opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

m : mediacare@yahoogroups.com 11 October 2006 • 4:01PM -0400

Re: [mediacare] Dusta dibalik binis sedot racun - TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR !
by Mila Lovina

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP




  08/10/2006 14:12
  Klinik terapi detoks atau sedot racun tubuh kini semakin menjamur di berbagai kota besar di Indonesia. Tapi berdasarkan penelitian alat itu hanya elektrolisa air dan warna yang keluar bukan racun. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Yang diteliti alat terapi yang mana ? Kalau alat terapi ion tiruan yang diteliti ya jelas gak ada manfaatnya. Kenapa tidak meneliti alat yang sudah teruji dan diakui dunia international ?
  
  Jakarta: Akhir-akhir ini di berbagai kota besar di Tanah Air tengah menjamur pengobatan alternatif yang disebut terapi ion atau detoksifikasi. Terapi yang diadopsi dari budaya Cina ini dipercaya bisa menyedot racun tubuh hanya dengan merendam kaki selama setengah jam. Selain menyedot racun, detoks juga bisa membuat tubuh fit dan wajah lebih segar. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar :  Pengobatan alternatif akan menjadi trend di seluruh dunia karena pengobatan modern tidak dapat menjamin manusia hidup sehat dan yang lebih penting lagi penggunaan obat-obatan kimia mempunyai efek samping dan sangat berbahaya bila dikonsumsi terus menerus karena dapat merusak sistem didalam tubuh.
  
  
  Detoksifikasi sebenarnya istilah kedokteran dengan maksud sebagai tindakan medis untuk mengeluarkan racun dari bagian tubuh. Kini istilah itu sangat populer seiring dengan merebaknya klinik detoks. Berdasarkan penelusuran tim Sigi SCTV, belum lama ini, klinik sedot racun banyak bermunculan di mal, pusat perbelanjaan bahkan di bilik rumah kampung. Maklum modal utamanya hanya mesin detoks yang kini diperjualbelikan secara bebas di pasaran. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Alat ini bebas diperjual belikan karena alat ini bukan alat medis tetapi ini alat terapi. Perlu diketahui perbedaan alat terapi ion yang benar dan alat terapi rakitan (tiruan).
  
  Klinik detoks memang seperti sihir yang luar biasa. Hanya dengan membayar Rp 50 ribu dalam setengah jam racun yang menumpuk di tubuh konon bisa disedot hingga seember penuh. Seorang wanita yang tengah menjalani sedot racun di sebuah mal di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, berharap kulitnya bisa halus dan lemak-lemak di tubuhnya bisa lenyap.
  Proses penyedotan racun berlangsung singkat. Mula-mula pasien diminta melepas semua perhiasan yang berbau logam. Konon agar proses detoksifikasi bisa maksimal. Setelah itu kaki direndam setinggi mata kaki dalam ember berisi air hangat. Air dialiri listrik bertegangan rendah yang dihubungkan dengan mesin detoks.  TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Keluarnya racun bukan saat diterapi, analisa warna yang terlihat hanya sebagai referensi saja mengindikasikan bahwa racun tersebut berada di organ tubuh mana. Detoksifikasi terjadi setelah terapi, racun tubuh akan keluar dengan sendirinya melalui keringat dan pembuangan yang lain, tujuan terapi ini untuk menyeimbangkan sistem didalam tubuh dengan cara memasukkan ion negatif ke dalam tubuh.
  
