>
Insyaaloh di jakarta semoga saja bisa segera teratasi masalah
tersebut, sepertinya sejak sekolah diberlakukan dari hari senin
sampai dengan hari jumat dari jam 06.30- 14.45 bahkan para guru
sampai dengan jam 15.00 dilanjutkan siswa kegiatan ekstra
kurikuler didampingi guru pendamping ekskul selain guru pelatih
masing-masing ekskul sudah jauh lebih kondusif,amien.
dan ada strategi yang dipakai di yogyakarta dapat diadop juga
mudah2an jika sudah diberlakukan untuk pendampingan bagi satu
orang guru sebagai walikelas / pembimbing akademik untuk 16
orang siswa akan lebih teratasi, bekerjasama dengan guru
BK/Konselor segala permasalahan pribadi, sosial, belajar dan
karier. dengan pendekatan lebih mendekati individual.
saya berharap bapak ketua MKKS , membaca email ini ayo pak WID
saya tahu kok di jakarta sudah juga dicoba berbagai cara dan
sudah mulai jarang ada tawuran. siswa juga banyak berprestasi
baik akademik maupun non akademik dari kegiatan ekskul yang
bisa dikembangkan oleh masing-masing siswa dilatih guru
profesional dan didampingi oleh guru pendamping.Amien.
Untuk antisipasi hal-hal yang tak terduga,
Bagus juga di coba strategi yang sudah dijalankan di yogyakarta.
monggo bisa diadop he he he , nuwunsewu jika pulang kampung
nglewati yogya sumonggo mampir disekolah yang tertulis di email
tersebut untuk sekedar berbagi pengalaman ha ha ha tambah
sedulur
semoga sukses.AMIEN.
salam dari teman lama
bu YON
jakarta
Bravo SMA 6 Yogyakarta...
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> -----Original Message-----
> From: "radityo" <
mediacare@cbn....>
> Sender:
mudawijaya@yaho...
> Date: Tue, 27 Sep 2011 14:06:26
> To: <
media-jogja@yaho...>;
> <
mediacare@yaho...>;
> <
media-jakarta@yaho...>; <
wolu@yaho...>;
> <
mudawijaya@yaho...>
Reply-To:
>
mudawijaya@yaho...
> Subject: [namche] Kiat Memutus Generasi Tawuran
>
> Penulis : Ardi Teristi Hardi
>
> Jumat, 23 September 2011 20:48 WIB
>
>
>
>
>
> YOGYAKARTA--MICOM: SMA 6 Yogyakarta punya kiat tersendiri
> memutus generasi
siswa doyan tawuran. Barangkali layak
> dicoba di sekolah Jakarta, tapi nyata
bukan sekadar wacana.
>
>
> Sejak 2003, SMA 6 Yogyakarta mempunyai strategi yang
> kemudian disepakati
Poltabes (sekarang Polresta
> Yogyakarta). Sebelumnya, siswa SMA ini juga suka
tarung
> jalanan.
>
> Apa kiatnya. Pertama, siapa pun siswa yang berkelahi dan
> merugikan pihak
lain, mereka atau orang tua yang menanggung
> baik pengobatan maupun
penggantian materiil.
>
> Sekolah juga memberikan sanksi berat bagi siswa yang
> melanggar, termasuk
perkelahian. Sanksi paling berat
> dikembalikan ke orang tua.
>
> SMA 6 Yogya ini membina siswa dengan memberi tanggung jawab
> lebih kepada
para guru. Tiap-tiap guru mendampingi 14
> siswa.
>
> "Pendampingan tersebut terus hingga saat ini," ujar Wakil
> Kepala Sekolah
Urusan Kesiswaan, Sukarman Spd, di SMA N 6
> Kota Yogyakarta.
>
> Pendampingan mulai dari membimbing tingkah laku, budi
> pekerti, prestasi
akademik, dan nonakademik. Di samping
> itu, tugas wali kelas.
>
> Pembenahan melibatkan sekolah lain di lingkungan Kota
> Yogyakarta. Caranya,
mendirikan Forum Komunikasi Pengurus
> OSIS dan Musyawarah Guru Pembina OSIS.
> Dengan langkah tersebut, jumlah perkelahian yang sebelumnya
> menjadi tradisi
di Kota Yogyakarta menurun drastis.
> (OL-11)
>
>
>
>
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/09/23/262257/289/101/-Kiat-Memutus-G> enerasi-Tawuran
>
>
>
>
>
>
___________________________________________________________
indomail - Your everyday mail -
http://indomail.indo.net.id
opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.