Produksi kita saat ini 0.9 juta D/d, konsumsi 1.2 Juta B/D. Kita sekarang impor 300 -400 B/D (Harga pasar).
Secara kasar kalau dihitung secara fair kita masih bisa menutupi harga impor.
Raw Material dari dalam perut Bumi nggak beli, Ongkos produksi Di Indonesia kurang dari 15 $/B.Di Chevron Ongkos Produkasi kira-kira 5$/B
Kalau Seluruh Indonesia dianggap Ongkos produksi 10$/D dan ongkos Refinery 0.6 $/B. Silahkan anda hitung. Berapa Harga pokoknya.
Tanmbah Pajak 100%. Coba hasilnya tak akanlebih dari 3000 rp/liter.
-----Original Message-----
From:
Forum-Pembaca-Kompas@yaho... [mailto:
Forum-Pembaca-Kompas@yaho...] On Behalf Of Godlip Pasaribu
Sent: Tuesday, January 18, 2011 4:57 AM
To:
Forum-Pembaca-Kompas@yaho...
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: harga BBM
Menurut saya teori anda itu berlaku apabila RI masih exportir BBM, tetapi karena sekarang kita sudah importir BBM maka istilah 'subsidi' itu bukan sesuatu yang fiktif tapi real.
Powered by Telkomsel BlackBerry(r)
opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.