  Selanjutnya dalam hitungan menit air di ember pelan-pelan berubah warna. Dengan muncul warna tertentu berarti kadar dan bentuk racun sudah keluar dari tubuh. Warna kemerahan dianggap racun dari persendian. Warna kehijauan adalah racun dari ginjal dan saluran kemih. Sedangkan jika ada bercak hitam menunjukkan adanya kandungan logam berat yang tersedot dari tubuh.
  Tren sedot racun tubuh kini sangat digandrungi warga. Diperkirakan ada 50 ribu orang setiap harinya memakai alat ini. Maklum terapi ini juga dipromosikan bisa mengusir lebih dari 10 gangguan kesehatan mulai dari jerawat, fungsi hati dan ginjal, lemak berlebih, asam urat hingga meningkatkan kekebalan tubuh. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Sangat penting untuk memahami bahwa air akan berubah warna meskipun jika alat dioperasikan tanpa kaki berada di dalam air. Dasar perubahan warna adalah  hasil reaksi dari seluruh variable/perubah dalam air dan elektroda. Perubahan warna akan berbeda dalam kaitannya dengan partikel dan komponen kimia air. Tubuh kita mengandung 70% air, dan kita membutuhkan air dalam setiap detik.   Kation dalam tubuh kita akan tampak sama karena racun mendominasi di daerah tertentu. Tambahkan sedikit garam dalam air dan rendam kaki ke dalamnya. Kombinasi air, metal dan garam akan memproduksi perubahan warna ringan, sebagaimana objek di
dalam air bahkan tanpa mencelupkan kaki ke dalamnya. Air tidak membantu terjadinya substansi, bahkan jika sebaliknya dilakukan dengan memasukkan kaki ke dalam air, hal ini akibat perbedaan kualitas air dan garam. Alat akan menetralisir kation di dalam air sebagaimana juga proses penetralan kation dalam tubuh. Warna dari air yang dide-ionisasi ditentukan oleh bahan kimia yang digunakan oleh pihak pengelola air setempat dan zat polutan yang biasa terdapat di daerah  tersebut.
  Konsep dari racun setempat berhubungan dengan penyakit yang terdapat di daerah tersebut. Beberapa daerah dalam satu negara memiliki kasus keluhan nyeri sendi, sementara ditempat lain terdapat laporan tingginya keluhan ginjal. Untuk itu, kami menganjurkan Anda untuk mencuci kaki sebelum menjalani sesi pembersihan ion. Flek hitam dapat diakibatkan oleh logam berat di air rendaman sebagaimana penurunan logam pada elektroda. Pengalaman dan pengamatan yang didiskusikan diatas akan membantu Anda menentukan apa yang berasal dari perawatan seseorang dan apa yang berasal dari elektroda. Semakin aktif pergerakan dalam substansi mineral, maka semakin aktif proses ionisasi.  Warna disebabkan oleh reaksi kimia air, garam dan elektroda. Seluruhnya adalah efek partikel kation dan anion (hanya sebagai referensi).
  Jika terdapat sejumlah besar halogen air berasal dari alat, air tidak dapat digunakan untuk pembersihan ion karena indeks halogen terlalu tinggi. Jika Anda memperhatikan warna air berubah menjadi hijau muda untuk beberapa kali selama sesi pembersihan ion, Anda mungkin dapat menggunakan air sulingan atau air mineral dan menambahkan setengah sendok garam atau garam kristal ke dalam air.
  
  

  
  Kehebatan terapi ion membuat tak sedikit dokter yang berani mengadopsi ilmu sedot racun gaya Cina ini. Bahkan seorang dokter rehabilitasi medik terkemuka di Jakarta menjadi salah satu konsultan sebuah merek mesin detoks. Padahal alat ini belum teruji secara klinis bahkan Departemen Kesehatan pun tak mengakui sebagai alat medis. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Kalau alat rakitan bikinan sendiri siapa yang menguji, buat alatnya aja di bengkel he..he... Kalau mau diuji jangan meneliti alat terapi tiruan. Oke !
  
  Penelusuran Dan Pengujian Telah Dilakukan Terhadap Alat Terapi Ion yang Benar (Ingat ! Bukan Alat Terapi Tiruan). Di Amerika, statistik yang dibuat oleh Pusat kesehatan dan praktisi kesehatan telah muncul dengan sebuah keterangan tentang warna dalam air setelah 30 menit. Berdasarkan EAV (Electrical Acupuncture by Voll) dan uji otot, mereka tampil dengan sebuah tabel untuk menjelaskan berbagai toksin yang muncul dari bagian-bagian berbeda pada warna berbasis tubuh pada warna. Ini hanya sebuah skema umum, karena perubahan warna mungkin bervariasi dari satu tempat ke tempat lain tergantung pada air yang digunakan. Garam yang digunakan untuk konduktivitas air bisa menyebabkan warna berubah sekalipun tanpa merendam kaki dalam air, setelah ionisasi selama 30 menit.
    Beberapa pengujian ilmiah telah dilakukan oleh sebuah laboratorium riset swasta untuk menganalisa bagaimana ionator (alat pembersih ion) bisa membantu para pasien encok atau mereka yang mengalami tingkat asam urat tinggi dalam tubuh mereka.
  Warna yang berubah sendiri dalam air bukan sebuah ukuran kuat dan tetap kontroversial dan mungkin hanya memuaskan orang awam namun tidak bagi para professional yang akan terus mengajukan pertanyaan.
  Untuk membuktikan kemanjuran dan manfaat alat ini, pelacakan telah dilakukan Bob Lim M (AM)India, BHMS, APHom(Mal), m NCH(USA) dengan menggunakan alat penguras zat beracun e-plus Ion Cleanse pada para pasien melalui beberapa metodologi. Dr. (H) Bob Lim menggunakan metode berikut untuk mengecek efisiensi e-plus Ion Cleanse guna memperbaiki kondisi-kondisi kesehatan umum dan setiap perbaikan secara psikologi atau perubahan-perubahan patologi.
  1.Fuzzy logic sphygmomanometer - memonitor tekanan darah kontraksi (systole) & dilatasi (diastole). 2. EAV Morall machine (Teknologi Jerman) untuk menguji level energi organ utama dan kontaminasi logam berat(penguji penyakit) 3. Riwayat uji Air seni dan darah Laboratorium Patologi.
  
