opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

e : ekonomi-syariah@yahoogroups.com 14 October 2011 • 11:37AM -0400

[ROAD to 2nd MUNAS MES] Padang Masuk Objek Penelitian IZDR 2012
by salman alfarisi

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP



Padang Masuk Objek Penelitian IZDR 2012

PADANG-Berdasarkan riset International Development Bank (IDB) yang dilakukan BAZNAS bersama Fakultas Ekonomi dan Manajemen Institut Pertanian Bogor (IPB), potensi zakat di Indonesia tahun 2011 ini mencapai 3,4 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB), yaitu kisaran 217 triliun, dengan 83 potensi zakat rumah tangga atau individu dan 114 triliun zakat industri.

Namun sayang potensi besar dalam mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki perekonomian rakyat itu tidaklah tergali secara maksimal. Hal tersebut disampaikan Dr. Irfan Syauqi Beik saat didampingi oleh tim Dompet Dhuafa Singgalang, dalam temu ramah dengan Harian Umum Singgalang yang disambut langsung oleh Pimpinan Redaksi (Pimred) Khairul Jasmi kemarin, Senin (19/9).

Kedatangan Dr. Irfan Syauqi Beik merupakan bagian dari persiapan dalam penelitian Indonesia zakat and Development Report (IZDR) 2012. Selain itu, ia juga mewakili salah satu jejaring program Dompet Dhuafa Jakarta di bidang riset dan advokasi zakat yaitu Indonesia Magnificence of Zakat (IMZ).

Ditemani salah seorang timnya Arif Rahmadi Haryono, kunjungan tersebut juga menyampaikan rencana riset yang akan dilakukan terhadap perkembangan zakat di kota Padang, khususnya terhadap data mustahik Lembaga Zakat di Kota Padang.

Diharapkan dengan adanya Penelitian IZDR 2012 yang difokuskan pada Jabodetabek, Padang, Yogyakarta, Surabaya dan Kalimantan Timur ini dapat dijadikan bahan edukasi masyarakat tentang zakat. Begitu pula dengan perannya dalam mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki perekonomian rakyat.

“Hasil penelitian ini juga dapat menjadi advokasi kebijakan pemerintah, seharusnya zakat tak lagi main pinggir tapi masuk dalam kebijakan nasional. Solusi Ekonomi Syariah sebagai solusi ekonomi Indonesia yang morat-marit,” kata Irfan

Dilanjutkannya, dari data tahun 2010, Lembaga zakat di Indonesia telah berhasil mencapai tingkat 10,79 persen dalam perannya mengurangi jumlah kemiskinan mustahik. Sebelumnya, telah ditargetkan pada tahun ini, angka tersebut dapat meningkat hingga 13,8 persen.

“Dari 100 rumah tangga miskin yang ada, minimal 14 rumah tangga yang teringankan bebannya.Kategorinya ada tiga yakni, berkurangnya jumlah kemiskinan, berkurangnya tingkat kedalaman kemiskinan, atau minimal berkurangnya tingkat keparahan,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut Pimred Harian Umum Singgalang mengatakan bahwa kota Padang merupakan wilayah yang cukup unik dalam budaya berzakat dan hal ini akan menjadikan tantangan unik pula bagi Lembaga zakat dalam mengedukasi masyarakat.

Menurutnya, warga Padang yang merupakan masyarakat minang memiliki kecenderungan mengumpulkan zakat pada akhir tahun, kemudian di bawa ke kampung dan dibagi-bagikan secara langsung.

“Tiga hal yang melatarbelakangi hal ini, pertama, orang minang belum terbiasa membayar zakat melalui lembaga. Kedua, metoda pengajian yang berlaku pada masyarakat tidak bersifat memotivasi untuk bekerja sehingga keinginan untuk mengoptimalkan penghasilan kurang dan akhirnya enggan berzakat.sedangkan yang ketiga, ada rasa ragu dari masyarakat yang menimbulkan pertanyaan, apakah dana zakat yang telah terkumpul pada lembaga di satu tempat akan disalurkan ke tempat yang lain pula,” ungkap Khairul.

Dilanjutkannya, Harian Umum Singgalang selama ini juga turut berupaya dalam mengedukasi masyarakat minang dalam meningkatkan kesadaran berzakat melalui lembaga. Sejak berdirinya Dompet Dhuafa untuk wilayah Sumatra Barat (Dompet Dhuafa Singgalang-red) 2007 lalu, Harian Umum Singgalang mengambil peran publikasi bagi masyarakat, yang merupakan peran khas media dalam menginformasikan para kaum dhuafa yang memerlukan bantuan, termasuk pada saat proses penyaluran zakat tersebut.

“Setiap penghimpunan zakat serta infak dari masyarakat yang dihimpun Dompet Dhuafa Singgalang, termasuk penyalurannya kita beritakan di Singgalang. Hal ini juga berlaku dengan Lembaga zakat lainnya termasuk BAZDA,” kata Khairul.

Pada kesempatan yang sama, Branch Manager Dompet Dhuafa Singgalang Musfi Yendra menyatakan harapannya terhadap penelitian tersebut.

Menurutnya, jika nanti data yang dihasilkan dari riset tahun 2011 ini menunjukkan bahwa tidak ada peningkatan dari tahun 2010 sebelumnya yang telah mencapai 10,79 persen, maka akan ditemukan faktor penyebabnya dan dapat segera dicarikan solusinya. Namun jika angka itu tercapai, akan dibuatkan pula strategi dalam usaha peningkatan kembali dan hasil riset ini dapat digunakan sebagai titik awal merumuskan pendayagunaan zakat ke depan.

“Dari data real yang dihasilkan dari beberapa Lembaga Zakat di kota Padang ini, nantinya juga diharapkan terjalinnya sinergisitas antar Lembaga Zakat. Sehingga penanganan kemiskinan dengan mengusung “value” zakat ini dapat berjalan lebih efektif dan efisien lagi,” ungkap Musfi.

Ditambahkannya, melalui penelitian ini nantinya dapat menempatkan Zakat sebaai gerakan membersihkan harta dan perilaku masyarakat. Orang bayar zakat merupakan orang-orang produktif. Melalui zakat, orang berada dapat turut berperan dalam mengentaskan kemiskinan dan memperbaiki perekonomian. Besar sekali manfaatnya karena solusi zakat bukanlah penyelesaian masalah perekonomian berbasis utang.

Sebelum mengadakan pertemuan dengan pihak Singgalang, tim riset ini sudah melakukan pembekalan untuk Surveyer Program Penelitian Indonesia Zakat and Development Report 2012 di kantor Dompet Dhuafa Singgalang. Empat Surveyer, Kuliman (koordinator tim–red), Jaka Pukesta, Yusuf Faisal, Heru Perdana akan diturunkan sampai 1 Oktober mendatang.

Salah satu alasan kenapa kota Padang merupakan salah satu dari lima kota yang terpilih sebagai objek riset adalah karena perkembangan zakat di daerah ini yang cukup signifikan. Potensi zakat minimal di Sumatera Barat mencapai Rp1,72 triliun.

Data Mustahik yang didapatkan dari para surveyer ini akan menghasilkan analisis Distribusi Zakat dalam Pengentasan Kemiskinan di Kota Padang. Penelitian analisis distribusi zakat dalam pengentasan Kemiskinan di Wilayah Sumatera Barat ini akan dilakukan hingga 1 Oktober mendatang. Ditargetkan, hasil survey kelima kota tersebut akan dipublis akhir Desember atau awal januari 2012. (Winda)


sumber: http://dompetdhuafasinggalang.org/2011/09/19/1261/

Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.