Sembelihlah cintamu…
Written
by : Ruli Amirullah
Assalamualaikum
Wr Wb,
Dear all,
Baca
koran beberapa hari belakangan ini, membuat saya senang. Karena tiap harinya
ada saja berita tentang jamaah haji selama berada di tanah suci. Saya benar-benar
kangen ingin melangkahkan kaki di trotoar jalanan Makkah yang panas, mereguk
air zam-zam yang dingin, berputar mengitari Kabah bersama lautan manusia,
memandang menara masjid Nabawi yang menjulang tinggi, duduk berdzikir di bawah
luasnya langit Madinah..
Huaah..
Udah ah, malah jadi makin pengen..
Ngomong-ngomong
soal ibadah haji. Saya jadi ingat kisah cinta yang seharusnya menjadi kisah
cinta paling sejati sepanjang masa. Mengalahkan kisah cintanya Romeo kepada
Juliet yang rela mati ketika melihat Juliet diam tak bergerak, mengalahkan
cintanya Kaisar Shah Jahan terhadap istrinya, yang kemudian ketika istrinya
wafat sang kaisar membangun Taj Mahal untuk mengenangnya..
Sebuah
kisah yang lebih indah dari semua pengorbanan atas nama cinta yang pernah ada
di muka bumi ini…
Kisah
cinta Nabi Ibrahim pada Sang Maha Segalanya..
Kisah
cinta yang penuh dengan ujian, penuh dengan pengorbanan, penuh dengan cobaan.
Kisah cinta yang mungkin akan menjadi cobaan terberat yang pernah ada sepanjang
jaman…
Karena
pengorbanan demi pengorbanan yang dialami oleh Nabi Ibrahim adalah untuk
membuktikan cintanya padaNya...
Pengorbanan
pertama adalah ketika Nabi Ibrahim diharuskan oleh Allah SWT untuk berhadapan
dengan ayahnya dan menyampaikan kebenaran akan ke ESA-an Tuhan. Tentu saja
ayahnya, sebagai ahli pembuat patung berhala, marah besar ketika mengetahui
anaknya tidak menyembah berhala. Bisa dibayangkan? Andai kita di posisi Nabi
Ibrahim, harus bilang ke ayah kita tentang keyakinan kita, yang jelas-jelas bertentangan
dengan keyakinan dan mata pencaharian ayah yang kita cintai.. bisakah kita?
Bahkan akhirnya bukan hanya dengan ayahnya, tapi juga harus berhadapan dengan
kekuasaan raja Namrud yang begitu besar dan juga sekaligus berhadapan dengan
jilatan api yang panas.....
Bisa..kah?
Nabi
Ibrahim berhasil melakukan itu, karena memang cintanya padaNya begitu besar...
( Dan
setelah Nabi Ibrahim membuktikan cintanya, api pun menjadi dingin atas
perintahNya...)
Oke, kita
lihat cobaan yang lain lagi…
Setelah
bertahun-tahun tidak mempunyai anak, akhirnya Nabi Ibrahim mendapatkan seorang
anak melalui pernikahannya dengan Siti Hajar. Setelah kelahiran anaknya
tersebut, Allah kemudian kembali mengujinya dengan memerintahkan agar ia
meninggalkan Siti Hajar dan anaknya, Nabi Ismail, di gurun pasir yang tandus.
Sebuah ujian yang sangat berat bukan? Istri dan anak satu-satunya harus ia tinggalkan….
Mampukah
kita melakukan hal itu?
Meninggalkan
istri yang telah memberi anak pada kita ditengah padang tandus seorang diri?
Meninggalkan
anak yang begitu kita inginkan kehadirannya di tengah teriknya matahari dan
dinginnya angin malam?
Atas nama
cinta yang dimiliki oleh Nabi Ibrahim pada Allah… ia pun melakukan hal
tersebut... karena memang hal itu adalah wahyu dari Allah langsung...
( Dan
setelah Nabi Ibrahim membuktikan cintanya, atas perintahNya, Air zam-zam pun
keluar untuk menghidupi kedua orang tersebut, disusul kemudian dengan
kedatangan orang-orang untuk bermukim di sekitar mata air zam-zam)
Mau lihat
yang lebih hebat lagi?
Ketika
akhirnya Nabi Ibrahim bertemu dengan anaknya setelah sekian tahun berpisah,
turun lagi wahyuNya, yang meminta Nabi Ibrahim untuk mengorbankan anaknya!
Lagi-lagi cinta Nabi Ibrahim di uji. Antara cinta kepadaNya dengan cintanya
kepada dunia..
Dan
dengan linangan air mata. Nabi Ibrahim pun meletakkan pisau yang tajam di leher
anaknya...
Bersiap
untuk melakukan segalanya demi pembuktian cintanya pada Sang Maha Kuasa...Bersiap untuk menyembelih leher puteranya yang begitu ia cinta, demi cinta sejatinya..
Dan saat
itulah, ketika Nabi Ibrahim berhasil membuktikan bahwa bagi dirinya, keinginan Allah adalah segalanya.. kembali Sang Maha Pemurah berkehendak..
Allah menukar
Nabi Ismail dengan seekor domba...
Karena
sesungguhnya bukan darah Nabi Ismail yang dikehendaki olehNya, bukan ketakutan
Siti Hajar yang dikehendakiNya, bukan pula tubuh gosong Nabi Ibrahim yang
dikehendakiNya...
Tapi yang
diuji adalah cinta Nabi Ibrahim..
Yang
dilihat adalah bagaimana Nabi Ibrahim bisa 'menyembelih' cinta-cinta lain yang
ada di hatinya..
Menyembelih
cintanya pada harta..
Menyembelih
cintanya pada orang lain, termasuk istri dan anaknya
Menyembelih
cintanya pada diri sendiri...
Menyembelih
cintanya pada dunia dan nafsu...
Sehingga
yang ada hanya cintanya pada Allah...
Dan Nabi
Ibrahim berhasil membuktikannya...
Cintanya
hanya untukNya...
Itulah
makna Idul Adha yang sebentar lagi akan datang. Bukan sekedar berlomba-lomba
menyembelih kambing sebanyak-banyaknya. Tapi juga harus diiringi dengan
menyembelih cinta lain yang ada di hati kita...
Itulah
pengorbanan yang sejati..
Itulah
pengorbanan atas nama cinta yang paling indah..
Ketika
kita berhasil mengorbankan cinta dunia, cinta diri sendiri, cinta kepada selain
Dia...
Atas Nama
Allah....
Karena
Allah...
Dan hanya
untuk Allah...
....maka kita sesungguhnya telah berhasil meraih cinta sejati...
Mengerjakan semua perintahNya dengan tersenyum..
Menjauhi semua laranganNya dengan ikhlas... itulah cinta sejati..
Setiap
orang bisa membuat kisah cintanya masing-masing...
kisah
cinta yang sejati.. kepada yang Maha Abadi...
Dan malaikat kemudian akan mencatat jalan hidup kita, menjadi kisah cinta yang abadi...
Wassalam,
Ruli Amirullah
Feel the love of Ar Rahmaan
Wanna feel it? Join ESQ Training..
Read my article at :
http://ruliamirullah.multiply.com
Contact me at : 085-888-509931
send Email to:
ruli_amirullah@yaho...
Website : www.esqway165.com
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.