  Selain di mal atau klinik resmi, terapi sedot racun mulai merebak hingga ke kampung-kampung. Hanya saja detoks di rumahan biasanya sangat sederhana. Alatnya pun dirakit sendiri. Seperti alat detoks buatan Larto yang dinamai terapi resik. Nama resik adalah kepanjangan dari rendem sikil alias rendam kaki. Meski sederhana ternyata denyut setrum atau aliran listriknya lebih terasa dibanding mesin detoks merek paten. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Anda tentunya dapat membedakan mana alat terapi yang tiruan dan mana yang asli. Alat terapi yang benar memiliki sertifikasi CB dari badan international menurut pabrikan untuk kompetensi elektrikal (electrical competency).
  

  Tidak hanya kliniknya, kini bisnis mesin detoksifikasi juga menjamur di sejumlah toko. Seorang distributor terkenal mengaku berhasil menjual hingga 200 mesin. Padahal satu mesin berikut ionizer atau kutub anoda katoda yang biasanya dicelup ke ember perendaman harganya berkisar antara empat hingga 12 juta rupiah.
  Tim Sigi mencoba membeli satu mesin detoks yang diklaim sebagai buatan Amerika Serikat di sebuah klinik detoks di Mal Mangga Dua, Jakut. Alat ini kemudian diuji coba oleh seorang peneliti alat medis. Ketika alat ini dihidupkan layaknya proses detoksifikasi cuma tanpa mencelupkan kaki, setengah jam kemudian ember berisi air berubah warna-warni persis seperti yang dijumpai di klinik detoks. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Kalau mau membeli untuk diuji sebaiknya bukan alat terapi rakitan alias tiruan yang diuji. Sangat penting untuk memahami bahwa air akan berubah warna meskipun jika alat dioperasikan tanpa kaki berada di dalam air. Dasar perubahan warna adalah  hasil reaksi dari seluruh variable/perubah dalam air dan elektroda. Yang terpenting bukan warnanya, tetapi ion negatif yang masuk ke dalam tubuh.
  
  Alat ini selanjutnya dibawa ke laboratorium biofisika Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Di kampus ini, Profesor Suhariningsih telah lama melakukan penelitian terhadap alat detoksifikasi yang juga beredar luas di Jatim. Menurut Guru Besar Fakultas MIPA Unair ini, warna merah, hijau atau kuning yang keluar dari air sama sekali bukan racun atau kotoran tubuh yang tersedot mesin detoks.
  Suhariningsih berkesimpulan, alat itu hanya alat elektrolisa air yang berfungsi mengurai ion-ion logam yang ada dalam elektroda yang terendam air garam hangat. Mesin ini tak lain hanya power supply yang dilengkapi regulator untuk mengubah dan menurunkan arus listrik. Suharningsih juga mengingatkan adanya gas klorin yang dihasilkan dari proses elektrolisa air ini. "Gas klorin sangat berbahaya jika terhirup manusia," kata Suhariningsih. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Ion adalah atom yang membawa muatan listrik. Ada dua jenis Ion, ion yang membawa muatan positif disebut Kation, dan yang membawa muatan negatif disebut Anion. Ukuran ion adalah sekitar 1 mikron, atau sama dengan 1/1000 milimeter. Misalnya Hidrogen (H) atom inti memiliki 1 proton bermuatan positif dan dikelilingi oleh 1 elektron negatif. Proton harus bermuatan positif untuk menarik elektron dari atom hidrogen, dengan kata lain pada tahap ini terjadi ionisasi hidrogen (H+). Sementara, terdapat
8 proton positif dalam oksigen atom inti dan dikelilingi oleh 6 elektron. Karena kekurangan 2 elektron, hal ini menyebabkan penarikan dari elektron lain. Dengan kata lain, atom oksigen dapat dengan mudah menangkap elektron dari tempat lain. Proses ini disebut oksidasi (O) + hydrogen (H) + elektron (-) = OH. Pada kenyataannya, ion hidroksigen tidak dapat bertahan dalam rangkaian tunggal monomer, melainkan harus bertahan dalam bentuk anion dalam air (H2O + OH = H2O2) dimana terdapat kelebihan elektron untuk anion, yang cenderung memberikan kelebihan itu kepada elektron lain (proses ini disebut “restorasi”). Pertama : Kolam elektrolisis akan membangkitkan anion (reaksi positif) 2 H2O – O2 + 4 H+ + 4e – 1.  Kedua : Kulit menyerap anion (reaksi negative) 4 H2O + 4e- - 4 H2 + 4 OH-2. Ion yang disebutkan diatas tetap berinteraksi dan bersirkulasi, dan setelahnya akan dikeluarkan oleh  tubuh.
  
