opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

f : forum-pembaca-kompas@yahoogroups.com 24 November 2006 • 11:37AM -0500

[Forum-Pembaca-KOMPAS] Batalkan Santet Bush: Ki Gendeng Ngaku Dibayar 10 Ribu dollar AS
by Agus Hamonangan

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP






http://www.kompas.co.id/ver1/Hiburan/0611/24/065259.htm
=====================

KOTA,WARTA KOTA- Paranormal Gendeng Pamungkas mengaku menerima 10.000
dolar AS (sekitar Rp 90-an juta) dari utusan Presiden AS George W
Bush. Uang itu merupakan kompensasi pembatalan santet terhadap Bush.

Pemberian uang itu dilakukan di sebuah restoran di Bogor, Jumat
(17/11)  atau tiga hari sebelum kedatangan Bush ke Indonesia. "Saya
bertemu dengan enam orang. Mereka adalah paranormalnya Bush," ujar
Gendeng.

Dalam pertemuan itu, ujar Gendeng, mereka mengatakan, Amerika Serikat
memang negara yang sudah maju. Tetapi mereka memahami keberadaan
dunia klenik terutama santet (vodoo). Oleh karena itu, salah seorang
dari mereka yang menjadi juru bicara meminta agar Gendeng membatalkan
niatnya untuk menyantet Bush. "Pokoknya saya diminta agar tidak jadi
menyantet Bush," ujar Gendeng yang dihubungi melalui telepon, tadi
malam.

Menurut Gendeng, Presiden AS itu separuh percaya dan separuh
tidak. "Kata orang yang menemui saya itu, Bush bergetar karena vodoo
saya. Karena yang saya lakukan adalah bukan ritual santet Indonesia
tapi vodoo asal Haiti. Vodoo mengandung  darah ular hitam, burung
gagak, dan campuran darah saya. Ada juga bantuan teman saya di kamar
mayat, jadi ada darah korban bunuh diri, darah korban kecelakaan,"
ujarnya.

Nah, kata Gendeng, orang-orang Bush itu memintanya agar membatalkan  
santet terhadap Bush. Tetapi Gendeng menolak. Dia mengatakan akan
tetap melakukan ritual namun sebatas mengupayakan agar Bush tidak
betah di Indonesia.  "Saya juga tetap melakukan ritual agar pada saat
Bush datang disambut dengan hujan dan petir. Ternyata itu terbukti,"
katanya.

Setelah pembicaraan alot, akhirnya kedua belah pihak sepakat kalau
santet (vodoo) dibatalkan. "Sebagai imbalannya saya diberi 10000
dolar AS ditambah pemberian dari pejabat tinggi Indonesia,"
katanya. "Totalnya ada Rp 100-an juta lebihlah," tambah Gendeng
sambil tertawa ngakak.

Harus loncat
Hal yang paling menarik dari pertemuan di restoran itu adalah,
keinginan orang-orang Bush tersebut untuk mengundang Gendeng
Pamungkas ke Amerika Serikat. "Saya diundang mereka untuk datang ke
AS bulan Januari nanti," kata Gendeng.

Di Amerika, Gendeng akan memaparkan soal ilmu-ilmu vodoo yang secara
ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. "Soal paspor dan tiket akan
diurus oleh mereka," ujar Gendeng.

Ketika ditanya mengapa Bush meloncat dari mobil saat tiba di Istana
Bogor, Senin (20/11), Gendeng mengatakan bahwa hal itu sudah menjadi
keharusan bagi suami Laura tersebut. "Itu sebagai syarat agar Bush
selamat," katanya.

Sebelum turun dari mobil, Bush dibisiki oleh orangnya agar turun dari
kendaraan dengan loncat dua kaki. "Dan ini sesuai dengan santet vodoo
yang saya pelajari dulu di Haiti, bahwa cara itu merupakan penolakan
santet saya, yakni dengan menghentakkan kaki ke tanah," tambahnya
Gendeng.

Tetapi mengapa Anda begitu bernafsu menyantet Bush? "Saya lakukan ini
untuk nasionalisme saya. Sebenarnya saya mau kerahkan massa tolak
Bush, tapi saya tidak punya massa. Akhirnya ada pertemuan dengan
mereka (paranormal Bush). Saya ditawari sesuatu. Pertama, tukar
informasi soal vodoo. Yang kedua, jujur saja, saya dapat duit,"
katanya.

Rencananya, bagaimana cara menyantet Bush? Dituturkan Gendeng,
sebelum melakukan ritual vodoo dengan sasaran Bush, dia melakukan
beberapa penyerangan. Mula-mula minta petir dan hujan, lalu membuat
Bush tidak mendarat di Kebun Raya Bogor. "Lalu saya membuat pasukan
Paspampres Bush kesurupan. Dan terakhir, membuat Bush tidak betah
lebih satu jam. Namun jujur saja, dua yang terakhir itu gagal,"
katanya.

Kegagalan itu, kata Gendeng, karena ada  tekanan agar dia tidak
membuat santet terhadap Bush dan pengawalnya.  "Akhirnya saya bilang
ke mereka, saya hanya lakukan ritual turun hujan dan petir, dan itu
terbukti. Hujan dan petir menyambut Bush. Ternyata ada yang tertabrak
limusin juga. Tapi kebanggaan saya, Bush tidak mendarat di Kebun Raya
Bogor tapi di GOR Padjadjaran. Itu juga berhasil," ujarnya.
(Persda/tat)



Sumber: Warta Kota




Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

Related Messages

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.