opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

p : ppiindia@yahoogroups.com 2 June 2010 • 10:16AM -0400

[ppiindia] Siapakah itu Yahudi Zionis Israel ?
by rifky pradana

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP



Sebelumnya,
saya menyampaikan tulisan ini adalah bukan untuk mendeskriditkan suatu bangsa
atau haluan politik sebuah gerakan, yang juga sama-sama disusun oleh manusia
juga seperti kita.

Awalnya saya
hanya mengikuti sebuah tulisan dalam kompasiana ini. Saya perhatikan banyak
sekali komentar yang “sporadis”, tidak berdasar, dan mencerminkan
kekurangtahuan tentang bangsa Yahudi.

Dalam tulisan
ini, dalam rangka menghindari keberpihakan,  saya tidak akan menggunakan
dasar atau argumentasi dari Al Qur’an ataupun kitab suci agama lainnya,
dan mungkin tidak cocok untuk umat agama lain atau kaum atheis lainnya.

Yang jelas
saya mengungkap tentang Israil  berdasarkan dokumentasi Protokol Zionisme.

Harapan saya,
bahwa kita harus mawas diri dalam menghadapi Negara Israil, yang berhaluan
Zionis.

Mawas diri
bukan berarti kita mengucilkan, embargo, atau menjelek-jelekkan mereka. Di
antara sekian juta bangsa Yahudi, sebenarnya hanya beberapa orang saja yang
memperjuangkan dan berhaluan zionisme. Akan tetapi yang sedikit ini memegang
kekuasaan dan kendali politik Israil, sehingga seolah-olah semuanya “jahat”.
Padahal tidak begitu.


Zionisme ialah
gerakan orang-orang Yahudi yang bersifat ideologis untuk menetap di Palestina,
yakni di bukit Ziondan sekitarnya.

Walaupun Nabi
Musa AS tidak sampai pernah menginjakkan kaki beliau di sana, namun orang-orang Yahudi menganggap
Nabi Musa AS adalah pemimpin pertama kaum Zionis.


Untuk mencapai
cita-citanya, Zionisme membangkitkan fanatisme kebangsaan (keyahudian) ,
keagamaan dengan mempergunakan cara kekerasan untuk sampai kepada tujuannya.

Zionisme
memakai beberapa tipudaya untuk mengurangi dan menghilangkan sama sekali
penggunaan kata “Palestina”, yakni mengganti dengan perkataan-perkataan lain
yang berkaitan dengan sejarah bangsa Yahudi di negeri itu.

Digunakanlah
nama “Israel”
untuk negara yang telah didirikan oleh mereka, sebab Zionisme di Palestina
identik dengan kekerasan, kezaliman dan kehancuran.


Kaum Zionis
mengambil nama Israeladalah
untuk siasat guna mengelabui dan menipu publik, bahwa negara Israelitu
tidak akan menggunakan cara-cara yang biasa digunakan oleh kaum Zionis.

Pada hal dalam
hakikatnya secra substansial tidaklah ada perbedaan sama sekali antara Israeldengan Zionisme.

Israelsendiri berasal dari dua kata, isra
mempunyai arti hamba, dan ell berarti Allah.



Secara
substansial protokol Zionisme adalah suatu konspirasi jahat terhadap
kemanusiaan.

Protokol
berarti pernyataan jika dinisbatkan kepada para konseptornya, dan berarti
laporan yang diterima serta didukung sebagai suatu keputusan jika dikaitkan
pada muktamar di Bale, Switzerland, tahun 1897, yang
diprakarsai oleh Teodor Herzl.
.


Protokol-protokol
itu yang sebagai dokumen rahasia disimpan di tempat rahasia, namun beberapa
diantaranya dibocorkan oleh seorang nyonya berkebangsaan Perancis yang beragama
Kristen dalam tahun 1901.

Dalam
perjumpaan nyonya itu dengan seorang pemimpin teras Zionis di rumah rahasia
golongan Mesonik di Paris, nyonya itu sempat melihat sebagian dari
protokol-protokol itu.

Nyonya itu
sangat trperanjat setelah membaca isinya.

Ia berhasil
mencuri sebagian dari dokumen rahasia itu, yang disampaikannya kepada Alex
Nikola Nivieh, ketua dinas rahasia Kekaisaran Rusia Timur.



Sebagian kecil
dari protokol-protokol Zionisme itu akan disampaikan seperti berikut:

Manusia
terbagi atas dua bagian, yaitu Yahudi dan non-Yahudi yang disebut Joyeem, atau
Umami.

Jiwa-jiwa
Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka sajalah anak-anak Tuhan yang
suci-murni.

Kaum Umami
berasal-usul dari syaithan, dan tujuan penciptan Umami ini untuk berkhidmat
kepada kaum Yahudi.


Jadi kaum
Yahudi merupakan pokok dari anasir kemanusiaan sedangkan kaum Umami adalah
sebagai budak Yahudi.

Kaum Yahudi
boleh mencuri bahkan merampas harta benda kaum Umami, boleh menipu mereka,
berbohong kepada mereka, boleh menganiaya, boleh membunuh serta memperkosa
mereka.


Sesungguhnya
tabiat asli kaum Yahudi ini bukan hanya ada disebutkan dalam protokol dokumen
rahasia Zionis tersebut, melainkan ini adalah warisan turun temurun sejak cucu
Nabi Ibrahim AS dari jalur Nabi Ishaq AS ini mulai mengalami dekadensi (baca:
busuk ke dalam), yaitu sepeninggal Nabi Sulaiman AS.

Ini diungkap
dalam Al Quran (transliterasi huruf demi huruf): QALWA LYS ‘ALYNA FY ALAMYN SBYL
(S. AL ‘AMRAN, 75), dibaca: qa-lu- laysa ‘alayna- fil ummiyyi-na sabi-l (s. ali
‘imra-n), artinya: mereka berkata tidak ada dosa bagi kami terhadap orang-orang
ummi (3:75).


Protokol
Zionisme tentang faham jiwa-jiwa Yahudi dicipta dari jiwa Tuhan, hanya mereka
sajalah anak-anak Tuhan yang suci-murni, sangatlah menyimpang dari syari’at
yang dibawakan oleh Nabi MusaAS.

Mereka yang
menyimpang inilah yang dimaksud dengan almaghdhu-b, artinya yang dimurkai dalam
Surah Al Fa-tihah ayat 7.


Protokol-protokol
Zionisme itu merancang juklatnya dengan menye-barkan faham-faham yang
bermacam-macam.

Faham yang
mereka tebarkan berbeda dari masa ke masa. Suatu waktu mempublikasikan
sekularisme kapitalisme, suatu waktu menebar atheisme komunisme, suatu waktu
berse-lubung agnostik sosialisme.


Untuk
menebarkan pengaruh internasional, protokol-protokol itu antara lain berisikan
perencanaan keuangan bagi kerajaan Yahudi Internasional yang menyangkut mata
uang, pinjaman-pinjaman, dan bursa.

Media suratkabar adalah salah
satu kekuatan besar dan melalui jalan ini akan dapat memimpin dunia.

Manusia akan
lebih mudah ditundukkan dengan bencana kemiskinan daripada ditundukkan oleh
undang-undang.


Pada tahun
1902 dokumen rahasia Zionis itu diterbitkan dalam bentuk buku berbahasa Rusia
oleh Prof. Nilus dengan judul ‘PROTOKOLAT ZIONISME’.

Dalam kata
pengantarnya Prof. Nilus berseru kepada bangsanya agar berhati-hati akan satu
bahaya yang belum terjadi.

Dengan seruan
itu terbongkarlah niat jahat Yahudi, dan hura-hura pun tak bisa dikendalikan
lagi, dimana saat itu telah terbantai lebih kurang 10.000 orang Yahudi.

Theodor Herzl,
tokoh Zionis Internasional berteriak geram atas terbongkarnya Protokolat mereka
yang amat rahasia itu, karena tercuri dari pusat penyim-panannya yang
dirahasiakan, dan penyebar-luasannya sebelum saatnya akan membawa bencana.


Peristiwa
pembantaian atas orang-orang Yahudi itu mereka rahasiakan.

Lalu mereka
ber-gegas membeli dan memborong habis semua buku itu dari toko-toko buku.

Untuk itu, mereka
tidak segan-segan membuang beaya apa saja yang ada, seperti ; emas, perak,
wanita, dan sarana apa saja, asal naskah-naskah itu bisa disita oleh mereka.

Mereka
menggunakan semua pengaruhnya di Inggris, supaya Inggris mau menekan Rusia
untuk menghentikan pembantaian terhadap orang-orang Yahudi di sana.

Semua itu bisa
terlaksana setelah usaha yang amat berat.



Pada tahun
1905 kembali Prof. Nilus mencetak ulang buku itu dengan amat cepat dan
mengherankan.

Pada tahun
1917 kembali dicetak lagi, akan tetapi para pendukung Bolshvic menyita buku
protokolat itu dan melarangnya sampai saat ini.


