Assalaamu'alaikum wr. wb.
Sobat muda muslim, ini artikel Studia edisi 220/Tahun ke-5 (29 Nopember
2004)
Edisi cetaknya di Jabodetabek udah beredar sejak hari Senin ini. Oke deh.
Selamat membaca...
*[Dapatkan juga edisi cetaknya di jaringan kami di berbagai kota besar
lainnya: Aceh, Padang, Bengkulu, Palembang, Pangkalpinang, Bandarlampung,
Serang, Sukabumi, Bandung, Sumedang, Yogyakarta, Solo, Semarang,
Jember,Banjarmasin, Samarinda, Balikpapan, Kendari, dan Makasar]
Saran dan kritik, silakan kirim ke:
Redaksi:
studia@dudu...
Penerbit:
studia@gmx....
HP: 08128841181
Kunjungi situs kami di:
http://www.dudung.net
Akses via HP:
http://mobile.dudung.net (dan dapatkan arsip artikel
sebelumnya. Free!)
Boleh juga gabung di :www.www.studia-club.tk (Forum diskusi yang
dijabanin sama kru Studia Bandung)
Salam,
Redaksi Buletin Studia
Bogor
---
Ramadhan Should Never Die
Edisi 220/Tahun ke-5 (29 Nopember 2004)
Allâhu akbar
.Allâhu Akbar
. Allâhu Akbar
. Lâilâhaillallâh wallâhu
Akbar
.Allâhu Akbar wa Lillâh Ilhamd
.
Menjelang Idul Fitri kemaren, pengeras suara yang nangkring di atap masjid
dan mushala tanpa lelah mengumandangkan takbir. Selembar kulit kambing
kering yang diregangkan menutupi drum minyak dipukul bertalu-talu. Diiringi
suara cempreng khas kentongan dan suara ngebas galon kosong yang dipukul
sekenanya dengan gaya Wong Aksan yang dipaksakan. Meski agak berisik, tapi
tetep asyik.
Konvoi kendaraan bak terbuka berpenumpangkan bedug, kaleng cat, kentongan,
dan para personil band takbiran menghiasi jalan raya. Sayup-sayup terdengar
suara petasan yang memecah kesunyian malam. Dari pasar tradisional sampe
pusat perbelajaan di mal-mal dipadati konsumen yang berburu baju, celana,
sepatu, sendal, atau tas yang serba baru dengan harga menggiurkan.
Para pemudik rela bersabar dalam bis yang padat penumpang dan berjalan
merayap. Semangat berlebaran di kampung bareng ortu dan sodara mengalahkan
kejenuhan perjalanan yang lamanya bisa sampe dua kali lipat dari biasanya.
Pikirannya dipenuhi bayangan senyum ceria yang menghiasi wajah polos
keponakan saat menerima kado atau angpaw. Begitu juga dengan penganan khas
lebaran racikan ortu yang bikin air liur menetes membasahi kursi penumpang
sebelah. Hiii
..jijay deh!
Yup, suasana lebaran nggak akan pernah sepi dari keramaian. Nggak cuma di
lingkungan masjid, RT, kelurahan, kecamatan, kotamadya, atau propinsi, tapi
di setiap negeri muslim di seluruh dunia. Semoga kita nggak kebablasan ya
ngerayain lebarannya. Apalagi lebaran selalu identik dengan liburan dari
kerja, sekolah, bahkan aktivitas dakwah. Gawat tuh!
Dua rasa di hari raya
Bagi orang yang berpuasa mendapat dua kegembiraan, yaitu saat berbuka puasa
dan saat bertemu dengan Tuhannya. (HR Bukhari dan Muslim)
Sobat muda muslim, kita semua sepakat kalo kegembiraan ketemu Idul Fitri
sulit kita bendung. Sama sulitnya membendung kegembiraan saat mendengar
suara bedug maghrib di bulan puasa. Dalam hitungan detik, segelas es campur,
sepiring bakwan, dan semangkok mie goreng ludes berpindah tempat ke dalam
perut. Inilah kegembiraan yang dijanjikan dalam hadis Rasulullah saw di
atas.
