Wah...kok jadi hopeless gini sih ?
Menurut saya, apapun RS nya, seberapapun mentereng atau kumuhnya, selama masih melayani puluhan, ratusan atau ribuan pasien, maka pasti akan ada satu, dua sampai beberapa orang yang tidak puas, namanya juga pelayanan publik.
Kalau dari satu, dua atau puluhan orang yang tidak puas itu lantas meng eksposnya ke publik, saya rasa kita juga musti melihat, bentuk komplainnya seperti apa dan bagaimana cara penyampaiannya ?
Persoalannya adalah, banyak orang punya kecenderungan melebih-lebihkan 'penderitaannya', terlebih apabila akan di ekspos ke publik.
"Betapa kejam perlakuannya" dan "betapa malang nasibku", itu sudah jamak disampaikan, lha wong namanya juga lagi komplain, dalam kondisi ini, si "malang" benar-benar tidak pernah memberitakan tentang tindakan baik yang dilakukan oleh "lawannya", sehingga yang terjadi adalah "sebuah institusi kejam dan tak berperikemanusiaan telah bertindak ngawur, tanpa perhitungan dan arogan terhadap sesosok mahluk lemah yang tidak berdaya apapun selain pasrah dan akhirnya cuma bisa berkeluh kesah".
Padahal menurut hemat saya, selalu ada kemungkinan pihak RS benar, atau minimal tidak sekejam seperti yang diberitakan, harap di ingat bahwa kebanyakan dari kita belum mengetahui duduk persoalan yang sebenarnya.
Jadi, sekali lagi saya bukannya tidak mempercayai Ibu Prita atau ngebelain Omni, tapi apakah Anda yang sudah berbusa-busa membela si pasien dan ikut-ikutan menyalahkan pihak RS sudah tahu duduk persoalannya secara persis ?
Jika sudah, Anda tentu bisa bercerita dengan lebih obyektif.
Namun jika belum, mengapa kita tidak memposisikan diri kita secara netral ?
Haekals
----- Original Message -----
From: Eddy Sutanto
To:
bumi-serpong@yaho...
Sent: Monday, September 15, 2008 12:45 PM
Subject: Re: [bumi-serpong] Re: (BANTAHAN OMNI) Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang
Salam untuk semuanya,
Jadi tergerak utk komentar/sharing jadinya.
IMHO, kalau nurani sudah menjadi nomor terakhir dalam prinsip seseorang ataupun badan apapun, ya beginilah
jadinya. Ditambah lagi dengan perlindungan konsumen di nergara ini yg luar biasa lemahnya. Akhirnya konsumenlah
yg selalu dirugikan dan tidak bisa berbuat apa2, makanya yg seharusnya bertanggung jawab itu merasa "untouchable"
dan kejadian spt ini selalu berulang.
Kalau membaca kejadian seperti ini yg melibatkan sebuah badan kesehatan, yg notabene seharusnya menjunjung tinggi
hidup sesama manusia, apalagi sudah bersumpah utk menolong kehidupan, sedih sekali rasanya. Koq nyawa manusia
di negara ini koq segitu gampangnya diperlakukan semena-mena spt itu.
Contoh yg paling simplenya adalah proses melahirkan. Rata2 rumah sakit di negara kita ini kalau sudah urusannya dengan
melahirkan, pasti rujukan yg paling utama dikatakan adalah "Mau pilih tanggal berapa operasinya?" atau sekitar2 itulah.
Padahal operasi Caesarian itu sepengetahuan saya seharusnya menjadi pilihan terakhir bila melahirkan secara normal
itu sudah tidak mungkin lagi.
Seperti pengalaman teman saya melahirkan di Australia dulu. Teman saya itu sudah sampai pingsan karena terlalu
lelah saat proses persalinan, tetapi bayinya tetap terlahir secara normal. Waktu anak pertamanya dia jg krn tidak tahan
dia minta operasi saja pada dokter yg menangani waktu itu, tetapi ditolak mentah2 oleh dokter bersangkutan krn
menurut dokter tersebut teman saya itu masih bisa melahirkan secara normal.