Namun sebuah
naskah lolos dari Rusia dan diselun-dupkan ke Inggris oleh seorang wartawan suratkabar Inggris ‘The
Morning Post’ yang bernama Victor E.Mars dan dalam usahanya memuat berita
revolusi Rusia.

Ia segera
mencarinya di perpustakaan Inggris, maka didapatinya estimasi tentang akan
terjadinya revolusi komunis.

Ini sebelum limabelas tahun terjadi,
yakni di tahun 1901.


Kemudian
wartawan itu menterjemahkan Protokolat Zionis itu ke dalam bahasa Inggris dan
dicetak pada tahun 1912.

Hingga kini
tidak ada satu pun penerbit di Inggris yang berani mencetak Protokolat Zionis
itu, karena kuatnya pengaruh mereka di sana.

Demikian pula
terjadi di Amerika.

Kemudian buku
itu muncul dicetak di Jerman pada tahun 1919 dan tersebar luas ke beberapa
negara.

Akhirnya buku
itu diterjemah-kan ke dalam bahasa Arab, antara lain oleh Muhammad Khalifah
At-Tunisi dan dimuat dalam majalah Mimbarusy-Syarq tahun 1950.

Perlu diketahui,
bahwa tidak ada orang yang berani mempublikasikan Protokolat itu, kecuali ia
berani menghadapi tantangan dan kritik pedas pada koran-koran mereka,
sebagaimana yang dialami oleh penerjemah ke dalam bahasa Arab yang dikecam
dalam dua koran berbahasa Perancis yang terbit di Mesir.


Setelah
melalui proses yang amat panjang akhirnya pada 14 Mei 1948 silam, kaum Yahudi
memproklamirkan berdirinya negara Israel.

Dengan
kemerdekaan ini, cita-cita orang orang Yahudi yang tersebar di berbagai belahan
dunia untuk mendirikan negara sendiri, tercapai.

Mereka
berhasil melaksanakan “amanat” yang disampaikan Theodore Herzl dalam tulisannya
Der Judenstaat (Negara Yahudi) sejak 1896.

Tidaklah
mengherankan jika di tengah-tengah negara-negara Timur Tengah yang mayoritas
menganut agama Islam, ada sekelompok manusia yang berkebudayaan dan bergaya
hidup Barat.

Mereka adalah
para imigran Yahudi yang didatangkan dari berbagai negara di dunia karena
mengalami pembantaian oleh penguasa setempat.



Sejak awal Israelsudah
tidak diterima kehadirannya di Palestina, bahkan di daerah mana pun mereka
berada. Karena merasa memiliki keterikatan historis dengan Palestina, akhirnya
mereka berbondong-bondong datang ke Palestina.

Imigrasi
besar-besaran kaum Yahudi ini terjadi sejak akhir tahun 1700-an.

Akibat
pembantaian diderita, maka mereka merasa harus mencari tempat yang aman untuk
ditempati. Oleh Inggris mereka ditawarkan untuk memilih kawasan Argentina, Uganda, atau Palestina untuk
ditempati, tapi Herzl lebih memilih Palestina.


Herzl adalah
The Founding Father of Zionism. Dia menggunakan zionisme sebagai kendaraan
politiknya dalam merebut Palestina.

Kemampuannya
dalam melobi para penguasa dunia tidak diragukan lagi.

Sederetan
orang-orang terkenal di dunia seperti Paus Roma, Kaisar Wilhelm Jerman, Ratu
Victoria Inggris, dan Sultan Turki di Istambul telah ditaklukkannya.


Zionisme
adalah otak dalam perebutan wilayah Palestina dan serangkaian pembantaian yang
dilakukan Yahudi.

Dengan
berdatangannya bangsa Yahudi ke Palestina secara besar-besaran, menyebabkan
kemarahan besar penduduk Palestina.

Gelombang
pertama imigrasi Yahudi terjadi pada tahun 1882 hingga 1903. Ketika itu
sebanyak 25.000 orang Yahudi berhasil dipindahkan ke Palestina. Mulailah
terjadi perampasan tanah milik penduduk Palestina oleh pendatang Yahudi.

Bentrokan pun
tidak dapat dapat dihindari.

Kemudian
gelombang kedua pun berlanjut pada tahun 1904 hingga 1914.

Pada masa
inilah, perlawanan sporadis bangsa Palestina mulai merebak.


Berdasarkan
hasil perjanjian Sykes Picot tahun 1915 yang secara rahasia dan sepihak telah
menempatkan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris.

Dengan
berlakunya sistem mandat atas Palestina, Inggris membuka pintu lebar-lebar
untuk para imigran Yahudi dan hal ini memancing protes keras bangsa Palestina.

Aksi Inggris
selanjutnya adalah memberikan persetujuannya melalui Deklarasi Balfour pada
tahun 1917 agar Yahudi mempunyai tempat tinggal di Palestina.

John Norton
More dalam bukunya The Arab-Israeli Conflict mengatakan bahwa Deklarasi Balfour
telah menina-bobokan penguasa Arab terhadap pengkhiatan Inggris yang
menyerahkan Palestina kepada Zionis.


Pada tahun
1947 mandat Inggris atas Palestina berakhir dan PBB mengambil alih kekuasaan.

Resolusi DK
PBB No. 181 (II) tanggal 29 November 1947 membagi Palestina menjadi tiga
bagian.

Hal ini
mendapat protes keras dari penduduk Palestina. Mereka menggelar demonstrasi
besar-besaran menentang kebijakan PBB ini.

Lain halnya
yang dilakukan dengan bangsa Yahudi. Dengan suka cita mereka mengadakan
perayaan atas kemenangan besar ini.

Bantuan dari
beberapa negara Arab dalam bentuk persenjataan perang mengalir ke Palestina.

Saat itu pula
menyusul pembubaran gerakan Ikhwanul Muslimin di Mesir dan pembunuhan terhadap
Hasan al-Banna yang banyak berperan dalam membela Palestina dari cengkraman Israel.


Apa yang
dilakukan Yahudi dalam merebut Palestina tidaklah terlepas dari dukungan
Inggris dan Amerika.

Berkat dua
negara besar inilah akhirnya Yahudi dapat menduduki Palestina secara paksa
walaupun proses yang harus dilalui begitu panjang dan sulit.

Palestina
menjadi negara yang tercabik-cabik selama 30 tahun pendudukan Inggris.

Sejak 1918
hingga 1948, sekitar 600.000 orang Yahudi diperbolehkan menempati wilayah
Palestina.

Penjara-penjara
dan kamp-kamp konsentrasi selalu dipadati penduduk Palestina akibat
pemberontakan yang mereka lakukan dalam melawan kekejaman Israel.


Tahun 1956,
Gurun Sinai dan Jalur Gaza dikuasai Israel, setelah gerakan Islam di kawasan
Arab dipukul dan Abdul Qadir Audah, Muhammad Firgholi, dan Yusuf Thol’at yang
terlibat langsung dalam peperangan dengan Yahudi di Palestina dihukum mati oleh
rezim Mesir.

Dan pada tahun
1967, semua kawasan Palestina jatuh ke tangan Israel.

Peristiwa itu
terjadi setelah penggempuran terhadap Gerakan Islam dan hukuman gantung
terhadap Sayyid Qutb yang amat ditakuti kaum Yahudi.


Tahun 1977,
terjadi serangan terhadap Libanon dan perjanjian Camp Davidyang disponsori oleh mendiang Anwar Sadat dari Mesir.

Akhirnya pada Desember
1987, perjuangan rakyat Palestina terhimpun dalam satu kekuatan setelah sekian
lama melakukan perlawanan secara sporadis terhadap Israel.

Gerakan
Intifadhah telah menyatukan solidaritas rakyat Palestina.

Intifadhah
merupakan aksi pemberontakan massal yang didukung massadalam jumlah terbesar sejak tahun
1930-an. Sifat perlawanan ini radikal revolusioner dalam bentuk aksi massal
rakyat sipil.

Adanya kehendak kolektif untuk memberontak sudah tidak dapat ditahan lagi.

Untuk tetap
bertahan dalam skema transformasi masyarakat yang menghindari aksi kekerasan,
maka atas prakarsa Syekh Ahmad Yassin dibentuklah HAMAS (Harakah al-Muqawwah
al-Islamiyah) pada bulan Januari 1988, sebagai wadah aspirasi rakyat Palestina
yang bertujuan mengusir Israel dari Palestina, mendirikan negara Islam
Palestina, dan memelihara kesucian Masjid Al-Aqsha.


HAMAS
merupakan “anak” dari Ikhwanul Muslimin karena para anggotanya berasal dari
para pengikut gerakan Ikhwanul Muslimin.

Perlawanan
terhadap Israelsemakin
gencar dilakukan dan mengakibatkan kerugian material bagi Israelberupa
kehancuran pertumbuhan ekonomi, penurunan produksi industri dan pertanian,
serta penurunan investasi. Kerugian lainnya yaitu hilangnya ketenangan dan rasa
aman bangsa Israel.


