opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

e : ekonomi-syariah@yahoogroups.com 14 October 2011 • 12:34PM -0400

[ROAD to 2nd MUNAS MES] Re: [MILAD-10-MES] BRI Syariah Optimis Bisnis Emas Tetap Berkilau
by ekonom_ui

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP




Senang saya dapat tanggapan yg lebih mendalam dari pakar spt pak ifham.
Terima kasih, pak. Salam.


--- In ekonomi-syariah@yaho..., Ahmad Ifham <ahmadifham@...> wrote:
>
> Cara pikir saya begini:
>  
> Pertama:
> Qulil haqqo walau kaana murro:
> Katakan yang HAQ walau PAHIT adanya.
>  
> Kedua:
> Ini BUKAN TAFSIR, saya bukan Ahli Tafsir. Omongan saya hanya ocehan.
>  
> Ketiga:
> Saya (di Twitter, Blog, Milis, dll) biasanya hanya berusaha menDESKRIPSIkan atau menCOCOKkan antara konsep dengan praktek. Atau antara Janji dengan Bukti. Ini prinsip dasar kredibilitas: ESENSI janji harus sesuai dengan ESENSI bukti.
>  
> Ketiga:
> Menurut saya, Janji Bank sesuai SYARIAH belum terbukti. Jika belum terbukti, apa lantas Bank Syariah tidak layak didukung? Saya sering bilang di Twitter bahwa Bank Syariah yang ada sekarang sudah terbaik di zamannya. Dan saya sering bilang: "Mari Menabung di Bank Syariah" atau "Jika ingin Pembiayaan Bank Syariah murah, perbanyak Menabung di Bank Syariah", dll dll. Kekurangan di sana sini adalah wajar dan sangat sangat wajar. Namun, hal itu tidak lantas menyebabkan sisi yang belum Syariah, OTOMATIS menjadi Syariah. Ini versi saya ya.
>  
> Keempat:
> Tentang DSN MUI, klo saya lihat sih Fatwa kasih aturan2 global. Meski hanya 99%, saya masih percaya DSN MUI. Detilnya mungkin ada pada Opini DPS atau ditafsirkan oleh Praktisi ke dalam operasional sehari-hari. Untuk Opini DPS ini yang saya tidak tahu bentuknya gimana. Pernah tau, tapi lupa.
>  
> Kelima:
> Bank boleh ambil untung sehingga boleh jadi Lembaga Bisnis/Profit, tentu dengan ESENSI skema bisnis. Kalau dengan ESENSI skema PINJAMAN, ya akan ada konsekuensi logis. Ini yang bisa menyebabkan CELAH praktek RIBA.
>  
> Keenam:
> Berharap Bank Syariah sesuai SYARIAH dengan skema BISNIS (BUKAN PINJAMAN ber-INTEREST), itu sama dengan berkhayal, tidak realistis JIKA maunya diwujudkan SEGERA. Realistisnya ya butuh waktu ratusan tahun. Realistisnya ya apa yang ada sekarang sudah yang paling baik, ASALKAN TIDAK MENGAKU SUDAH SEMPURNA. Namun, sekali lagi: SYARIAH adalah janji langit. Lebih baik humble, under promise over deliver. Meskipun sudah sah berlabel Syariah, saya suka dengan Tagline: MENUJU MURNI SYARIAH.
>  
> Ketujuh:
> Ayo jadi nasabah Bank Syariah.
>  
> Regards,
> Ahmad Ifham Sholihin
>  
>  
>
>
> ________________________________
> From: ekonom_ui <ekonom_ui@...>
> To: ekonomi-syariah@yaho...
> Sent: Thursday, October 13, 2011 12:11 AM
> Subject: Re: [MILAD-10-MES] BRI Syariah Optimis Bisnis Emas Tetap Berkilau
>
>
>  
>
> Sulitnya bank syariah berkembang salah satunya karena "rusuhnya" orang-orang yg merasa dan mungkin memang benar mengerti ekonomi syariah tapi tidak proporsional. Mereka salah berekspektasi thd bank syariah yg msh dalam taraf belajar mjd commercial banking yg profesional dan memuaskan, dgn share 3% dimana untuk tumbuh di atas 20% pun harus ngos-ngosan, tetapi diposisikan dan dituntut layaknya investment banking yg harus sanggup berbagi hasil (mengambil risiko kerugian) apalagi memberi pinjaman dgn return 0%.
