opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

k : kkn-watch@yahoogroups.com 11 October 2011 • 10:17AM -0400

[kkn-watch] Pulau Maratua Kalimantan Timur Dikontrol Malaysia, Orang Indonesia yang Datang Diusir
by Al Faqir Ilmi

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP




Pulau Maratua Kalimantan Timur Dikontrol Malaysia, Orang Indonesia yang Datang Diusir

________________________________


Pulau Maratua


Letak Kepulauan Derawan

VIVAnews - Bekas Kepala Badan Intelijen Negara AM Hendropriyono melihat
ada "skenario Sipadan-Ligitan" sedang berjalan di sebuah pulau milik
Indonesia. Saat ini, kata Hendro, pulau itu praktis di bawah kontrol
Malaysia dan Jerman.

Pulau tersebut bernama Moratua. Pulau ini terletak di utara Derawan,
Kalimantan Timur. Kira-kira empat jam dengan menaiki perahu cepat dari
Derawan.

Di Pulau Moratua, kata Hendro, sudah bercokol perusahaan pariwisata dari
Malaysia dan dua perusahaan dari Jerman. Tidak ada satu pun perusahaan
dari Indonesia. "Jadi secara de facto, kontrol mereka lebih sering,"
kata Hendro.

Pulau ini sebenarnya bagian dari sebuah kecamatan. Camatnya, kata
Hendro, aktif dan bagus, hanya saja tidak memiliki kekuatan. Petugas
seperti Koramil, Pos polisi, Polsek, juga ada, tetapi kekuatannya lemah
untuk menjaga perbatasan karena lebih banyak orang lalu-lalang Malaysia
dan Jerman untuk berpariwisata.

Kondisi itu menurutnya bisa diubah dengan memberi kesempatan pengusaha
Indonesia untuk berinvestasi di sana agar banyak orang Indonesia yang
berdiam. Praktis di tempat itu orang Indonesia tidak boleh masuk bahkan
sering kali diusir.

"Bagaimana mau masuk, mereka sudah membawa grup-grup dari luar negeri
untuk wisata, diving. Jadi kalau masyarakat datang tidak untuk apa-apa,
hanya mancing ya diusir. Tapi ya tidak bisa begitu, itu kan negeri
kita," katanya.

Oleh karenanya hal yang harus dilakukan pemerintah adalah memperkuat
kekuatan Angkatan Laut dan Darat khususnya di daerah-daerah perbatasan.
Dia menambahkan di Derawan sudah ada Angkatan Laut, tetapi hanya pos
saja tidak ada kekuatannya. Pos itu sendiri hanya didatangi sekali-kali.

"Yang terus ada di situ, orang Indonesia itu, di Pulau Derawan saja, tapi ke utara lagi, di Pulau Moratua, itu nggak ada."

Dari pulau ini, Hendropriyono melihat ada kesamaan proses ketika negara
ini kehilangan wilayah-wilayahnya seperti di Sebatik, Sipadan dan
Ligitan, dahulu. "Hampir sama. Mula-mula pengusaha pariwisata, kemudian
pengeboran minyak, dan seterusnya diambil wilayah kita," ucapnya.
http://nasional.vivanews.com/news/re...ntrol-malaysia

Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.