umat Islam mendengarkan argumen dan filosofi pendirian patung dari kalangan agama seperti Hindu-Budha yang menyetujui dan menginisiasi pematungan. Apalagi, pengharaman patung pun bisa menghambat gerak dan kreasi seni lukis dan seni rupa di dunia Islam. []


Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.