>
> Saya sarankan mereka yg (dianggap idealis) seperti itu untuk belajar lagi beberapa hal:
> - kondisi nasabah pembiayaan bank syariah
> - kondisi struktur pendanaan bank syariah
> - pengaruh risiko pembiayaan thd risiko likuiditas dan pd akhirnya laba
> - pengaruh laba thd kapasitas ekspansi dan layanan bank syariah
> - perbedaan commercial banking dgn investment banking
>
> 5 saja mungkin.
>
> Kalaulah bank syariah kemudian memenuhi untuk mengubah haluannya dari lembaga bisnis menjadi lembaga sosial (yg dianggap lebih syariah itu) dgn cara membagi-bagikan pembiayaan tanpa melihat return dan risikonya, sementara dana yg digunakan adalah dana-dana nasabah yang tidak siap dgn return yg lebih rendah dari bank konvensional (apalagi sampai berkurang pokok saldonya), niscaya bank syariah ga perlu nambah SDM lagi. Tazkia atau SEBI ga perlu lg nyetak SDM banyak. Dan ujungnya ngga perlu lah itu beli buku ensiklopedia ekonomi syariah yg tebal-tebal (kecuali gratis). Becanda pak, sorry... ;P
>
> Masalah bank syariah ini sudah lebih kompleks dari bank konvensional (apalagi kalau ngga punya eyang yg siap suntik dana anytime). Janganlah mereka yg justru lebih mengerti dari masyarakat awam, dgn simpanan/saldo rata-rata Rp 500 ribu (shg berstatus nasabah bank syariah) lantas merasa berhak melakukan tindakan yg tidak produktif dgn terus menerus menjudge syariah-kurang syariah-tidak syariah, tanpa dasar dalil yg kuat untuk mematahkan opini DPS dan fatwa DSN.
>
> Bank syariah bukan berlindung di balik opini dan fatwa, tetapi mmg bukan tugas bank syariah untuk "lebih mensyariahkan" opini dan fatwa tersebut selama produk, operasional dan layanan bank syariah sudah selaras.
>
> --- In ekonomi-syariah@yaho..., Ahmad Ifham <ahmadifham@> wrote:
> >
> > Konsep dasar PINJAMAN adalah 100 balikin 100.
> > Pinjaman adalah transaksi KEBAIKAN, atau MEMBANTU yang KESUSAHAN.
> > Sekali lagi: transaksi KEBAJIKAN. Bukan bisnis.
> >  
> > Berbagai transaksi berbasis Emas di Bank Syariah menggunakan konsep PINJAMAN.
> > Ya, PINJAMAN KEBAJIKAN. Bukan yang laen yang ada di ranah bisnis.
> > Ini jelas diatur DSN MUI. Lihat Fatwa Tentang Gadai, dll.
> >  
> > Klo harga emas ternyata anjlok, yang pasti nasabah harus kembalikan sesuai dengan yang ia pinjam.
> > Tidak diperkenankan ada return kelebihan dalam bentuk apapun.
> >  
> > Ini Bukan Tafsir ya.
> > Silahkan sependapat silahkan enggak.
> >  
> > Klo anjlok MENDADAK sebesar 15% atau 20% (Nasabah belum ngangsur), masih impas.
> > Tim ALCO dan Manajemen Resiko Bank Syariah sangat pintar kok.
> > Mereka gak mungkin gegabah. Cerdas deh pokoknya.
> >  
> > Meskipun transaksi emas di Bank Syariah bersifat SPEKULATIF, ia bisa diprediksi.
> > Banyak ahli emas bisa dijadikan tempat konsultasi oleh Bank Syariah.