Pengalaman saya sendiri waktu anak pertama saya lahir jg cukup memprihatinkan. Tadinya mau melahirkan secara
normal tp akhirnya menjadi caesar. Yg memprihatinkan saya adalah ternyata dokter kami ternyata taruhan balapan
siapa yg selesai operasi duluan dengan rekan dokter kandungan juga. Saya mengetahuinya secara tidak sengaja
ketika saya ingin menanyakan hasil tes darah anak saya ke meja jaga suster dan dokternya ternyata sedang ada di sana
dan sedang ngobrol dengan salah satu suster dan saya menangkap pembicaraan mereka. Saya tidak berbuat apa2
karena saya tidak tahu harus melaporkan kepada siapa dan saya tidak punya bukti apa2, dan saya juga takut kalau
nanti dokternya tidak senang anak saya bisa diberi obat aneh2. Kejadian itu sudah hampir 8 thn lalu.
2 tahun lalu, saya mengalami radang usus buntu. Malamnya memang luar biasa sakit, sampai saya turun dr tempat
tidur saja sampai merangkak. Tapi pagi harinya, walau masih sakit, tp saya sudah bisa berjalan, naik-turun tangga,
dan bahkan menyetir sendiri ke rumah sakit, menenteng2 tas berisi laptop yg mungkin beratnya hampir 8 kg.
Ketika diperiksa oleh dokter internis, dengan senangnya dokter tersebut bilang "Wah... ini sudah pasti usus buntu!
Operasi ya jam 2 siang nanti! Suster, tolong persiapkan request periksa darah utk persiapan operasi."
Saya tanya pada dokter itu, apa harus dioperasi, apakah bisa dipastikan dulu memang perlu operasi apa masih
bisa dengan obat dulu, soalnya sepengetahuan saya, kalau usus buntu itu kalau sampai harus dioperasi itu
harusnya saya sudah dipapah ke rumah sakit, bukannya masih bisa datang sendiri.
Akhirnya krn saya tidak puas dengan penjelasan dokter tersebut, saya menghubungi dokter rekanan perusahaan.
Beruntung, dokter tersebut cukup perhatian, dan menurut dokter itu, kalau sampai perlu dioperasi saya sudah tidak
mungkin bisa jalan, sedangnkan saya malah masih bisa berbuat segala sesuatu secara normal walau ada rasa sakit.
Akhirnya hanya diberi obat anti biotik dan disarankan kalau 3 hari tidak sembuh berarti harus operasi. Hanya
1 hari saja, saya sudah pulih 100%.
Prihatin? Sangat! Hanya sedangkal itukah etika dunia kedokteran kita?
Kesal? Jelas! Kita2 ini kan orang awam yg ga ngerti segala jenis obat2an dan penyakit2 yg ada, apakah dgn begitu
kita boleh diperlakukan sbg obyek profit sebesar-besarnya?
Kalau mau mencari siapa yg salah, susah sekali. Masing2 pihak pastilah punya argumentasi mereka masing2 dan kalau
diperdebatkan akan panjang sekali dan belum tentu bisa ada titik temu.
Masih ada beberapa sharing dari teman2 saya dan pengalaman saya sendiri yg mungkin kalau saya sharingkan
bisa2 membuat pada tidur atau hit "delete" krn kepanjangan. :P
Saya juga yakin pasti banyak diantara kita2 yg punya pengalaman tidak enak seputar dunia kedokteran
kita. Saya juga yakin pastilah kita2 juga punya pengalaman berkesan positif di dunia kedokteran kita. Bila ada kesan
positif, adalah baik jika di sharingkan juga secara terbuka spy bisa menjadi rujukan bagi kita2 semua supaya tidak
terjerumus ke dokter2 tdk bertanggung jawab sehingga tidak berjatuhan korban2 lain. Juga supaya dokter
tidak bertanggung jawab menjadi sadar kalau mulai tidak laku :P
Saya mohon maaf bila tulisan/uneg2/sharing saya ini tidak berkenan atau pun ada yg jd tersinggung karenannya, anggap saja
ini sebuah tulisan seorang yg kebanyakan waktu luang a.k.a wong gendeng... :P
Untuk menutup, saya hanya ingin bertanya;
"Is conscience still alive in our country?"