Tidak ada manipulasi
sejarah yang lebih dahsyat dari pada yang dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa
Palestina.

Kongres Zionis
I di Basle merupakan titik balik dari sejarah usaha perampasan tanah Palestina
dari bangsa Arab.

Namun
hebatnya, para perampas ini tidak dianggap sebagai “perampok” tetapi malahan
dipuja sebagai “pahlawan” dan bangsa Arab yang melawannya dianggap sebagai
“teroris” dan penjahat yang perlu dihancurkan.



Salah satu
kunci untuk memahami semua ini ialah karena sejak Kongres I kaum Zionis sudah mengerti
kunci perjuangan abad XX yakni : diplomasi, lobi, dan penguasaan media massa.

Herzl sebagai
seorang wartawan yang berpengalaman dengan tangkas memanfaatkan tiga senjata
andal dalam perjuangan politik abad modern ini.

Sejak Kongres
I, dia sangat rajin melobi para pembesar di Eropa, mendekati wartawan, dan
melancarkan diplomasi ke berbagai negara.

Hasilnya
sungguh luar biasa. Zionisme lantas diterima sebagai gerakan politik yang sah
bagi usaha merampas tanah Palestina untuk bangsa Yahudi.


Tokoh-tokoh
Yahudi banyak terjun ke media massa,
terutama koran dan industri film.

Hollywoodmisalnya didirikan oleh Adolf Zuckjor bersaudara dan
Samuel-Goldwyn- Meyer (MGM). Dengan dominasi yang luar biasa ini, mereka
berhasil mengubah bangsa Palestina yang sebenarnya adalah korban kaum Zionis
menjadi pihak “penjahat”.


Apakah anda tahu
siapa yang menguasai kantor-kantor berita seperti Reuter, Assosiated Press,
United Press International, suratkabar Times dan jaringan telivisi terkenal dunia serta perusahaan film di
Holywood ?.

Semuanya
adalah bangsa Yahudi.

Reuter
didirikan oleh Yahudi Jerman, Julius Paul Reuter yang bernama asli Israel Beer
Josaphat.

Melalui
jaringan informasi dan media komunikasi massainilah mereka menciptakan image negatif terhadap Islam, seperti Islam
Fundamentalis, Islam Teroris, dan lain sebagainya.

Demikian
gencarnya propaganda ini, sampai-sampai orang Islam sendiri ada yang phobi
Islam.


Edward Said,
dalam bukunya Blaming The Victims secara jitu mengungkapkan bagaimana media massaAmerika menciptakan
gambaran negatif bangsa Palestina.

Sekitar 25
persen wartawan di Washington dan New Yorkadalah Yahudi, sebaliknya hampir tidak ada koran
atau TV Amerika terkemuka yang mempunyai wartawan Arab atau Muslim.

Kondisi ini
berbeda dengan media Eropa yang meskipun dalam jumlah terbatas masih memiliki
wartawan Arab atau muslim.

Dengan
demikian laporan tentang Palestina di media Eropa secara umum lebih “fair”
daripada media Amerika.


Edward Said
yang terkenal dengan bukunya Orientalism (Verso 1978), menguraikan apa yang
dilakukan kaum Zionis terhadap bangsa Palestina merupakan praktik kaum
Orientalis yang sangat nyata.

Pertama,
sejarah ditulis ulang, yakni Palestina sebelum berdirnya Israelialah : wilayah tanpa bangsa
untuk bangsa yang tidak mempunyai tanah air.

Kedua, bangsa
Palestina yang menjadi korban dikesankan sebagai bangsa biadab yang jadi
penjahat.

Ketiga, tanah
Palestina hanya bisa makmur setelah kaum Zionis beremigrasi ke sana.


Kemampuan
Yahudi dalam menguasai lobi-lobi di Amerika dan Eropa, tidak lepas dari kuatnya
dukungan finansialnya.

Ini tentu
tidak mengherankan, sebab mereka tidak mengenal halal dan haram, bisa
sebebas-bebasnya membuka perjudian kelas dunia, bisa membuka pelacuran
terhormat dan tidak terhormat kelas dunia, bisa memanipulasi valuta asing, dan
kebebasan lain, yang umat Islam tidak bisa melakukan karena kendala hukum halal
dan haram dalam Islam sendiri.

Jadi, bukan
mereka itu hebat, tetapi mereka dibolehkan untuk hidup semaunya sendiri, sehingga
tidak ada pantangan apapun.

*
Manifestasi Protokol Zionisme
http://sejarah.kompasiana.com/2010/06/02/manifestasi-protokol-zionisme/
*



Hampir
sembilan tahun lalu, saya mendapatkan dua buah buku sebagai hadiah dari seorang
teman.

Buku itu
berjudul The International Jew, yang ditulis
Henry Ford, dan Zionisme : Gerakan
Menaklukkan Dunia, yang
ditulis oleh ZA Maulani (almarhum).


Henry Ford,
pendiri dan pemilik perusahaan mobil Ford Amerika Serikat.

Dalam buku
yang sempat dimusnahkan Yahudi
AS itu, Henry Ford–yang membongkar kebusukan
lobi Yahudi, menyimpulkan,
untuk mencapai tujuannya kalangan Yahudi menggunakan cara-cara sesuai karakter
mereka, yakni : dominasi atau hancurkan !.


Ford semula
tidak begitu percaya keterlibatan Yahudi
Internasional dalam
berbagai peperangan dan peristiwa besar di dunia.

Ia melakukan
penyelidikan, menggali fakta-fakta, dan menyewa investigator.

Penyelidikan
Ford ini kemudian dikenal sebagai Jewish Question.

Dari
penyelidikan itu, Ford yakin tangan-tangan Yahudi
Internasional bermain
dalam berbagai peristiwa dunia. Dan, menurutnya, tangan-tangan itu harus
dipatahkan. ”Ancaman sesungguhnya bagi Amerika Serikat adalah
Yahudi terpelajar itu ”,
kata Ford.


Melalui Dearborn Independent, suratkabar kecil yang dibelinya di Michigan, Ford
menurunkan hasil investigasinya yang membeberkan kebusukan Yahudi Internasional
di Amerika.

Salah satu
temuan Ford adalah Protokol Zionis.

Dokumen ini
berisi strategi Yahudi Internasional menguasai dunia, politik internasional,
keuangan dan bisnis, media, dan juga budaya.


Publikasi
terhadap Protokol Zionis tersebut menuai kecaman. Ford dianggap Anti-Semit.
Dokumen itu oleh kalangan Yahudi dinilai palsu.

Ford tidak
ingin terjebak perdebatan asli atau palsu. Ia mengatakan, ”…dari apa
yang saya ketahui, semua yang terjadi sekarang ini di dunia, sesuai dengan isi
dokumen itu.”


Artikel-artikel
di suratkabar Dearborn Independent memicu kemarahan kalangan
Yahudi.

Mereka
menuntut Ford minta maaf. Bisnisnya dipersulit sampai mengalami krisis keuangan.

Dalam situasi
sulit itu, Ford dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan mobil secara misterius.


Pada 1977,
artikel-artikel Ford itu dibukukan dalam The International Jew.

Buku ini
sempat menjadi buku terlaris, terjual lebih dari 10 juta copy.

Kalangan
Yahudi memborong buku ini, membakarnya, merazia toko-toko buku, dan bahkan mencurinya di perpustakaan untuk dimusnahkan.


Kini, Yahudi Internasional diyakini tangannya telah merambah ke
seluruh dunia, ke segala kalangan.

Pengaruhnya
mendunia, mendominasi segala wacana.

Pengikutnya
pun menyebar kemana-mana, ke segala profesi dan strata sosial kemasyarakatan.

Pengikut,
disadari maupun tidak disadari. Pengikut langsung, ataupun tak langsung, bahkan
sekedar menjadi fans pengidola dari pengikut tak
langsungnya.


Tangannya
mengontrol segala peristiwa. Termasuk tak terkecuali, rentetan peristiwa dalam
rangka agenda menghancurkan Palestina.

Dimana dunia
Arab malahan hampir tidak melakukan apa-apa. Mereka hanya menjadi penonton
saja, saat Palestina dihancurkan.

Dan, kita yang
di sini pun juga disibukan dengan urusan politik dan pertengkaran antar kita-kita.


Jangan-jangan, kita ini sudah menjadi
bagian dari protokol itu?. Wallahualambishawab.

Bukan hal yang
tak mungkin, karena mereka sudah terbiasa ikut mengontrol proses dan menentukan
jalannya maupun hasil sebuah suksesi kepemimpinan di suatu negara.


Jangan-jangan, pemilu di negara kita
ini pun tak lepas dari peranan dan andil keikut sertaan kepanjangan tangan
mereka?. Wallahualambishawab.