Apalagi secara materi, dompet kita mendadak obesitas karena rupiah. Bagi
yang kerja, dapet Tunjangan Hari Rabu eh, Raya alias THR. Yang masih
sekolah, dapet Subsidi Hari Raya alias SHR dari ortu tercinta.
Di hari yang fitri itu juga pintu maaf plus pintu rumah terbuka lebar.
Ucapan selamat Hari Raya dan permintaan maaf diobral gede-gedean. Pengiriman
SMS, MMS, atau EMS yang berseliweran memacetkan lalu lintas antar operator
kartu GSM dan CDMA. Mr. Postman juga disibukkan untuk mengantar kartu
lebaran. Indahnya lagi, silaturahmi antar tetangga en sodara jadi agenda
wajib. Kita juga ngerasa belon afdhol kalo lebaran tanpa aksi salam-salaman
atau adu pipi kiri-kanan dalam acara halal bi halal dengan rekan kerja atau
teman sekolah. Meski bulan Syawal sudah memasuki minggu kedua, nggak ada
kata basi untuk saling memaafkan. Betul?
Namun sobat, di tengah kegembiraan menyambut Idul fitri, masih tersisa
kepedihan dan keprihatinan yang dialami kaum Muslimin. Di Irak, arogansi
pasukan AS menghancurkan kota Fallujah untuk kedua kalinya. Di Thailand,
puluhan sodara kita mati mengenaskan pada Ramadhan lalu. Sementara di
Belanda, aksi diskriminasi terhadap kaum Muslim meningkat. Hal ini dipicu
dengan terbunuhnya Theo Van Gogh, seorang sutradara yang bikin film
kontroversial mengenai Islam, oleh seorang pria yang mempunyai
berkewarga-negaraan, Belanda dan Maroko 2 Nopember 2004 silam. Parahnya,
nggak banyak yang peduli atau sekadar mengetahui kondisi ini.
Menjelang Ramadhan berakhir aja, banyak temen kita yang ber-itikaf' di
mal-mal dan pusat perbelanjaan di sepuluh hari terakhir. Mentang-mentang
pundi rupiahnya tengah terisi luber, jadi lupa ama perburuan lailatul qadar
atau merhatiin kondisi sodaranya yang tertindas di belahan dunia lain.
Lingkungan mengkondisikan remaja untuk berlomba tampil cantik di hari raya.
Padahal Imam Syafi'i pernah berpesan, Idul Fitri bukanlah diperuntukkan
bagi orang yang mengenakan sesuatu yang serba baru, tetapi dipersembahkan
bagi orang yang ketaatannya bertambah.
Nggak heran kalo para sahabat dulu begitu bersedih meninggalkan bulan mulia
penuh ampunan dan pahala. Bukan karena nggak dapet THR, SHR, atau keabisan
Nutrisari . Rasa ini ditegaskan dalam sabda Rasulullah saw. sebagaimana
dituturkan Ibn Mas'ud: Sekiranya para hamba (kaum Muslim) mengetahui
kebajikan-kebajikan yang dikandung bulan Ramadhan, niscaya umatku
mengharapkan Ramadhan terus ada sepanjang tahun. (HR Abu Ya'la,
ath-Thabrani, dan ad-Dailami)
Karena itu, selain kegembiraan berlebaran, seharusnya kita juga bersedih
seperti para sahabat. Soalnya belum tentu kita ketemu Ramadhan di tahun
berikutnya. Nggak ada yang ngejamin kalo kita masih bisa mendulang pahala di
bulan puasa yang akan datang. Betul?
Setelah Ramadhan berlalu
Sobat muda muslim, kita seneng buanget lho ngeliat perkembangan remaja
muslim selama Ramadhan kemaren. Acara keislaman semacam sanlat, kajian
mingguan, kultum tarawih, atau kuliah subuh banyak digelar dengan melibatkan
remaja. Nggak cuma itu, banyak juga temen kita yang jago mengendalikan
obrolannya dari godaan gosip yang tekutuk. Malamnya khusyu shalat tarawih
baik di rumah atau di masjid berjamaah. Waktu luang dipake buat tilawah
quran. Intinya, Ramadhan bikin teman remaja kecanduan ibadah.