Terima kasih,
Eddy Sutanto
----- Original Message ----
From: Ronny Gunawan <
rg@nsi....>
To:
bumi-serpong@yaho...
Sent: Monday, September 15, 2008 11:22:43 AM
Subject: Re: [bumi-serpong] Re: (BANTAHAN OMNI) Penipuan OMNI Iternational Hospital Alam Sutera Tangerang
Kalau baca kronologis yang di tulis, dia sudah berusaha semampu dia untuk
complain dan mencari kebenaran, tapi nyata nya selalu ada penolakan.
Kalau menurut Bang Leo, apa yang harus di lalukan oleh yang bersangkutan
kalau ngga nulis di milis.... ditelan aja sakit hatinya..... , atau apakah
langsung nyewa jasa bang Leo untuk menuntut RS OMNI? :))
----- Original Message -----
From: "Leo TOBING" <tobing_037@yahoo. co.id>
To: <bumi-serpong@ yahoogroups. com>
Sent: Saturday, September 13, 2008 3:39 PM
Subject: RE: [bumi-serpong] Re: (BANTAHAN OMNI) Penipuan OMNI Iternational
Hospital Alam Sutera Tangerang
> Lho .
>
> PR sih boleh aja . cuman, masyarakat juga hrs belajar untuk melakukan
> 'complain' dengan santun . penyebaran informasi sepihak, bila menimbulkan
> kerugian bagi pihak yg dicemarkan, tentunya akan memberikan hak bagi pihak
> yg tercemar utk melakukan pembelaan.
>
>
>
> Hal ini juga pembelajaran bagi setiap anggota masyarakat untuk bersikap
> lebih dewasa . dan aturan hukumnya ada kok mengatur demikian .
>
>
>
> Semoga ada solusi yang damai untuk kedua belah pihak .
>
>
>
> Regards,
>
> Leo TOBING
>
>
>
> FIGHT FOR YOUR RIGHTS!
>
> |Email: leo.tobing@yahoo. co.id
>
> |Y!M: leo.tobing
>
>
>
> ~My precious, precious child, I love you and I would never leave you~
>
>
>
>
>
> From: bumi-serpong@ yahoogroups. com [mailto:bumi-serpong@ yahoogroups. com]
> On
> Behalf Of A Z
> Sent: Friday, September 12, 2008 5:12 PM
> To: bumi-serpong@ yahoogroups. com
> Subject: Re: [bumi-serpong] Re: (BANTAHAN OMNI) Penipuan OMNI Iternational
> Hospital Alam Sutera Tangerang
>
>
>
> Ah... menurut gua terlepas siapa benar siapa salah : *RS OMNI *PR-nya
> payah
> deh.
>
> Harusnya lewat email lagi, karena toh akan diforward ke mana-mana.
> Iklan di koran hanya menimbulkan pertanyaan, malah email Prita bisa laris
> dicari orang, diforward.
>
> Bad PR lah. Kesannya jadi angkuh.
> Gua sih jadi takut ke sana, entar dikit-dikit mau berdebat, si yang
> dikomplain mudah aja nyolotnya, "eh pasien, jangan macem-macem, entar gua
> gua tuntut lu.. "
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
> ------------ --------- --------- ------
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ ___
> Kirim e-mail: bumi-serpong@ yahoogroups. com
> Setting: http://groups. yahoo.com/ group/bumi- serpongYahoo! Groups Links
>
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
[Non-text portions of this message have been removed]
opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.