Bukan hal yang
tidak mungkin, mengingat negara kita (berpenduduk muslim terbesar di dunia) serta kekayaan alam yang sangat melimpah ruah ini,
terlampau seksi untuk tak mereka perhatikan, terlalu berharga untuk mereka
lewatkan begitu saja.


Begitulah
beberapa kalangan meyakininya. Namun tentu tak kurang pula yang mencibirkannya,
dan menyanggahnya.

Pro kontra
yang wajar-wajar saja, akan tetapi perlu direnungkan oleh semua pihak suatu
kenyataan bahwa ‘…semua yang terjadi sekarang ini
di dunia, sesuai dengan isi dokumen itu.’


Tapi protokol
itu sendiri keberadaannya juga selalu dibantah oleh para penentang teori
tentang protokol. “Apakah masuk di akal bila memang ada semacam program
penguasaan dunia oleh kaum Yahudi, mereka
sampai sebodoh itu menuliskan dan menerbitkannya ?”.

Memang tidak
ada bukti Dokumen-Dokumen Protokol itu disampaikan selain dengan cara lisan oleh yang merumuskannya.

Dokumen
Protokol sebagaimana yang kini ada di tangan kita, nampaknya merupakan hasil
catatan dari ceramah-ceramah oleh seseorang yang turut mendengarkannya.
Beberapa di antaranya berupa uraian panjang lebar, dan beberapa lagi singkat.

Dokumen
protokol ini diketemukan pada masa kisaran tahun 1780-an kala polisi Bavariamenemukan
sesosok mayat yang mati tersambar petir.

Didalam
lipatan bajunya ditemukan seberkas dokumen yang menghebohkan, yang kemudian
dinamakan sebagai Dokumen
Protokol Zionisme.

Sebuah naskah
yang berisikan tentang agenda besar kaum yahudi untuk menguasai dunia.

Naskah tentang
sebuah hasil pemikiran mengerikan yang nyaris sempurna, manual yang memuat dasar teori, sasaran, metode pencapaiannya,
untuk mencapai ‘Kekuasaan Mendunia Kaum Yahudi’.

Dikemudian
hari sekitar tahun 1905-an, Protocol itu diterbitkan di Rusia oleh Prof. Nilus,
yang dikenal luas sebagai ‘Protokol dari para Pinisepuh Zionyang Bijak’ (The
Protocols of The Learned Elders of Zion).


Merujuk kepada
definisi dari Theodore Herzl tentang bangsa Yahudi sebagai ‘suatu perikatan yang bersatu karena adanya musuh bersama’. Yang dimaksud olehnya tentang ‘musuh bersama’ tidak lain ialah dunia non-Yahudi di luar mereka.


Apakah kaum Yahudi yang menyadari bahwa
masyarakatnya seperti yang dinyatakan oleh Theodore Herzl yang
pada hakekatnya adalah satu bangsa, akan
bersedia tetap bercerai-berai (dispersed) menghadapi kenyataan dunia yang ada?.

Nampaknya
sikap yang diambil orang Yahudi tidak akan seperti itu.

Protokol
Zionisme membantu mereka memberikan jawaban dan arahan kepada pertanyaan : Apakah kaum Yahudi memiliki suatu
sistem mendunia yang terorganisasi ?. Apa saja
kebijakan yang berkaitan dengan hal itu ?. Bagaimana
kebijakan itu diimplementasikan ?.


Pertanyaan-pertanyaan
tersebut di atas mendapat sorotan penuh di dalam Dokumen Protokol itu.

Siapa pun yang
menyusunnya, sangat menyiratkan bahwa ia memiliki pengetahuan yang sangat
mendalam tentang kodrat dan fitrah manusia, terutama
tentang simpul-simpul sensitif di ranah syahwatnya.

Juga tentang
sejarah, tentang seni kenegaraan.

Sebuah hasil
pemikiran yang sangat memukau, nyaris sempurna, dan sangat menakutkan karena
sasaran dan tujuannya yang telah dirumuskannya itu akan dicapainya dengan
menghalalkan segala macam cara dan upaya.


Dokumen Protokolnya
itu sendiri tidaklah teramat penting, tetapi kondisi dan sasaran yang
diperbincangkannya memiliki derajat kepentingan yang sangat tinggi.

Secara
definitif ada suatu daftar yang disusun meliputi kaum aristokrasi, pemodal, dan
pemerintah, yang menjadi sasaran pelaksanaan dari rencana tersebut.

Program itu
ditujukan kepada penduduk dunia yang disebut kaum Non-Yahudi (Gentiles).

Sebagian besar
dari tipe rencana-rencana liberal yang merusak itu ditujukan kepada daftar orang yang dikategorikan
sebagai penolong; rencana ini ditujukan untuk men-degenarasi-kan masyarakat agar mereka direduksi
kepada kondisi kebingungan, sehingga lebih mudah dimanipulasi.

Gerakan rakyat
yang dari jenis liberal akan didorong ke depan, semua falsafah yang merusak di bidang agama, ekonomi, politik, dan kehidupan rumah-tangga, akan disemai dan dikompori.

Semua itu
dengan maksud untuk men-disintegrasi-kan solidaritas sosial, melalui
kekacauan itu dijalankan, dan masyarakat akan dilibatkan ke dalam program destruktif itu bersamaan dengan disebarkannya kepalsuan falsafah .


Pertanyaan
yang biasa muncul pada tahapan ini adalah ‘apakah ada kemungkinan program
dalam dokumen Protokol yang dilaksanakannya itu akan dapat berhasil ?’.

Jawabannya, program itu bahkan pada beberapa bidang sudah berhasil, bahkan banyak tahapannya yang penting-penting telah menjadi kenyataan.

Hanya saja
keberhasilan itu tidak boleh sampai menimbulkan ketakutan, karena senjata utama
untuk melawan program semacam itu, baik bagian yang sudah dicapai maupun yang
belum dicapai, adalah publisitas yang jelas.


Untuk mencapai
hal itu, didalam Dokumen Protokol itu dijelaskan bahwa perlu untuk melakukan
dua hal : selalu
harus ada sekelompok orang yang menyambut setiap gagasan yang dilemparkan, hasilnya dapat dipastikan akan
selalu terjadi perpecahan sebagai akibat munculnya pertentangan pendapat
tentang gagasan itu antara berbagai kelompok.

Pengamatan
yang jeli akan dapat terlihat bahwa lebih dari separuh dari apa yang
dipropagandakan sebagaipendapat umum, ilmu-pengetahuan, bahkan apa yang disebut sebagai hukum ekonomi, itu tidak lain adalah propaganda
sistematis dari sekumpulan tepuk-tangan dan komentar-komentar yang telah
disewa.


Hal lainnya,
Dokumen Protokol juga menunjukan detil-detil bagaimana cara melemparkan gagasan yang kontroversial tidak boleh dibatasi pada hanya satu
gagasan, tetapi harus sejumlah gagasan yang kontroversial dilemparkan, yang
mengakibatkan tidak ada kesatuan pendapat di antara para penerimanya.

Ujungnya
adalah perpecahan serta keresahan yang meluas, dan itulah hasil yang dituju.


Hal itu
sejalan jika diambilkan salah satu contoh dari isi Protokol yang Kelima dan Ketujuh,

“Untuk
menguasai pendapat umum, yang pertama-tama diperhatikan ialah
pentingnya mengacaukan pendapat umum itu dengan cara menyampaikan beragam
pendapat yang saling bertentangan,…..ini kaidah yang pertama. Kaidah kedua, ialah upaya meningkatkan dan mengintensifkan persepsi tentang
kekurangan-kekurangan yang ada di dalam masyarakat, tentang kebiasaan yang berkembang, aspirasi, dan gayahidup, sehingga
ditumbuhkan kekesalan terhadap kehidupan yang memperlihatkan adanya kekacauan; akibatnya, masyarakat akan kehilangan
saling-percaya satu dengan lainnya. Langkah ini
akan membuahkan perbedaan pendapat pada semua pihak dan lapisan, mendisintegrasikan kekuatan kolektif
yang ada pada mereka, diiringi upaya menghilangkan atau
menekan prakarsa-prakarsa yang mungkin akan dapat menjegal usaha kita”.

“…Kita harus
memaksa pemerintahan non-Yahudi untuk menerima langkah-langkah yang akan
meningkatkan secara luas rencana yang telah kita buat yang telah kian dekat
dengan tujuannya dengan cara meletakkan tekanan pada pendapat umum yang telah
kita agendakan yang harus didorong oleh kita dengan bantuan apa yang dinamakan ‘kekuatan besar Pers’. Dengan sedikit pengecualian, tak perlu terlalu dipikirkan, kekuatan itu telah berada dalam
genggaman kita…”.


Hari ini,
Protokolat Zionis ini biasa dikenal berjumlah 24 butir, namun yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya
berisi 25 pasal.

Jika kita
berbicara tentang bagaimana membendung pengaruh dan daya kendali dari rencana
Protokolat ini, maka tak ada cara lain selain mengetahuinya,
mempublikasikannya, sehingga menjadi pengetahuan umum.