  Pendapat yang sama dilontarkan Profesor Iwan Darmansjah. Menurut Guru Besar Farmakologi Universitas Indonesia, sedot racun dengan cara merendam kaki di bawah aliran listrik tak pernah dikenal dalam dunia kedokteran. "Kalau memang alat ini ampuh, itu penemuan luar biasa dan patut mendapat penghargaan Nobel," kata Iwan. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Pak Profesor, ini bukan alat medis jelas aja gak pernah dengar, ini alat terapi. Kalau di dunia kedokteran kan lebih terbiasa dengan jarum suntik dan makan obat kimia alias memasukkan racun ke dalam tubuh. Siapa yang bisa membayangkan bakalan apa yang akan terjadi untuk jangka panjang.
  
  Tapi pendapat itu dibantah dokter Aminudin konsultan detoks E-Puls dan Suryono seorang manajer klinik detoks. Menurut mereka mesin detoks benar-benar bisa mengaliri ion negatif yang membuat tubuh lebih sehat.
  Alat detoks diakui pula telah memiliki sejumlah sertifikat internasional. Namun tim Sigi mendapati surat penolakan pemerintah kepada sebuah perusahaan mesin detoks. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Tentunya tidak semua diterima, alat terapi yang benar aja yang diberi lisensi dari pemerintah.
  
  Menurut dokter Farid W. Husain, Direktur Jenderal Pelayanan Medik Depkes, alat ini tidak bisa dikategorikan sebagai alat kesehatan. "Klinik-klinik itu pun tidak berizin," kata Farid.
  Di Jakarta klinik terapi ion memang tetap laris manis. Namun di berbagai kota di Jatim tak ada lagi klinik semacam itu yang masih beroperasi. Maklum Dinas Kesehatan setempat secara tegas telah melarang klinik detoks. Alasannya terapi ion masih diragukan manfaatnya dan alat seperti ini tidak teregistrasi di Depkes. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Kalau alat terapi tiruan ya bukan hanya masih diragukan manfaatnya tetapi memang tidak ada manfaatnya sama sekali. Dokter Aminuddin, anda memang luar biasa karena sudah banyak bukti bahwa pasien terbantu kesehatannya melalui terapi ini ( ingat, pasien yang sudah mendapat manfaatnya bukan dengan alat terapi tiruan ).
  
  Bahkan Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya berkesimpulan terapi ini hanya bohong-bohongan belaka seperti hasil uji laboratorium biofisika Unair.     08/10/2006 14:12
  Klinik terapi detoks atau sedot racun tubuh kini semakin menjamur di berbagai kota besar di Indonesia. Tapi berdasarkan penelitian alat itu hanya elektrolisa air dan warna yang keluar bukan racun. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Yang diteliti alat yang mana ? Kalau meneliti alat rakitan buatan sendiri ya jelas gak ada manfaatnya. Kenapa tidak meneliti alat yang sudah teruji dan diakui dunia international ?
  
  Jakarta: Akhir-akhir ini di berbagai kota besar di Tanah Air tengah menjamur pengobatan alternatif yang disebut terapi ion atau detoksifikasi. Terapi yang diadopsi dari budaya Cina ini dipercaya bisa menyedot racun tubuh hanya dengan merendam kaki selama setengah jam. Selain menyedot racun, detoks juga bisa membuat tubuh fit dan wajah lebih segar. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar :  Pengobatan alternatif akan menjadi trend di seluruh dunia karena pengobatan modern tidak dapat menjamin manusia hidup sehat dan yang lebih penting lagi penggunaan obat-obatan kimia sangat berbahaya karena dapat merusak sistem didalam tubuh.
  