Namun sobat, ada tradisi pasca Ramadhan berlalu yang bikin hati kita pilu.
Atmosfer ibadah di bulan puasa alon-alon tapi pasti, memudar ketika Syawal
menjemput. Remaja muslim banyak yang kembali ke habitat awalnya. Tercebur di
genangan limbah pergaulan kapitalis sekuler yang doyan hura-hura plus
maksiat.
Aktivitas peribadatan menyusut menjadi yang lima waktu doang. Itu juga kalo
sempet. Kantong belanjaan gosip dibongkar di mana saja, kapan saja,
menggantikan lantunan ayat suci al-Quran. Kecanduannya hadir di acara-acara
kajian Islam terlarut dalam hingar-bingar dunia gemerlap di pub atau
diskotik. Jarak pergaulan cewek-cowok yang dipertahankan selama Ramadhan,
diterobos hingga bebas tanpa batas. Pemikiran Islam tentang dosa, pahala,
surga, atau neraka menguap ditelan budaya sekuler Barat yang individualis
dan steril dari aturan agama.
Inilah tradisi sholat alias sholeh sesaat di kalangan remaja. Sholeh cuma
pas Ramadhan doang. Bagian Syawal datang, kembali ke habitat awal. Semoga
kamu-kamu nggak termasuk aktivis tradisi ini ya?
Meraih kemenangan Ramadhan
Sobat muda muslim, gimana rasanya setelah melewati Ramadhan? Biasa aja atau
ada peningkatan dari sisi ketakwaan? Syukur kalo kamu rasakan ada
peningkatan. Tapi kalo kamu ngerasa biasa aja, walah! Rugi banget tuh. Asli
rugi.
Kita tahu sendiri, nggak ada bulan yang paling kondusif untuk menggembleng
pengendalian hawa nafsu dalam diri kita selain di bulan Ramadhan. Allah
begitu sayang ama kita hingga Dia mempermudah dengan membelenggu syetan.
Lingkungan sekitar kita juga ikut terwarnai oleh cahaya Islam. Makanya rugi
kalo bulan puasa kemaren cuma diisi rutinitas nahan lapar, haus atau
formalitas nggak ngegosip serta hadir di pengajian doang. Soalnya, kalo
puasa kita bener, bisa menyucikan badan dan mempersempit gerak setan
sebagaimana hal ini dikemukakan dalam shahih Bukhari-Muslim (194): Wahai
para pemuda, barang siapa di antara kamu sudah mampu memikul beban keluarga,
maka kawinlah, dan barang siapa belum mampu maka berpuasalah karena itu
merupakan benteng baginya. (HR Bukhari-Muslim)
Aa Gym bilang, saat kita berpuasa Ramadhan, ibarat menjalani proses
metamorfosis ulat dalam sebuah kepompong. Kalo proses metamorfosisnya
berjalan sempurna, maka pasca Ramadhan kita akan menjadi manusia baru
bergelar muttaqin layaknya seekor kupu-kupu yang indah dan cantik keluar
dari kepompong.
Untuk itu, demi meraih kemenangan Ramadhan di bulan Syawal, kita manfaatin
bener-bener modal yang kita kumpulin sewaktu puasa kemaren. Jangan
sia-siakan usaha kita mengendalikan hawa nafsu, banyak bersabar, atau
bersikap simpati dan empati terhadap orang lain. Jangan sesali kebiasaan
kita baca al-Quran ba'da shalat fardhu dan di waktu senggang. Jangan
disayangkan harta yang kita keluarkan untuk bersedekah. Karena semua itu
akan menjadi penolong kita kelak di akhirat.
Yang bisa kita kerjain sekarang adalah merawat agar modal itu nggak keburu
abis untuk menghadapi godaan syetan di sebelas bulan pasca Ramadhan. Bagian
ini yang biasanya agak repot. Soalnya lingkungan yang selama Ramadhan
mengenakan topeng kebaikan becorak Islam, mulai menampakkan wujud aslinya.