Konon hal ini
dulu pernah dilakukan oleh Perdana Menteri Malaysia, Datuk Mahathir Muhammad,
saat mundur dari jabatannya.

Beliau
mencetak buku yang berisi tentang Protokol Zionisme ini.

Sayangnya,
saya tidak mempunyai buku tersebut. Akan tetapi dari beberapa buku yang memuat
tentang hal itu, dapat disampaikan tentang pokok-pokok isinya, antara lain :

1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang
kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan ‘hasrat alami’ manusia ini.
Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada
masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik
atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan
untuk penguasa.

2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi
harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat,
maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya
dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah,
konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.

3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa
menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye
kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan
itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan
uang.

4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin
berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan
opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam
dunia politik.

5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang
diinginkan akan terlaksana.

6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita
harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai
tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau
menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar
yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.

7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk
kepentingan konspirasi. Massarakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring
rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.

8. Beberapa
sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral,
seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan
norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan
mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.

9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung.
Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar
tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah
bagi konspirasi untuk menguasainya.

10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi ‘tuhan’ bagi
rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah
berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun
sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.

11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret
negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan
dari kondisi ini.

12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang
yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.

13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang
Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi
(Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.

14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan
baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab
atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu
percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan
pahlawan dimata mereka.

15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada
konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan
menjadi kekuasaan turunan.

16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa
mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa
dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.

17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat
histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk
hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari
kehidupan.

18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massapanik. Konspirasi akan mengambil
keuntungan dari situasi itu.

19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi
setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan
keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian,
konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.

20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang
dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak
ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita
bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.

21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak
dilakukan.

22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling
mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh
fakir miskin.

23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil
melaksanakan programnya.

24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak
konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang
menyesatkan.

25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu
negara hingga negara tersebut hancur karenanya.


Sedangkan pada
buku yang lain lagi disebutkan, cuplikan dan beberapa kutipan dari naskah itu
antara lain adalah sebagai berikut :


Protokol
Pertama :

…Kemenangan dapat kita capai dengan lebih
mudah berdasarkan kenyataan bahwa dalam hubungan dengan masyarakat yang kita
inginkan, kita selalu bekerja pada simpul-simpul yang paling sensitive pada
pikiran manusia, yaitu pada urusan dana, pada aspek nafsu syahwat manusia, pada
keserakahan akan materi yang tidak pernah dapat dipuaskan; dan setiap kelemahan
manusia tadi bila diamati satu persatu cukup untuk melumpuhkan daya prakarsa,
karena semuanya itu terenggut dari diri mereka, karena ia telah menyerahkan
kemauan manusia kepada disposisi dia yang telah membeli kegiatan-kegiatannya,
yang pada dasarnya menjadi motor pendorong kegiatan kehidupan mereka…


…Kualitas luhur yang ada pada masyarakat
adalah kejujuran dan keterbukaan, merupakan peluang penting dalam politik,
karena sifat-sifat ini akan melengserkan secara pasti dan meyakinkan, melebihi
musuh paling kuat sekalipun. Sifat-sifat ini melekat pada kaum non-Yahudi; kita
sudah barang tentu tidak boleh dipimpin oleh mereka…


…Kita akan memaksa menaikkan upah, yang
sebenarnya tidak akan memberikan manfaat sedikitpun bagi kaum buruh, karena
pada saat yang bersamaan kita kanmenaikkan harga-harga keperluan utama, dengan berpura-pura berdalih bahwa
semuanya terjadi karena menurunnya hasil pertanian dan peternakan. Kita juga
dengan cantik dan dengan sunguh-sungguh harus merusak sumber-sumber produksi
dengan menanamkan gagasan anarki kepada kaum buruh, dan mendorong mereka untuk
mengkonsumsi minuman keras, dan dengan itu pada saat yang bersamaan mengambil
langkah-langkah untuk mengusir kaum intelektual non-Yahudi untuk meninggalkan
negerinya…


…Sejak masa kuno kita adalah orang pertama
yang meneriakkan kata-kata, kebebasan, persamaan, persaudaraan, diantara
manusia. Kata-kata itu telah berkali-kali diulang-ulang oleh beo kampanye
pemilihan umum, yang menhimpun orang untuk mendengarkan umpan ini, dengan mana
mereka telah meruntuhkan kemakmuran dunia dan kemerdekaan abadi yang sejati.
Orang non-Yahudi yang menyangka dirinya pandai dan cerdas tidak mengerti
perlambang dari kata-kata tadi, tidak mengamati kontradiksi maknanya, tidak
memperhatikan bahwa secara kodrati tidak ada persamaan…


…Kemerdekaan politik hanyalah sekedar idea,
bukan fakta. Adalah penting untuk memahami bagaimana mengetrapkan idea bilamana
ada kebutuhan untuk mendapatkan dukungan masyarakat terhadap suatu partai atau
seseorang, jika partai itu ingin mengalahkan partai lain yang tengah berkuasa.
Tugas ini menjadi lebih ringan bila pihak lawan telah dicemari oleh
prinsip-prinsip kebebasan, atau apa yang disebut liberalisme. Biasanya demi
sebuah idea ia akan bersedia menyerahkan sebagian dari kekuasaannya…


…Situasi seperti diatas tidak boleh sampai
diketahui secara premature oleh kaum non-Yahudi, kita harus memasang tirai
melalui usaha-usaha seolah-olah gerakan kita untuk membentuk kelas buruh dan
mempromosikan prinsip-prinsip ekonomi yang hebat; untuk maksud itu propaganda
yang aktif harus dijalankan dengan menggunakan teori-teori ekonomi kita itu…


…Diatas puing-puing reruntuhan aristrokrasi
kaum non-Yahudi, kita akan membangun aristrokrasi dari kalangan klas terdidik
kita, dan atas segenap aristrokrasi keuangan. Kita telah membangun basis bagi
aristrokrasi yang baru ini atas dasar kekayaan yang kita kendalikan, dan atas
dasar ilmu pengetahuan yang dibimbing oleh kaum bijak kita…


Protokol
Kelima:


…Untuk menguasai pendapat umum, yang
pertama-tama diperhatikan ialah pentingnya mengacaukan pendapat umum itu dengan
cara menyampaikan beragam pendapat yang saling bertentangan. Ini kaidah yang
pertama. Kaidah yang kedua ialah upaya meningkatkan dan mengintensifkan tentang
kekurangan-kekurangan yang ada didalam masyarakat, tentang kebiasaan yang
berkembang, aspirasi, dan gayahidup, sehingga ditumbuhkan kekesalan terhadap kehidupan yang memperlihatkan
adanya kekacauan; akibatnya, masyarakat akan kehilangan saling percaya satu
dengan lainnya. Langkah ini akan membuahkan perbedaan pendapat pada semua pihak
dan lapisan, mendistegrasikan kekuatan kolektif yang ada pada mereka, diiringi
upaya menghilangkan atau menekan prakarsa-prakarsa yang mungkin akan dapat
menjegal usaha kita…


Protokol
Ketujuh:


…Kita harus memaksa pemerintahan non-Yahudi
untuk menerima langkah-langkah yang akan meningkatkan secara luas rencana yang
telah kita buat yang telah kian dekat dengan tujuannya dengan cara meletakkan
tekanan pada pendapat umum yang telah kita agendakan yang harus didorong oleh
kita dengan bantuan apa yang dinamakan“kekuatan
besar” Pers. Dengan sedikit pengecualian, tak perlu terlalu dipikirkan, kekuatan itu
telah berada dalam genggaman kita…


Protokol
Kedelapan:


…Untuk sementara waktu sampai saat yang cukup
aman tiba untuk memberikan jabatan-jabatan pemerintahan kepada saudara-saudara
kita kaum Yahudi, kita akan mempercayakan jabatan-jabatan itu kepada mereka
yang track-record dan wataknya sedemikian rupa, yaitu adanya jurang yang lebar
antara mereka dengan rakyatnya…


…Kita akan mengepung pemerintahan yang ada
dengan para ekonom kita. Karena alasan inilah ilmu ekonomi menjadi mata
pelajaran utama yang dituntut dan diajarkan oleh kaum Yahudi. Kita akan
dikelilingi oleh galaksi yang terdiri dari para banker, industrialis,
kapitalis, dan terutama kaum milyuner, karena sebenarnya segala sesuatu akan
ditentukan oleh daya tarik kepada angka-angka…


Protokol
Kesembilan:


…Dalam kenyataan tidak ada yang merintangi
kita, Adi pemerintahan kita mempunyai status hukum yang luar biasa yang dapat
disebut dengan nama kediktatoran. Saya dengan sadar dapat menyatakan bahwa pada
waktu ini kita lah pencipta undang-undang. Kita membentuk peradilan dan
yurisprudensi. Kita memerintah dengan tekad yang kuat, karena partai-partai
yang kuat ada didalam genggaman tangan kita, sekarang kitalah yang berkuasa…