> >  
> > Kalau Bank Syariah punya MISI KEBAJIKAN dengan membantu orang lain, saya kira ini RESIKO likuiditas. Tentu resiko Likuiditas versi saya ya. Resiko yang sah-sah saja diterima dengan LAPANG DADA. Tinggal dirunut saja ke Nasabah, tagih sampe dibalikin. Kan dalam rangka MEMBANTU alias KEBAJIKAN. Tidak pula bisa dikaitkan dengan opportunity loss. Kalau mau ikut kaidah Time Value of Money ya alasan itu benar, bahwa Bank Syariah kehilangan opportunity.
> >  
> > Apalagi kaidah PINJAMAN KEBAJIKAN jelas tanpa marjin apapun.
> > Dan Bank Syariah sangat berhak menagih sejumlah yang dipinjamkan.
> > Klo TERPAKSA gak bisa juga ditagih, ikhlaskan.
> > Kan transaksi KEBAJIKAN.
> >  
> > Matematika Tuhan bilang: PASTI dikembalikan minimal setara.
> > Gak percaya dengan matematika Quran ya gak apa-apa.
> >  
> > Ini Bukan Tafsir saya.
> > Anda boleh sependapat boleh enggak.
> >  
> > Nah, konsep gadai atau jaminan, hukumnya adalah BOLEH. BUKAN WAJIB.
> > Kalau berubah menjadi wajib, pasti akan timbul persoalan baru di banyak sisi.
> >  
> > Dan, kaidah dasar bahwa yang wajib memelihara jaminan adalah yang punya barang alias Nasabah.
> > Pada konsep Cicil Emas aja, hak milih Nasabah MASIH SECARA PRINSIP. Ini persoalan lagi.
> > Secara esensi, masih gak jelas, siapa yang SUDAH SEMPURNA memiliki Emas tersebut.
> >  
> > Nah, kenapa sih, yang nanggung biaya pemeliharaan jaminan bukan Bank Syariah? Hukumnya kan BOLEH.
> > TIDAK ADA YANG MELARANG bahwa penanggung biaya gadai adalah pemberi PINJAMAN alias BANK SYARIAH.
> > Apakah Bank Syariah kuatir rugi, jika menanggung biaya gadai?
> >  
> > Ya, kalau kuatir rugi, namanya bukan KEBAJIKAN, namun BISNIS. Ada resiko Bisnis.
> > Kalau Bank Syariah mau bisnis, jadilah PEDAGANG atau PENGUSAHA, dll.
> >  
> > Konsep Bank Syariah kan sudah jelas bahwa ia adalah PENGUSAHA, PEDAGANG, PEBISNIS.
> > Jadi, harusnya bertransaksi bisnis, jika mau ambil untung.
> >  
> > Demikian ya.
> > Ini Bukan Tafsir.
> > Hanya pendapat.
> >  
> > Regards,
> > Ahmad Ifham Sholihin
> >  
> >  
> >
> >
> > ________________________________
> > From: ekonom_ui <ekonom_ui@>
> > To: ekonomi-syariah@yaho...
> > Sent: Sunday, October 9, 2011 11:22 PM
> > Subject: Re: [MILAD-10-MES] BRI Syariah Optimis Bisnis Emas Tetap Berkilau
> >
> >
> >  
> >
> > Pak ifham, hati-hati dgn pernyataannya.
> > Untung aja sudah diluruskan oleh ibu Lufi. ;D
> >
> > Kalau harga emas turun di bawah nilai pinjaman bank (plus ujroh ijarahnya sekalian deh), nasabah lebih baik ga perlu ngelunasin. Lebih baik buat nasabah beli emas lg dgn uang yg dy pegang krn jatuhnya lebih murah drpd menebus emasnya di bank. Bank akhirnya terpaksa pegang emas, shg kerugiannya double: rugi jika jaminan emasnya dieksekusi dan rugi secara opportunity loss krn likuiditasnya bkurang jika emasnya tdk dieksekusi.
> >
> > --- In ekonomi-syariah@yaho..., nurlufi TanjungSari <nurlufi_tanjungsari@> wrote:
> > >
> > > ya kalo harga emas anjlok drastis, bank tetep rugi lah, mas. Tapi kenyataannya harga emas memang sering stabil, jarang yang anjlok drastis.
