opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

e : ekonomi-nasional@yahoogroups.com 10 October 2011 • 3:52PM -0400

[ekonomi-nasional] [Editorial] Mengapa Harus Merdeka?
by ulfha

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP



Mengapa Harus Merdeka?
Senin, 10 Oktober 2011 |Editorial Berdikari Online

Kemerdekaan bagi sebuah bangsa merupakan kekuasaan untuk menentukan diri
sendiri dan menentukan nasibnya. Subjek dari sebuah bangsa yang merdeka
adalah kekuasaan, dengan mana ia bisa mempergunakan apa yang dimilikinya
untuk mencapai apa yang diinginkannya.

Sebuah bangsa yang merdeka mestilah punya tujuan. Tidak ada bangsa
merdeka tanpa memiliki tujuan nasional. Para pendiri bangsa kita sudah
merumuskan cita-cita nasional atau tujuan kemerdekaan itu jauh sebelum
negara ini dideklarasikan merdeka. Ini sudah ditanamkan oleh para
pejuang pembebasan nasional kepada setiap rakyat yang berjuang, bahwa
kemerdekaan punya tujuan.

Rumah "Indonesia merdeka" ini punya tujuan menciptakan keadilan
dan kemakmuran bagi semua penghuninya.  Akan tetapi, supaya bisa
mencapai tujuan itu, bangsa kita harus dipastikan benar-benar merdeka,
benar-benar bedaulat. Jangan hanya merdeka setengah-setengah atau
berdaulat setengah-setengah.

Supaya bisa berdaulat penuh, maka bangsa kita harus berdaulat dalam
segala bidang dan lapangan kehidupannya.

Pertama, kita harus berdaulat dalam memiliki dan menggunakan segala
potensi yang kita miliki: kekayaan alam, posisi geografis, rakyat,
territorial, dan lain-lain. Semuanya itu dimaksudkan untuk mencapai
tujuan nasional: masyarakat adil dan makmur.

Kedua, kita harus berdaulat terhadap kemauan bangsa kita sendiri,
tentang jalan apa yang mesti kita lalui dan tidak lalui, tanpa dipaksa
mengikut jalan yang didiktekan pihak lain atau bangsa lain. Pendek kata,
cara mengatur pemerintahan negeri, cara menyusun politik dan
perekonomian negeri, harus diputuskan oleh rakyat dengan mufakat.

Ketiga, setiap bangsa merdeka harus memiliki martabat dan penghargaan
terhadap kemanusiaan yang tinggi. Hanya bangsa yang bermartabat-lah yang
bisa memangku kemerdekaan sejati.

Inilah masalah bangsa kita sekarang: kedaulatan terhadap kekayaan alam
dan territorial kita tidak lagi penuh. Sejak jaman orde baru hingga
sekarang ini, sebagian besar kekayaan alam kita dikeruk oleh perusahaan
asing. Rakyat kita, selaku pemilik sah terhadap kekayaan alam itu,
hampir tidak pernah mencicipinya.

Lihatlah ke Papua sana: PT. Freeport, perusahaan tembaga dan emas
terbesar di dunia, telah melakukan penambangan sejak tahun 1968 hingga
sekarang. Konon, perusahaan tambang asal itu telah menghasilkan 7,3 juta
ton tembaga dan 724,7 juta ton emas. Kalau diuangkan, maka angkanya
mencapai ratusan ribu billion.

Lebih parah lagi, aparat negara, dalam hal ini TNI dan POLRI, yang
mestinya menjaga kedaulatan dan kemerdekaan Republik, justru bertindak
layaknya tentara kolonial menjaga perusahaan-perusahaan asing.

Pemerintahan sekarang juga sangat abai terhadap kedaulatan territorial
kita. Sudah banyak pula dan daratan kita dicaplok oleh pihak asing, baik
dicaplok paksa seperti yang dilakukan Malaysia, maupun dibeli atau
disewa oleh orang-orang asing. Padahal, ekstensi sebuah bangsa mestilah
menempati sebuah teritori. Tidak ada bangsa merdeka penuh tanpa
teritori.

Masalah besar lainnya adalah pemerintah kita tunduk terhadap dikte dari
pihak asing, sehingga mengorbankan cita-cita nasional. Sebagai missal,
dalam perekonomian, para pendiri bangsa sudah menggariskan bahwa
perekonomian nasional kita mestilah berdasarkan pasal 33 UUD 1945 agar
bisa mensejahterakan rakyat.

Tetapi, oleh pemerintahan sekarang, perekonomian kita justru menganut
faham liberalisme ekonomi, sebuah faham yang telah membuka pintu
perekonomian kita untuk dijajah kembali oleh perusahaan-perusahaan
asing. Penyelenggaraan ekonomi bukan lagi untuk menciptakan masyarakat
adil dan makmur, tetapi sekedar untuk "pemakmuran segelintir
orang". Akibatnya, bangsa kita bukannya mendekati masyarakat adil
dan makmur, malah masyarakat kita mengalami kesenjangan pendapatan dan
ketidakmerataan ekonomi yang sangat parah.

Oleh karena itu, kami kembali berusaha menegaskan, bahwa bila kita masih
punya kehendak untuk menuju masyarakat adil dan makmur, maka sejak
sekarang kita harus bisa memilih perbuatan dan jalan yang benar-benar
mengarah pada tujuan itu. Makanya, kita harus benar-benar merdeka dan
berdaulat!

Anda dapat menanggapi Editorial kami di: redaksiberdikari@yaho...

http://berdikarionline.com/editorial/20111010/mengapa-harus-merdeka.html
<http://berdikarionline.com/editorial/20111010/mengapa-harus-merdeka.htm\
l>



[Non-text portions of this message have been removed]


Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.