…Agar supaya tidak menghancurkan
intitusi-institusi kaum non-Yahudi sebelum waktunya, kita telah meletakkan
ikhtiar dan menggenggam pegas mekanisme mereka. Mekanisme itu semula ada dalam
keadaan kuat dan tertib, tetapi kita telah mengantikannya dengan sesuatu
administrasi bebas yang membuatnya kacau. Kita telah melakukan campur tangan
terhadap yurisprudensi wiralabanya, persnya, kebebasan pribadinya, dan yang
paling penting, pendidikan dan budayanya yang merupakan soko guru dari
eksistensi yang bebas…


…Kita telah menyesatkan, membuat mereka
terpana, dan mendemoralisasikan generasi muda kaum non-Yahudi melalui
pendidikan tentang prinsip-prinsip dan teori-teori yang bagi kita merupakan
hal-hal yang palsu, yang telah kita jadikan inspirasi bagi mereka. Diatas hukum
yang berlaku, tanpa perubahan yang sesungguhnya, kita telah mendistorsikannya
dengan interpretasi yang kontraproduktif, kita telah menciptakan sesuatu yang
mengagumkan dilihat dari hasilnya…


Protokol
Kesebelas:


…Tuhan telah melimpahkan karunia kepada kita,
umat-umat pilahan-Nya, suatu Rahmat, yang nampak seolah-olah seperti kelemahan
kita, padahal sebenarnya merupakan kekuatan kita, itulah yang telah membawa
kita ke serambi penguasaan atas seluruh dunia…


Protokol
Keduabelas:


…Kita telah menguasai pers pada saat ini
sampai ke tingkat dimana semua berita disalurkan melalui kantor-kantor berita
kita kesemua bagian dunia. Kantor-kantor berita ini berdasarkan tujuan dan
maksudnya menjadi institusi kita dan akan menyiarkan hanya yang kita izinkan…


…Pers kita akan mengekpos masalah-masalah
pemerintahan dan keagamaan dan tentang ketidakbecusan kaum non-Yahudi, dengan
menggunakan istilah-istilah yang melecehkan sedemikian rupa, sehingga mendekati
penghinaan, keahlian yang sudah lama dikenal dikalangan kaum kita…


…Kita akan menangani pers dengan cara sebagai
berikut:


(1) Kita harus menungganginya dan
mengendalikannya dengan ketat. Kita juga harus melakukan hal yang sama dengan
barang cetakan, karena kita perlu melepaskan diri kita dari serangan-serangan
pers, kalau kita tetap terbuka terhadap kecaman melalui famlet dan buku-buku.


(2) Tak boleh satupun pernyataan sampai ke
masyarakat diluar pengawasan kita. Kita telah mencapai hal itu pada saat ini
sampai pada suatu tingkatan dimana semua berita disalurkan melalui
kantor-kantor berita yang kita kendalikan dari seluruh bagian dunia.


(3) Literatur dan jurnalisme merupakan dua
kekuatan pendidikan yang sangat penting, dan karena itu pemerintah kita akan
menjadi pemilik sebagian besar dari jurnal-jurnal yang ada. Kalau ada sepuluh
jurnal swasta, maka kita harus memiliki tiga puluh jurnal milik kita sendiri,
dan seterusnya…


…Hal ini tidak boleh sampai menimbulkan
kecurigaan di masyarakat, karena alasannya semua jurnal yang kita terbitkan
akan diluar kecenderungan dan pendapat yang paling kontroversial, jadi kita membangun
kepercayaan pada masyarakat dan menarik perhatian lawan-lawan kita yang tidak
mencurigai kita, dan akan masuk perangkap kita dan membuat mereka tidak
berbahaya…


Protokol
Ketigabelas:


…Persoalan kebijakan, bagaimanapun juga tidak
diizinkan kepada siapapun juga kecuali mereka yang merumuskan kebijakan itu dan
telah mengarahkannya selama berabad-abad…


…Sementara memberi kuliah kepada kaum
non-Yahudi, kita harus menjaga masyarakat dan agen-agen kita dengan ketaatan
yang tidak boleh diragukan. Rencana administrasi harus memancar dari satu
pikiran tunggal. Oleh karena itu meskipun kita boleh mengetahui rencana
aksinya, tetapi kita tidak boleh mendiskusikannya, jika tidak kita akan
menghancurkan wataknya yang unik. Karya inspirasi dari pemimpin kita oleh
karenanya tidak boleh dilemparkan kepada massauntuk dirobek-robek menjadi serpihan-serpihan, bahkan juga kepada kelompok
terbatas sekalipun…


…dan engkau juga boleh memperhatikan bahwa
kita mencari persetujuan, bukan terhadap tindakan-tindakan kita, tetapi
terhadap tutur kata kita yang diucapkan dalam hubungan satu dan lain persoalan.
Kita selalu mengumumkan secara terbuka bahwa kita dibimbing dalam setiap
tindakan kita dengan harapan dan keyakinan bahwa kita bekerja untuk kebajikan…


Protokol
Keempatbelas:


…Bila kita telah menjadi penguasa kita harus
memandang sebagai hal yang sama sekali tidak dikehendaki keberadaan agama-agama
lainnya kecuali agama kita; menyatakan hanya ada satu Tuhan yang oleh
takdir_Nya kita telah ditentukan sebagai “umat pilihan”, dan yang melalui
takdir-Nya pula nasib kita menyatu dengan masa depan dunia. Karena alasan
inilah kita harus menghancurkan semua agama lainnya. Kalau ada muncul atheisme
kontemporer, sebagai langkah transisi paham ini tidak akan menghalangi tujuan kita…


…Dalam divergensi ini antara kaum non-Yahudi
dengan kita, dalam kemampuan berfikir dan mengembangkan nalar harus dilihat
dengan jelas alasan mengapa kodrat menetapkan kita sebagai “umat pilihan”,
sebagai manusia yang memiliki derajat lebih tinggi, yang membedakan kita dengan
kaum non-Yahudi yang memiliki hanya naluri dan pikiran hewani. Mereka mengamat,
tetapi mereka tidak mampu melihat kedepan, dan meraka tidak mampu menciptakan
apapun (kecuali mungkin hal-hal yang bersifat material) dari sini jelas bahwa
alam sendiri telah mentakdirkan kita untuk menguasai dan membimbing dunia…


…Dinegara-negara yang disebut maju, kita
telah menciptakan literature yang tak berperasaan, jorok, dan memuakkan. Segera
setelah kita memegang kekuasaan, kita akan makin mendorong kehadiran literature
semacam itu, sehingga mereka akan memperlihatkan secara lebih kontras antara
tulisan-tulisan media mereka dengan pernyataan-pernyataan tertulis maupun lisan
yang datang dari kita…


Protokol
Kelimabelas:

…Dibawah pengaruh kita, pelaksanaan hukum kaum non_yahudi harus dapat
diredusir seminim mungkin. Penghormatan kepada hukum harus dirongrong dengan
cara interpretasi sebebas mungkin sesuai dengan apa yang telah kita perkenalkan pada
bidang ini. Pengadilan akan memutuskan apa yang kita dikte, bahkan dalam
kasus-kasus yang mungkin mencakup prinsip-prinsip dasaratau isu-isu politik melalui jalur
pendapat suratkabar dan jalur lainnya…


Protokol
Ketujuhbelas:


…Kita telah lama menjaga dengan hati-hati
upaya mendiskreditkan para rohaniawan non-Yahudi dalam rangka menghancurkan
misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita.
Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari. Kebebasan
hati nurani yang bebas dari faham agama telah dikumandangkan diaman-mana.
Tinggal masalah waktu maka agama-agama itu akan bertumbangan…


Akhirulkalam, amat menarik.

Sebuah naskah
dari hasil sebuah pemikiran yang ditulis hampir 100-200 tahun yang lalu, yang
jika dilihat berdasarkan atas situasi dan kondisi sekarang ini, dapat dikatakan
bahwa terbukti sama dengan program yang ditulis pada naskah tersebut.

Sungguh
bagaikan nujum karya Ronggowarsito,atau serupa dengan ramalan jongkonya Joyoboyo.

Akan tetapi,
Protocol Zionisme ini bukanlah suatu naskah nujum atau ramalan masa depan, namun naskah ini adalah
sebuah ‘manual’ yang berisikan ‘program’, bahkan menunjukan detil-detil
bagaimana cara mencapai sasaran dan tujuannya.

Tak ada kata
lain yang dapat mewakili rasa kekaguman dari yang pernah membacanya, selain, luar
biasa !.


Wallahulambishshawab.

*
Protokol Zionisme
http://umum.kompasiana.com/2009/07/30/protokol-zionisme/
*



Kerumunan massaberjubel dengan meneriakkan jargon-jargon keadilan
di beberapa sudut jalan Jakartasaat ramainya
masa kampanye beberapa waktu lalu, berberapa spanduk mereka tunjukkan sebagai
aksi expressive penolakan bentuk kekejaman negara Israeldalam serangannya Ke Gaza
pada tahun 2009 silam.