> > > Kalau ada pinjaman dengan jaminan selain emas (misalnya properti, dll) yang nggak marketable, pas nasabah itu macet, terus jaminannya di-offset (disita) dijual oleh bank lewat lelang tapi nggak laku atau laku di bawah harga pasar dan dibawah nilai hutang nasabah (nilai AYDA yang terjual bisa di bawah nilai outstanding pembiayaan), maka bank juga yang akan rugi.
> > > Belum lagi bank harus mencadangkan PPAP yang akhirnya terus menggerus laba/profit. Daripada bank harus mencadangkan PPAP 100 persen, akhirnya bank rela menjual jaminan dibawah harga pasar.
> > >
> > >
> > > Karena bisnis bank itu penuh dengan resiko, makanya sekarang sering ada training manajemen resiko untuk karyawan bank, gitu deehh
> > > Selain itu, kalau bank PASTI untung, pemilik dan karyawan bank sudah PASTI kaya doong.. Kan kenyataannya gak semua karyawan bank kaya raya
> > >
> > >
> > >
> > > ________________________________
> > > From: Ahmad Ifham <ahmadifham@>
> > > To: "ekonomi-syariah@yaho..." <ekonomi-syariah@yaho...>
> > > Sent: Friday, September 30, 2011 6:18 PM
> > > Subject: Re: [MILAD-10-MES] BRI Syariah Optimis Bisnis Emas Tetap Berkilau
> > >
> > >
> > > Ã?‚ 
> > > Dari sisi Manajemen Resiko, Bank Syariah tetap untung meskipun harga emas anjlok drastis maupun naik drastis. Bank Syariah tetap aman, karena dia pegang jaminan Emas.
> > > Ã?‚ 
> > > Inti dari bisnis Cicil Emas kan pinjaman/hutang. Inti dari Biaya Sewa kan di luar kewajiban atas PINJAMAN. Biaya Sewa hanyalah faktor pemeliharaan.
> > > Ã?‚ 
> > > Jadi, menurut hitung-hitungan matematis, Bank Syariah hampir pasti tidak mungkin akan kehilangan duit sejumlah minimal uang yang dipinjamkan kepada Nasabah, apalagi NILAI PINJAMAN, pasti DI BAWAH nilai emas tersebut. Ingat, emas ada di tangan Bank Syariah, bukan di tangan Nasabah.
> > > Ã?‚ 
> > > Maju terus Bank Syariah!
> > > Ã?‚ 
> > > Nah, untung rugi dari sisi NASABAH, entahlah, silahkan dicermati sendiri.
> > > Ã?‚ 
> > > Regards,
> > > Ahmad Ifham Sholihin
> > > http://bukantafsirekonomisyariah.wordpress.com/
> > > Ã?‚ 
> > > Ã?‚ 
> > >
> > > From: Infobank infobanknews.com <infobanknews@>
> > > To: ekonomi-syariah@yaho...
> > > Sent: Wednesday, September 28, 2011 10:10 AM
> > > Subject: [MILAD-10-MES] BRI Syariah Optimis Bisnis Emas Tetap Berkilau
> > >
> > > Ã?‚ 
> > >
> > > http://www.infobanknews.com/2011/09/bri-syariah-optimis-bisnis-emas-tetap-berkilau/
> > >
> > > BRI Syariah Optimis Bisnis Emas Tetap Berkilau
> > >
> > > Kendati harga emas di pasar global terus mengalami penurunan dalam beberapa waktu belakangan, BRSyariah tetap optimis dengan keamanan bisnis gadai syariahnya, yang dinilai sudah menerapkan manajemen risiko yang tepat. Paulus Yoga
> > >
> > > JakartaÃ?¢â‚¬"Lewat taksiran harga emas yang jauh di bawah pasar lokal, PT Bank BRI Syariah (BRISyariah) tetap optimis anjloknya harga logam mulia sebulan terakhir tidak akan membahayakan bisnis gadai emas.
> > >
> > > Ã?¢â‚¬Å"Kami memiliki bantalan sekitar 30% dari harga emas di pasar Jakarta. Sehingga penurunan emas yang terjadi satu bulan ini belum berpengaruh terhadap bisnis gadai emas,Ã?¢â‚¬ï¿½ tutur Direktur Utama BRISyariah Ventje Rahardjo, kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 27 September
> > > 2011.
> > >
> >
>



Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.