  Detoksifikasi sebenarnya istilah kedokteran dengan maksud sebagai tindakan medis untuk mengeluarkan racun dari bagian tubuh. Kini istilah itu sangat populer seiring dengan merebaknya klinik detoks. Berdasarkan penelusuran tim Sigi SCTV, belum lama ini, klinik sedot racun banyak bermunculan di mal, pusat perbelanjaan bahkan di bilik rumah kampung. Maklum modal utamanya hanya mesin detoks yang kini diperjualbelikan secara bebas di pasaran. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Alat ini bebas diperjual belikan karena alat ini bukan alat medis tetapi ini alat terapi.
  
  Klinik detoks memang seperti sihir yang luar biasa. Hanya dengan membayar Rp 50 ribu dalam setengah jam racun yang menumpuk di tubuh konon bisa disedot hingga seember penuh. Seorang wanita yang tengah menjalani sedot racun di sebuah mal di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, berharap kulitnya bisa halus dan lemak-lemak di tubuhnya bisa lenyap.
  Proses penyedotan racun berlangsung singkat. Mula-mula pasien diminta melepas semua perhiasan yang berbau logam. Konon agar proses detoksifikasi bisa maksimal. Setelah itu kaki direndam setinggi mata kaki dalam ember berisi air hangat. Air dialiri listrik bertegangan rendah yang dihubungkan dengan mesin detoks.  TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Mengeluarkan racun menggunakan terapi ini bukan saat terapi, warna yang terlihat hanya sebagai referensi saja. Detoksifikasi terjadi setelah melakukan terapi, racun tubuh akan keluar dengan sendirinya melalui keringat dan pembuangan yang lain, tujuan terapi ini untuk menyeimbangkan sistem didalam tubuh.
  
  Selanjutnya dalam hitungan menit air di ember pelan-pelan berubah warna. Dengan muncul warna tertentu berarti kadar dan bentuk racun sudah keluar dari tubuh. Warna kemerahan dianggap racun dari persendian. Warna kehijauan adalah racun dari ginjal dan saluran kemih. Sedangkan jika ada bercak hitam menunjukkan adanya kandungan logam berat yang tersedot dari tubuh.
  Tren sedot racun tubuh kini sangat digandrungi warga. Diperkirakan ada 50 ribu orang setiap harinya memakai alat ini. Maklum terapi ini juga dipromosikan bisa mengusir lebih dari 10 gangguan kesehatan mulai dari jerawat, fungsi hati dan ginjal, lemak berlebih, asam urat hingga meningkatkan kekebalan tubuh. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Sangat penting untuk memahami bahwa air akan berubah warna meskipun jika alat dioperasikan tanpa kaki berada di dalam air. Dasar perubahan warna adalah  hasil reaksi dari seluruh variable/perubah dalam air dan elektroda. Perubahan warna akan berbeda dalam kaitannya dengan partikel dan komponen kimia air. Tubuh kita mengandung 70% air, dan kita membutuhkan air dalam setiap detik.   Kation dalam tubuh kita akan tampak sama karena racun mendominasi di daerah tertentu. Tambahkan sedikit garam dalam air dan rendam kaki ke dalamnya. Kombinasi air, metal dan garam akan memproduksi perubahan warna ringan, sebagaimana objek di
dalam air bahkan tanpa mencelupkan kaki ke dalamnya. Air tidak membantu terjadinya substansi, bahkan jika sebaliknya dilakukan dengan memasukkan kaki ke dalam air, hal ini akibat perbedaan kualitas air dan garam. Alat akan menetralisir kation di dalam air sebagaimana juga proses penetralan kation dalam tubuh. Warna dari air yang dide-ionisasi ditentukan oleh bahan kimia yang digunakan oleh pihak pengelola air setempat dan zat polutan yang biasa terdapat di daerah  tersebut.
  Konsep dari racun setempat berhubungan dengan penyakit yang terdapat di daerah tersebut. Beberapa daerah dalam satu negara memiliki kasus keluhan nyeri sendi, sementara ditempat lain terdapat laporan tingginya keluhan ginjal. Untuk itu, kami menganjurkan Anda untuk mencuci kaki sebelum menjalani sesi pembersihan ion. Flek hitam dapat diakibatkan oleh logam berat di air rendaman sebagaimana penurunan logam pada elektroda. Pengalaman dan pengamatan yang didiskusikan diatas akan membantu Anda menentukan apa yang berasal dari perawatan seseorang dan apa yang berasal dari elektroda. Semakin aktif pergerakan dalam substansi mineral, maka semakin aktif proses ionisasi.  Warna disebabkan oleh reaksi kimia air, garam dan elektroda. Seluruhnya adalah efek partikel kation dan anion (hanya sebagai referensi).
  Jika terdapat sejumlah besar halogen air berasal dari alat, air tidak dapat digunakan untuk pembersihan ion karena indeks halogen terlalu tinggi. Jika Anda memperhatikan warna air berubah menjadi hijau muda untuk beberapa kali selama sesi pembersihan ion, Anda mungkin dapat menggunakan air sulingan atau air mineral dan menambahkan setengah sendok garam atau garam kristal ke dalam air.
  