‘Save Palestine’, ‘Zionism Destroy Humanity: Act Now’, kemudian (spanduk) ‘One Man One Dollar to Save Palestine’,
memenuhi mayoritas tulisan-tulisan spanduk pada aksi demonstrasi yang dilakukan
oleh komunitas Partai Keadilan Sejahteraini.


Walau aksi ini dianggap kalangan tertentu
sebagai pemanfaatan tragedi kemanusiaan dalam meraih simpati publik dalam masa
kampanye politik, namun sang pemimpin partai dengan gagah
berani tetap istiqamah dalam meneriakkan aksi dukungan pada pejuang kemanusiaan
Palestina, mengingat aksi ini adalah salah satu bentuk manifestasi dari salah
satu misi partai.

Yaitu ikut memberikan
kontribusi positif dalam menegakkan keadilan dan menolak kedhaliman khususnya
terhadap negeri-negeri muslim yang tertindas.


Mereka (Partai
Keadilan Sejahtera) dengan jelas mengecam serangan Israel ke jalur
Gaza, Palestina yang menewaskan lebih dari 1000 orang serta menewaskan lebih
dari 220 anak-anak telah terbunuh sejak Operasi Cast Lead dilancarkan pada 27
Desember,

menurut Ketua Layanan Darurat
Gaza Moawiya Hassanein ini. Mereka dengan sigap menginstrusikan para
calegnya untuk menyisihkan sebagian dana kampanye untuk disumbangkan ke
Palestina, sebagai langkah kongret dukungan.


Saat Bapak
Pemimpin Partai ini diwawancarai oleh media tokoh partai yang terkesan sangat apresiatif terhadap nilai-nilai
kemanusiaan ini mengatakan :

“Insya Allah
kita akan menghidupkan kembali‘one man one dollar to save Palestine’,” ujar Presiden PKS, Tifatul Sembiring


Mengenai
pernyataan Presiden Amerika Serikat George W Bush, yang mendukung serangan Israel. Tifatul
mengatakan, Amerika juga berada di balik ketidakjelasan nasib Palestina selama
ini.

“Bush sudah
ditolak oleh pemerintah internasional, Bush jangan bicara sepotong-potong.
Siapa yang merusak perjanjian dari awal. Siapa yang memecah belah antara Hamas
dan Fatah. Bertahun-tahun bantuan diboikot, suplai listrik ke Palestina
dilarang,” kecamnya.


Alhamdulillah, Bapak yang terkesan sangat aktif
dalam memperjuangkan nasib rakyat Palestina yang disudutkan oleh media asing
tersebut, akhirnya diamanahkan untuk menduduki salah satu posisi penting di
Kabinet Indonesia Bersatu season II.

Sebagai
Menteri Komunikasi dan Informasi, beliau memiliki program yang visioner untuk
meningkatkan kompetensi BUMN yang sering dikatakan tidak profesional oleh
kalangan tertentu.

Salah satu
program adalah membenahi sistem IT dalam PT. TELKOMSEL.


Namun ada yang
aneh dalam proses ini….

Adadua musuh kemanusiaan yang turut serta
dalam proses program yang sangat mulia tersebut…

Hal ini
seperti yang dilansir oleh Gatra Nomor 11 Beredar Kamis, 21
Januari 2010


Lalu Siapa Covergyst :


Convergyst adalah perusahaan asal Israelyang selama ini berpengalaman menangani tagihan existing, didirikan tahun 1991,
headquarter terletak di Israel

Dan siapa Amdocs tersebut,


Secara historis,
Amdocs adalah perusahaan yang didirikan di Israeloleh Aurec Group, sebuah
korporasi bisnis milik milyarder Yahudi, Morris Kahn. Ia termasuk 10 besar
orang terkaya di Israel.

Di sumber lain, topeng Amdocs
sedikit tersingkap :


Amdocs is a
provider of software and services for billing, customer relationship management
and operations support systems. It is reported as having a turnover of 2.8
billion dollars in 2007, and is a key player in the Israeli economy, encouraged
and supported by the Israeli government. Amdocs has over a quarter of its
workforce in Israeland has declared its support for the so-called ’security’ policies of the Israeli
government.

Seperti yang
dilansir oleh media. Indikasi bahwa Amdocs adalah perusahaan Israelyang memangku kepentingan negara zionis itu terlihat pada jajaran direksi.

Terungkap di
situs www.reuter.com, beberapa direktur Amdocs tercatat pernah menduduki pos
penting di Pemerintah Israel.

Ayal Shiran,
yang menjabat sebagai Senior Vice President dan Head of Customer Service
Business Group Amdocs Limited sejak 2008, adalah jebolan Angkatan Udara Israel.

Ia bertanggung
jawab atas proyek pengembangan sistem komputer untuk jet tempur F-15 dan
pengembangan perangkat lunak untuk F-15 di Boeing.

Sedangkan Zohar
Zisapel yang menduduki kursi dewan direksi Amdocs sejak Juli 2008 dan kini
menjadi kepala komite inovasi dan teknologi pernah mengenyam karier di
Departemen Pertahanan Israel dari 1978 hingga 1982.

Ia juga menjadi
Ketua Asosiasi Industri Elektronik Israeldari 1998 hingga 2001.


Di beberapa
negara, kehadiran Amdocs sempat diboikot lantaran dianggap sebagai kaki tangan
Pemerintah Israel.

Di Irlandia, misalnya, beberapa politikus mengirim
petisi agar Eircom selaku perusahaan “halo-halo” nasional negeri itu menolak
proposal yang diajukan konsorsium pimpinan IBM, lantaran konsorsium tersebut
membawa serta Amdocs untuk menangani billing system.

“Konsorsium
yang menggandeng Amdocs kami persilakan mundur dari kontrak dengan Eircom.
Sebab perusahaan itu penyokong kebijakan pertahanan Israel, yang membunuh 1.400
orang Palestina dalam invasinya ke Jalur Gaza,” ungkap Kevin Squire, juru bicara Kampanye
Solidaritas Palestina-Irlandia (IPSC) dan Gerakan Anti-Perang Irlandia


Apakah Bapak pejuang kemanusiaan yang
begitu lantang berkata “Save Palestina”, “Zionism Destroy Humanity: Act Now’
dan jargon-jargon pertentangan lain untuk korban anak-anak Israelyang terbunuh, dan korban para perempuan
yang tak berdaya, sudah melupakan perjuangannya karena empuknya ToyotaRoyal Crown
Saloon…., dan sejuknya AC ruangan eksklusif Menteri, Ya…Allah semoga
tidak ?


Untuk itu
izinkan saya kembali merestore ingatan Bapak tentang kekejaman sebuah negara
yang dinamakan Israel:

pada tanggal 15
Januari tentara-tentara Israel menyuruh seorang bocah lelaki berusia 11 tahun
untuk berjalan di depan mereka selama berjam-jam saat tentara-tentara Zionis
itu masuk ke kota Tal al-Hawa dalam rangka menamengi para tentara yang lengkap
dengan persenjataan mutkhir dari para sniper, ck..ck, sangat pengecut.

lihat link ini supaya Bapak
dapat lebih jelas dalam melihat kebrutalan ini

Dalam penyelidikan awal yang dilakukan oleh Mazlumder, kelompok kemanusiaan asal Turki,
mencatat seluruh infrastruktur di Gaza telah dihancurkan, tubuh manusia
terkubur oleh bom fosfor, gedung Universitas islam Gaza,
laboratorium-laboratorium penting, pusat-pusat perbelanjaan, sekolah-sekolah
PBB, Masjid-Masjid, ambulan, dan gedung pemerintahan telah hancur semua”

Pelapor khusus
hak asasi manusia di wilayah Palestina, Richard Falk menyampaikan laporan tersebut ke Dewan HAM PBB di Jenewa
Dalam laporan setebal 43 halaman, Falk menyatakan bahwa tentara-tentara Zionis
Israel telah dengan sengaja mengurung warga sipil di Jalur Gaza di tengah zona
perang. Tentara-tentaraIsraelmelarang warga sipil meninggalkan Gazaselama perang 22
hari berlangsung. dan menyerang gudang cadangan makanan warga.

Pada saat
perang, di Palestina adalah sebuah neraka, tidak ada tempat aman, bahkan kantor
UN disana pun dihujam dengan bom berjenis white phosphorus shells, tidak hanya
gedung UN bahkan fasilitas kesehatan pun menjadi target operasi pembantaian
negara Israel, jadi ini bukanlah dimanakan peperangan tapi sebuah pembantaian
manusia.

Dalam situs lain


Israelhas also come under fire for the use of
white phosphorous - a chemical weapon which is deemed illegal to use against
military or civilian targets by international law - and depleted uranium during
the conflict. The use of such weapons has been allegedly linked to a rise in
birth defects among the Gazan population,

Hebat sekali,
bahkan bayi yang belum dilahirkan dan belum dikandung pun sudah disiapkan untuk
dibunuh, sebuah usaha yang sangat cerdik dalam memusnahkan sebuah peradaban.


