Rekan-Rekan FPK,
Saya kira Harga pokok yang dimaksud KKG itu juga sudah masuk investasi termasuk beaya explorasi.......
From:
Forum-Pembaca-Kompas@yaho... [mailto:
Forum-Pembaca-Kompas@yaho...] On Behalf Of rudyanto_nebeng
Sent: Monday, January 17, 2011 7:29 AM
To:
Forum-Pembaca-Kompas@yaho...
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: harga BBM
Rekan-Rekan FPK,
Saya pernah melihat suatu acara di Metro TV (Today's Dialogue?) di mana KKG mempersoalkan mengapa harga BBM dipatok di harga minyak dunia dan mengatakan seharusnya harga BBM dalam negri dijual dengan metode HPP + ongkos distribusi + profit. Menurut saya, kelemahan metode perhitungan KKG adalah beliau tidak memperhitungkan biaya investasi. Profit yang diberikan pada investor (baca: perusahaan minyak) harus cukup besar (memadai) agar investor tersebut tetap melakukan investasi pada sektor hulu migas. Hal itulah yang sulit dilakukan oleh Pertamina, karena keuntungan yang diperolehnya harus disetor sebagai deviden kepada Pemerintah. Kalau ingin Pertamina makin maju, seharusnya deviden jangan disetor, tapi digunakan untuk investasi supaya Pertamina bisa bersaing dengan Perusahaan Minyak Asing.
Artinya minyak yang diproduksi Pertamina juga harus dinilai dengan harga pasar, supaya Pertamina bisa terus berinvestasi.
Konsep ini sudah umum dilakukan di dunia. Contoh paling gres adalah Rusia membuka cadangan minyaknya di Kutub Utara bagi BP (perusahaan minyak asing/Inggris). Lengkapnya:
http://www.reuters.com/article/idUSTRE70F1K220110116?loomia_ow=t0:s0:a49:g43:r1:c0.200000:b41031244:z0
Kutipannya adalah sbb:
"For Russia to maintain production at or above 10 million barrels per day, the investments required are huge. Decline rates in West Siberia are very steep and projects in East Siberia are fairly limited," said Amrita Sen, a commodity analyst at Barclays.
The deal, under which BP and Rosneft will explore for offshore oil in the Kara Sea, is a departure from Kremlin policies which had made offshore fields unavailable for foreigners.
Jadi Pemerintah Rusia (Kremlin) saat ini malah bergeser dari kebijakan sebelumnya yang melarang ladang minyak lepas pantai (offshore) untuk diakses oleh Asing, menjadi memperbolehkan BP untuk akses di Kara Sea. Hal ini karena Rusia membutuhkan INVESTASI. Rusia sudah punya Rosneft tapi tetap butuh INVESTASI ASING demi mempertahankan produksi minyaknya di level 10 juta barel per hari.
Dan tentunya BP (atau perusahaan minyak asing lainnya) bisa tertarik bergabung kalau harga jual minyaknya dihitung berdasarkan HARGA PASAR.
Bagi yang mendukung naiknya (atau setidaknya tidak turun lebih lanjut) PRODUKSI MINYAK INDONESIA, dukunglah HARGA PASAR. Tapi harga BBM Dalam Negri tetap diSUBSIDI (termasuk Pertamax nantinya harus disubsidi juga).
Best Regards,
Rudyanto
It is pretty clear that there is not much chance of finding any significant quantity of new cheap oil. Any new or unconventional oil is going to be expensive
opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.