  

  
  Kehebatan terapi ion membuat tak sedikit dokter yang berani mengadopsi ilmu sedot racun gaya Cina ini. Bahkan seorang dokter rehabilitasi medik terkemuka di Jakarta menjadi salah satu konsultan sebuah merek mesin detoks. Padahal alat ini belum teruji secara klinis bahkan Departemen Kesehatan pun tak mengakui sebagai alat medis. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Kalau alat rakitan bikinan sendiri siapa yang menguji, buat alatnya aja di bengkel he..he... Kalau mau diuji jangan meneliti alat terapi tiruan. Oke !
  
  Penelusuran Dan Pengujian Telah Dilakukan Terhadap Alat Terapi Ion yang Benar (Ingat ! Bukan Alat Terapi Tiruan). Di Amerika, statistik yang dibuat oleh Pusat kesehatan dan praktisi kesehatan telah muncul dengan sebuah keterangan tentang warna dalam air setelah 30 menit. Berdasarkan EAV (Electrical Acupuncture by Voll) dan uji otot, mereka tampil dengan sebuah tabel untuk menjelaskan berbagai toksin yang muncul dari bagian-bagian berbeda pada warna berbasis tubuh pada warna. Ini hanya sebuah skema umum, karena perubahan warna mungkin bervariasi dari satu tempat ke tempat lain tergantung pada air yang digunakan. Garam yang digunakan untuk konduktivitas air bisa menyebabkan warna berubah sekalipun tanpa merendam kaki dalam air, setelah ionisasi selama 30 menit.
    Beberapa pengujian ilmiah telah dilakukan oleh sebuah laboratorium riset swasta untuk menganalisa bagaimana ionator (alat pembersih ion) bisa membantu para pasien encok atau mereka yang mengalami tingkat asam urat tinggi dalam tubuh mereka.
  Warna yang berubah sendiri dalam air bukan sebuah ukuran kuat dan tetap kontroversial dan mungkin hanya memuaskan orang awam namun tidak bagi para professional yang akan terus mengajukan pertanyaan.
  Untuk membuktikan kemanjuran dan manfaat alat ini, pelacakan telah dilakukan Bob Lim M (AM)India, BHMS, APHom(Mal), m NCH(USA) dengan menggunakan alat penguras zat beracun e-plus Ion Cleanse pada para pasien melalui beberapa metodologi. Dr. (H) Bob Lim menggunakan metode berikut untuk mengecek efisiensi e-plus Ion Cleanse guna memperbaiki kondisi-kondisi kesehatan umum dan setiap perbaikan secara psikologi atau perubahan-perubahan patologi.
  1.Fuzzy logic sphygmomanometer - memonitor tekanan darah kontraksi (systole) & dilatasi (diastole). 2. EAV Morall machine (Teknologi Jerman) untuk menguji level energi organ utama dan kontaminasi logam berat(penguji penyakit) 3. Riwayat uji Air seni dan darah Laboratorium Patologi.
  
  # 1 & 2 dilakukan sebelum dan segera setelah masing-masing sesi terapi. # 3 monitoring berkala.
  
  Selain di mal atau klinik resmi, terapi sedot racun mulai merebak hingga ke kampung-kampung. Hanya saja detoks di rumahan biasanya sangat sederhana. Alatnya pun dirakit sendiri. Seperti alat detoks buatan Larto yang dinamai terapi resik. Nama resik adalah kepanjangan dari rendem sikil alias rendam kaki. Meski sederhana ternyata denyut setrum atau aliran listriknya lebih terasa dibanding mesin detoks merek paten. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Anda tentunya dapat membedakan mana lat terapi yang tiruan dan mana yang asli. Alat terapi yang benar memiliki sertifikasi CB dari badan international menurut pabrikan untuk kompetensi elektrikal (electrical competency).
  