Wahai Bapak pejuang kemanusiaan, apakah
kita akan menjadi salah satu negara ‘penyumbang” dan pendukung berbagai bentuk
pemusnahan dan kekejian ini….

Dan kabar
baiknya bukan hanya itu, bukan hanya masalah kemanusiaan, apakah kita rela
mengorbankan informasi sensitif negara kita kepada negara parasit ini, seperti
yang pernah terjadi di negaranya penjunjung kapitalis Amerika serikat.
Dilansir oleh

Laporan mendalam Richard H Curtiss yang dikeluarkan Washington Post edisi Juni
2000, sempat menyeret nama Amdocs dalam kasus penyadapan telepon di gedung
putih.

Dalam laporan
Richard H Curtiss, ia menyebutkan penyadapan telepon dan pencurian data-data
penting intelijen AS oleh anggota Mossad sebagai bagian dari aksi spionase.

Lantas apa
hubungannya dengan Amdocs ?.

Aksi-mata-mata
yang dilakukan Israelterhadap Amerika Serikat tersebut diduga melibatkan seorang karyawan Amdocs
yang ketika itu menjadi subkontraktor pada program billing telepon untuk CIA.

Karyawan pria
yang diduga anggota intelijen Israel Mossad tersebut memiliki seorang istri
yang bekerjad di kedutaan Israel di Washington.


Dikatakan Tifatul, Indonesiamemang tidak punya hubungan diplomatik dengan Israel. Karena itu, Indonesiatidak memiliki hubungan dagang dengan Israeldan tidak ada kantor perdagangan Israel di Indonesia.

“Tapi, kalau berdomisili di Amerika Serikat,
meski sahamnya dimiliki orang Israel, sulit ditolak kehadirannya di sini,”
ujar mantan Presiden PKS itu.


Memang saya
inilah yang bodoh dan kurang mengerti namun ada beberapa hal yang ingin saya
tanyakan….


Dimana jelas-jelas media internasional
yang bahkan organisasi kemanusiaan Irlandia pun menentang hubungan dengan
perusahaan Israelini,
mengapa Indonesiadengan mayoritas terbesar penjunjung tinggi nurani ini dengan sila pancasilanya
“kemanusiaan yang adil dan beradab” ini rela bahkan menawarkan diri untuk
ditunggangi oleh Negara pengoyak kemanusiaan, apakah pernyataan tersebut hanyalah
sebuah tulisan tanpa makna?

Dimana jelas-jelas berbagai pelanggaran
kemanusiaan dilakukan oleh negara ini dalam menjalankan prinsip bahwa mereka
adalah umat pilihan, berapa banyak keluarga yang dibunuh oleh pasukan negara
bonekanya di Irak, Afganistan dan negara belahan lain, hanya karena alasan yang
tidak dapat dibuktikan?

Apa tidak memikirkan bahwa dengan
presentasi terbesar karyawannya yang berada di Israel, maka Israel sendiri
memanen devisa dari GNP yang diperolehnya dari belahan negara lain dan secara
tidak langsung digunakan untuk cadangan “devisa” guna menyiapkan proses
penyiksaan umat manusia di Palestina dalam peperangan berikutnya… ?

Apa kita begitu rendahnya hingga
bersedia melacurkan aib negara kita sendiri untuk dimanfaatkan oleh negara
parasit tersebut, untuk membantu mereka menyusun sketsa target rakyat negara
ini sebagai korban pembunuhan dan kekejian di masa mendatang?


Mohon
penjelasan Partai Keadilan Sejahtera, dan Bapak Pembela Kemanusiaan, Ustadz
Tifatul Sembiring…


silahkan buka google-image, lalu
type Gaza,


lalu lihat
yang anda dapatkan bandingkan dengan
ketika anda ketik Indonesia.


NOTE:


1. Kejahatan
Kemanusiaan bukan hanya harus diperjuangkan oleh segelintir komunitas atau
kalangan tertentu, namun seluruh mahkluk yang dinamakan manusia, dalam proses
yang disebut self-reflection.
Seperti yang dituliskan oleh Dina Y.Sulaeman (pengkaji masalah Tim-Teng),
Mengapa Kita -apapun
agamanya-Harus Dukung Palestina?

2. Tulisan ini
sama sekali tidak dimaksudkan untuk menyudutkan, menghina, atau menghujat
pihak2, organisasi atau individu tertentu, hanya sebuah sebagai pemaparan untuk
sebuah pertimbangan oleh otoritas pengambil keputusan, dan agar kita selalu
mengambil hikmah dibalik sebuah kejadian.

Seperti halnya
terjemahan Hadits Rasulullah :
Abdullah bin Umar RA mengatakan, Rasulullah SAW bersabda:
“Orang muslim adalah saudara bagi saudaranya yang lain,
tidak berbuat zalim kepadanya dan tidak menghinakannya. Barang siapa peduli
pada kebutuhan saudaranya, maka Alloh akan memenuhi kebutuhannya. Barang siapa
menghilangkan kesusahan seorang muslim, maka Alloh akan menghilangkan
kesusahannya pada hari kiamat kelak. Dan barang siapa menutup aib seorang
muslim, maka Alloh akan menutup aibnya pada hari kiamat kelak. ( Hadits Riwayat Mutafakkun ‘Alaih)

*
Selamat Datang Israel, Hanya Ini
yang Bisa Kami Suguhkan..
http://politik.kompasiana.com/2010/02/02/selamat-datang-israel-hanya-ini-yang-bisa-kami-suguhkan/
*



Menurut
rencana, PKS (Partai Keadilan Sejahtera) pada tanggal 16 s/d 20 Juni 2010 akan
menyelenggarakan Munas (Musyawarah Nasional) di Jakarta.

Munas PKS ini
mengagendakan pemilihan Presiden baru PKS beserta staf Kabinetnya. Walau, konon
menurut kabarnya, sampai dengan saat ini belum jelas siapa saja kandidatnya.

“PKS punya tradisi sendiri dalam memilih pemimpin,
pemimpin adalah orang yang dimusyawarahkan Majelis Syuro”, kata
Yudi Widiana, Sekretaris Panitia Pengarah Munas PKS.


Munas bertema
‘PKS untuk Semua‘ yang
menurut rencana akan berlangsung selama 5 hari itu, telah ditetapkan tempat
penyelenggaraannya, yaitu di The Ritz CarltonPacific Place.

“Kita ingin meningkatkan citra partai”,
kata Yudi Widiana, saat memberikan dasar pertimbangan dan alasan pemilihan
hotel yang rata-rata tarif kamarnya itu berkisar 300-an USD per malam itu
sebagai tempat Munas PKS.

“Ruang serba guna hotel ini dipilih karena kapasitasnya
yang sanggup menampung 8.000 orang”, kata Yudi Widiana melengkapi
dasar pertimbangan dan alasan pemilihan hotel termewah di Jakartaitu.


Munas yang
menurut kabar akan menelan biaya lebih dari Rp. 10 Miliar itu pembiayaannya
akan ditanggung secara gotong royong oleh para kadernya yang duduk sebagai
anggota di lembaga legislatif.

“Dana ini dibebankan kepada anggota PKS yang menjadi
anggota DPR dan DPRD”, kata Yudi Widiana saat menjelaskan sumber
pendanaan penyelenggaraan Munas.


Berkait dengan
itu, maka PKS mencetak sejarah baru menjadi parpol yang pertama kali
menyelenggarakan Munasnya di di hotel super mewah, The Ritz Carlton Jakarta.


Beberapa saat
yang lalu pada bulan Oktober 2009, partai Golkar hanya memanfaatkan The Ritz
Carlton ini untuk acara pelantikan pengurus DPP, sedangkan penyelenggaraan
acara munasnya bertempat di Pekanbaru.


Namun menurut
Menkominfo yang berasal dari kader PKS, Tifatul Sembiring, penyelenggaraan
Munas PKS yang bertempat di Hotel Ritz-Carlton itu adalah hal yang biasa saja.

“Itu murah meriah. Ritz-Carlton
habis bom kemarin (17 Juli 2009) paling
murah”, kata Tifatul Sembiring yang mantan Presiden PKS.


Akhirulkalam, semakin hari memang PKS terlihat
semakin sejahtera.

Semoga dengan
semakin sejahtera itu tidak menjadikan lupa bahwa berdasarkan nama partainya
itu kata ‘keadilan’ berada
didepannya kata ‘sejahtera’,
bukan kata ‘sejahtera’ yang
berada didepannya kata ‘keadilan’.

Wallahulambishshawab.

*
PKS Makin Sejahtera
http://politik.kompasiana.com/2010/05/14/pks-semakin-sejahtera/
*


      

[Non-text portions of this message have been removed]


Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

Related Messages

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.