Menjadi penyambung lidah dan perpanjangan tangan budaya dan pemikiran Barat
yang sekuler.
Tapi kita nggak perlu khawatir bin takut terwarnai tradisi sholat, asal
kita mau memelihara kebiasaan' yang udah kita bangun di bulan puasa
kemaren. Caranya? Tetep semangat hadir di pengajian untuk meningkatkan
wawasan Islam. Agar setiap perbuatan yang kamu lakukan bisa disesuaikan
dengan aturan Islam. Selain itu, nggak boleh absen untuk mengkondisikan
keimanan dalam diri kita. Kalo yang ini caranya bisa dengan bergaul di
tengah orang yang baik-baik (sholeh or sholehah), biar terkondisikan oleh
kebiasaan baik mereka. Juga tingkatkan amalan-amalan sunnah seperti membaca
al-Quran, shaum sunnat, atau mengkaji sirah (riwayat) Rasulullah dan para
sahabat untuk diteladani.
Mari kita bersama-sama meraih kemenangan Ramadhan. Isi lembaran baru dalam
keseharian kita dengan identitas baru sebagai orang yang bertakwa. Kita bisa
memulainya dengan berpuasa enam hari di bulan Syawal. Seperti diriwayatkan
oleh jamaah ahli hadis, kecuali Bukhari dan Nasa'I, dari Abu Aiyub
al-Anshari bahwa Nabi saw. bersabda: Barangsiapa yang berpuasa pada bulan
Ramadhan diiringinya dengan enam hari bulan Syawal, maka seolah-olah ia
telah berpuasa sepanjang masa.
Menurut Ahmad dapat dilakukan berturut-turut atau tidak, dan tidak ada
kelebihan yang satu dari yang lainnya. Sedang menurut golongan Hanafi dan
Syafi'I lebih utama melakukannya secara berturut-turut sesudah hari raya.
(Sayyid Sabbiq, Fikih Sunnah jilid 3 ).
Oke deh sobat, kita memang nggak bisa menahan agar Ramadhan selalu bersama
kita. Tapi semangat Ramadhan udah seharusnya nggak pernah mati dalam dada
kita. Semangat untuk mengkaji Islam. Semangat untuk menyuarakan Islam. Dan
semangat untuk menjadi pembela Islam. Idul Fitri makan ketupat, azamkan di
hati tetap semangat! Ramadhan Should Never Die ! [hafidz]
--
Buletin Remaja Studia terbit setiap Senin sejak Januari 2000, untuk Membina
Kepribadian Remaja. Penerbit: Studia Publication. Alamat: Jl. Raya Cilendek,
Gg. Gotong Royong, Cilendek Barat, Kotamadya Bogor, HP 0812-8841181.
Website:
http://www.dudung.net. Akses via HP:
http://mobile.dudung.net,
e-mail:
studia@dudu... dan
studia@gmx...., Mailing List:
buletin-studia@yaho...
Pimpinan Usaha: Abu Fadhlan. Pimpinan Redaksi: O. Solihin. Redaksi: Guslaeni
Hafidz, Sausan, Ria. Webmaster: Dudung AST. Sekretaris: Ummu Rafi'
Pemasaran: Zulhaidir 0812-8638134 atau 0251-378146. Untuk berlangganan
hubungi bagian pemasaran kami. Untuk wilayah Jakarta dsk., hubungi: Angga:
0817-4805638. Harga: Rp 200,-/eks. Minimal pesanan 50 eksemplar.
NEU +++ DSL Komplett von GMX +++
http://www.gmx.net/de/go/dsl
GMX DSL-Netzanschluss + Tarif zum supergünstigen Komplett-Preis!
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
$9.95 domain names from Yahoo!. Register anything.
http://us.click.yahoo.com/J8kdrA/y20IAA/yQLSAA/9rHolB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
Mari bersama-sama mengharumkan Islam lewat kebudayaan/seni Islami
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/nasyid-indonesia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
nasyid-indonesia-unsubscribe@yaho...
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://doc
opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.