  Tidak hanya kliniknya, kini bisnis mesin detoksifikasi juga menjamur di sejumlah toko. Seorang distributor terkenal mengaku berhasil menjual hingga 200 mesin. Padahal satu mesin berikut ionizer atau kutub anoda katoda yang biasanya dicelup ke ember perendaman harganya berkisar antara empat hingga 12 juta rupiah.
  Tim Sigi mencoba membeli satu mesin detoks yang diklaim sebagai buatan Amerika Serikat di sebuah klinik detoks di Mal Mangga Dua, Jakut. Alat ini kemudian diuji coba oleh seorang peneliti alat medis. Ketika alat ini dihidupkan layaknya proses detoksifikasi cuma tanpa mencelupkan kaki, setengah jam kemudian ember berisi air berubah warna-warni persis seperti yang dijumpai di klinik detoks. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Kalau mau membeli untuk diuji sebaiknya bukan alat terapi rakitan alias tiruan. Sangat penting untuk memahami bahwa air akan berubah warna meskipun jika alat dioperasikan tanpa kaki berada di dalam air. Dasar perubahan warna adalah  hasil reaksi dari seluruh variable/perubah dalam air dan elektroda. Yang terpenting bukan warnanya, tetapi ion negatif yang masuk ke dalam tubuh.
  
  Alat ini selanjutnya dibawa ke laboratorium biofisika Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (MIPA) Universitas Airlangga, Surabaya, Jawa Timur. Di kampus ini, Profesor Suhariningsih telah lama melakukan penelitian terhadap alat detoksifikasi yang juga beredar luas di Jatim. Menurut Guru Besar Fakultas MIPA Unair ini, warna merah, hijau atau kuning yang keluar dari air sama sekali bukan racun atau kotoran tubuh yang tersedot mesin detoks.
  Suhariningsih berkesimpulan, alat itu hanya alat elektrolisa air yang berfungsi mengurai ion-ion logam yang ada dalam elektroda yang terendam air garam hangat. Mesin ini tak lain hanya power supply yang dilengkapi regulator untuk mengubah dan menurunkan arus listrik. Suharningsih juga mengingatkan adanya gas klorin yang dihasilkan dari proses elektrolisa air ini. "Gas klorin sangat berbahaya jika terhirup manusia," kata Suhariningsih. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Ion adalah atom yang membawa muatan listrik. Ada dua jenis Ion, ion yang membawa muatan positif disebut Kation, dan yang membawa muatan negatif disebut Anion. Ukuran ion adalah sekitar 1 mikron, atau sama dengan 1/1000 milimeter. Misalnya Hidrogen (H) atom inti memiliki 1 proton bermuatan positif dan dikelilingi oleh 1 elektron negatif. Proton harus bermuatan positif untuk menarik elektron dari atom hidrogen, dengan kata lain pada tahap ini terjadi ionisasi hidrogen (H+). Sementara, terdapat
8 proton positif dalam oksigen atom inti dan dikelilingi oleh 6 elektron. Karena kekurangan 2 elektron, hal ini menyebabkan penarikan dari elektron lain. Dengan kata lain, atom oksigen dapat dengan mudah menangkap elektron dari tempat lain. Proses ini disebut oksidasi (O) + hydrogen (H) + elektron (-) = OH. Pada kenyataannya, ion hidroksigen tidak dapat bertahan dalam rangkaian tunggal monomer, melainkan harus bertahan dalam bentuk anion dalam air (H2O + OH = H2O2) dimana terdapat kelebihan elektron untuk anion, yang cenderung memberikan kelebihan itu kepada elektron lain (proses ini disebut “restorasi”). Pertama : Kolam elektrolisis akan membangkitkan anion (reaksi positif) 2 H2O – O2 + 4 H+ + 4e – 1.  Kedua : Kulit menyerap anion (reaksi negative) 4 H2O + 4e- - 4 H2 + 4 OH-2. Ion yang disebutkan diatas tetap berinteraksi dan bersirkulasi, dan setelahnya akan dikeluarkan oleh  tubuh.
  
  Pendapat yang sama dilontarkan Profesor Iwan Darmansjah. Menurut Guru Besar Farmakologi Universitas Indonesia, sedot racun dengan cara merendam kaki di bawah aliran listrik tak pernah dikenal dalam dunia kedokteran. "Kalau memang alat ini ampuh, itu penemuan luar biasa dan patut mendapat penghargaan Nobel," kata Iwan. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Pak Profesor, ini bukan alat medis jelas aja gak pernah dengar, ini alat terapi. Kalau di dunia kedokteran kan lebih terbiasa dengan jarum suntik dan makan obat alias memasukkan racun kimia ke dalam tubuh. Siapa yang bisa membayangkan bakalan apa yang akan terjadi untuk jangka panjang.
  
