opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

f : forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com 18 January 2011 • 11:01PM -0500

Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: harga BBM
by Rubaya Thalib

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP




Saya sejak lama berpikir dan merenungkan dalam-dalam apa yang disampaikan oleh
KKG tentang kalkulasi harga BBM  adalah suatu kejujuran dan kebenaran tetapi
sudah barang tentu sulit  diterima oleh mereka yang sudah terlanjur terkooptasi
ekonomi rente dan menikmati keuntungan luar biasa.
Kejujuran dan kebenaran selalu merupakan ladang pelecehan oleh mereka yang
terancam posisinya atau salah memahaminya. Walaupun demikian suatu saat
kejujuran dan kebenaran itu pasti muncul secara gemilang. Saya ingat ketika masa
remaja dulu  nonton film, teman-teman mengatakann dengan yakin: "lakone menang
kari" yang maknanya "pemain utama yang baik itu pada akhirnya akan memperoleh
kemenangan".


Salam.




________________________________
From: August Parengkuan <august_parengkuan@komp...>
To: Forum-Pembaca-Kompas@yaho...
Sent: Mon, January 17, 2011 2:21:27 PM
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: harga BBM

  
Yang tidak pernah jelas, dan selalu ditutup-tupi adalah berapa besar biaya
eksplorasi minyak ? Pernah pula Pemerintah menyampaikan, harga minyak naik
seiring naiknya biaya eksplorasi. Tapi berapa besar biaya eksplorasi itu, tak
pernah dibuka.

----- Original Message -----
From: rudyanto_nebeng
To: Forum-Pembaca-Kompas@yaho...
Sent: Monday, January 17, 2011 11:28 AM
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: harga BBM

Rekan-Rekan FPK,

Saya pernah melihat suatu acara di Metro TV (Today's Dialogue?) di mana KKG
mempersoalkan mengapa harga BBM dipatok di harga minyak dunia dan mengatakan
seharusnya harga BBM dalam negri dijual dengan metode HPP + ongkos distribusi +
profit. Menurut saya, kelemahan metode perhitungan KKG adalah beliau tidak
memperhitungkan biaya investasi. Profit yang diberikan pada investor (baca:
perusahaan minyak) harus cukup besar (memadai) agar investor tersebut tetap
melakukan investasi pada sektor hulu migas. Hal itulah yang sulit dilakukan oleh
Pertamina, karena keuntungan yang diperolehnya harus disetor sebagai deviden
kepada Pemerintah. Kalau ingin Pertamina makin maju, seharusnya deviden jangan
disetor, tapi digunakan untuk investasi supaya Pertamina bisa bersaing dengan
Perusahaan Minyak Asing.

Artinya minyak yang diproduksi Pertamina juga harus dinilai dengan harga pasar,
supaya Pertamina bisa terus berinvestasi.

Konsep ini sudah umum dilakukan di dunia. Contoh paling gres adalah Rusia
membuka cadangan minyaknya di Kutub Utara bagi BP (perusahaan minyak
asing/Inggris). Lengkapnya:
http://www.reuters.com/article/idUSTRE70F1K220110116?loomia_ow=t0:s0:a49:g43:r1:c0.200000:b41031244:z0


Kutipannya adalah sbb:
"For Russia to maintain production at or above 10 million barrels per day, the
investments required are huge. Decline rates in West Siberia are very steep and
projects in East Siberia are fairly limited," said Amrita Sen, a commodity
analyst at Barclays.

The deal, under which BP and Rosneft will explore for offshore oil in the Kara
Sea, is a departure from Kremlin policies which had made offshore fields
unavailable for foreigners.

Jadi Pemerintah Rusia (Kremlin) saat ini malah bergeser dari kebijakan
sebelumnya yang melarang ladang minyak lepas pantai (offshore) untuk diakses
oleh Asing, menjadi memperbolehkan BP untuk akses di Kara Sea. Hal ini karena
Rusia membutuhkan INVESTASI. Rusia sudah punya Rosneft tapi tetap butuh
INVESTASI ASING demi mempertahankan produksi minyaknya di level 10 juta barel
per hari.

Dan tentunya BP (atau perusahaan minyak asing lainnya) bisa tertarik bergabung
kalau harga jual minyaknya dihitung berdasarkan HARGA PASAR.

Bagi yang mendukung naiknya (atau setidaknya tidak turun lebih lanjut) PRODUKSI
MINYAK INDONESIA, dukunglah HARGA PASAR. Tapi harga BBM Dalam Negri tetap
diSUBSIDI (termasuk Pertamax nantinya harus disubsidi juga).

Best Regards,
Rudyanto
It is pretty clear that there is not much chance of finding any significant
quantity of new cheap oil. Any new or unconventional oil is going to be
expensive




      

[Non-text portions of this message have been removed]


Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

Related Messages

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.