  Tapi pendapat itu dibantah dokter Aminudin konsultan detoks E-Puls dan Suryono seorang manajer klinik detoks. Menurut mereka mesin detoks benar-benar bisa mengaliri ion negatif yang membuat tubuh lebih sehat.
  Alat detoks diakui pula telah memiliki sejumlah sertifikat internasional. Namun tim Sigi mendapati surat penolakan pemerintah kepada sebuah perusahaan mesin detoks. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Tentunya tidak semua diterima, alat terapi yang benar aja yang diberi lisensi dari pemerintah.
  
  Menurut dokter Farid W. Husain, Direktur Jenderal Pelayanan Medik Depkes, alat ini tidak bisa dikategorikan sebagai alat kesehatan. "Klinik-klinik itu pun tidak berizin," kata Farid.
  Di Jakarta klinik terapi ion memang tetap laris manis. Namun di berbagai kota di Jatim tak ada lagi klinik semacam itu yang masih beroperasi. Maklum Dinas Kesehatan setempat secara tegas telah melarang klinik detoks. Alasannya terapi ion masih diragukan manfaatnya dan alat seperti ini tidak teregistrasi di Depkes. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Kalau alat terapi tiruan ya bukan hanya masih diragukan manfaatnya tetapi memang tidak ada manfaatnya sama sekali. Dokter Aminuddin, anda memang luar biasa karena sudah banyak bukti bahwa pasien terbantu kesehatannya melalui terapi ini ( ingat, pasien yang sudah mendapat manfaatnya bukan dengan alat terapi tiruan ).
  
  Bahkan Kepolisian Wilayah Kota Besar Surabaya berkesimpulan terapi ini hanya bohong-bohongan belaka seperti hasil uji laboratorium biofisika Unair. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Ya jelas bohong-bohongan, tolak ukur produk kesehatan adalah menjadi sehat, kalau gak ada manfaatnya itu bohong. Pak Polisi, habisin semua alat terapi rakitan alias tiruan.
  
  Karena itu, kata Kapolwiltabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Anang Iskandar, polisi menuduh dan menjerat penjual dan pembuat alat ini dengan Undang-undang Kesehatan, dan UU Perlindungan Konsumen, serta UU Industri. "Polisi sudah menyita mesin terapi ion dari sejumlah klinik dan pabrik mesin detoks tak berizin," kata Anang. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Tangkap aja Pak pembuat alat terapi tiruan.
  
  Penutupan usaha terapi ion ini juga serempak dilakukan di kota lain. Di Lamongan para pemilik klinik detoks juga tak boleh beroperasi. Meski ada yang sembunyi-sembunyi membuka praktik, sejumlah pemilik menyatakan sangat dirugikan dengan pelarangan ini. Kendati kontroversial, Depkes mengaku tak punya kewenangan untuk menutup dan melarang klinik serupa yang kian menjamur di pusat perbelanjaan di sejumlah kota di Indonesia.(IAN/Tim Sigi)

Komentar : Ya jelas bohong-bohongan, tolak ukur produk kesehatan adalah menjadi sehat, kalau gak ada manfaatnya itu bohong. Pak Polisi, habisin semua alat terapi rakitan dan tiruan.
  
  Karena itu, kata Kapolwiltabes Surabaya Komisaris Besar Polisi Anang Iskandar, polisi menuduh dan menjerat penjual dan pembuat alat ini dengan Undang-undang Kesehatan, dan UU Perlindungan Konsumen, serta UU Industri. "Polisi sudah menyita mesin terapi ion dari sejumlah klinik dan pabrik mesin detoks tak berizin," kata Anang. TIDAK SEMUA YANG ELO DENGAR ITU BENAR ! Komentar : Tangkap aja Pak pembuat alat terapi tiruan.
  
  Penutupan usaha terapi ion ini juga serempak dilakukan di kota lain. Di Lamongan para pemilik klinik detoks juga tak boleh beroperasi. Meski ada yang sembunyi-sembunyi membuka praktik, sejumlah pemilik menyatakan sangat dirugikan dengan pelarangan ini. Kendati kontroversial, Depkes mengaku tak punya kewenangan untuk menutup dan melarang klinik serupa yang kian menjamur di pusat perbelanjaan di sejumlah kota di Indonesia.(IAN/Tim Sigi) Komentar : Anda tentunya sudah dapat membedakan mana alat terapi yang benar dan mana yang rakitan alias tiruan kan ?
  
  Ikuti ulasan alat terapi ion yang benar oleh para ahli pada hari Minggu tanggal 15 Oktober 2006 yang akan datang
  antara pkl. 11.00 -13.00 di SCTV







---------------------------------
Talk is cheap. Use Yahoo! Messenger to make PC-to-Phone calls.  Great rates starting at 1¢/min.

Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

Related Messages

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.