opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

p : ppiindia@yahoogroups.com 21 January 2008 • 4:59PM -0500

[ppiindia] Membentengi Generasi Muda dari Teroris
by Nugroho Dewanto

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP






Membentengi Generasi Muda dari Teroris

16-December-2005
Center for Moderate Muslim Indonesia
No. 104 Th. III Jum'at 1, 30 Syawal 1426 H/2 Desember 2005 M

Membentengi Generasi Muda dari Teroris

Mohammad Abu Haqqi

Dr. Azahari sebagai gembong teroris nomor satu yang menjadi dalang berbagai
aksi teroris di Indonesia, akhirnya terbunuh. Berbagai aksi teror dan bom
bunuh diri yang mereka lancarkan, sungguh sangat biadab dan mengerikan,
sekaligus merusak citra dan masa depan umat Islam. Terbunuhnya Dr. Azahari,
diharapkan dapat menyurutkan aksi-aksi terorisme berikutnya? Namun, dapat
diprediksi bahwa Dr. Azahari telah membina banyak kader muda yang lebih
brutal tanpa rasa kasih sayang. Mereka tetap menjadi ancaman yang setiap
saat siap melakukan teror dan aksi bom bunuh diri.

Hampir setiap tahun, bangsa dan negara kita dilanda serangan dahsyat
ledakan bom para teroris. Korban jiwa terus berjatuhan, dan kerugian
materil tak dapat dihitung besarnya. Apalagi kerugian moril yang didera
oleh umat yang hampir "sekarat" ini, menjadi "mati suri". Derita ini
berawal dari bom Bali (2002), bom Marriot (2003), Bom Kuningan (2004),
hingga bom Bali II (2005). Termasuk juga ledakan bom di beberapa tempat dan
ancaman teror lainnya. Berbagai aksi teror ini dilakukan umumnya oleh
generasi muda yang pikirannya telah diracuni oleh para teroris dengan
doktrin-doktrin radikal. Sehingga generasi muda ini memiliki keyakinan
bahwa Islam wajib ditegakkan dengan cara-cara kekerasan dan menebar teror.

Sasaran empuk yang menjadi target dari kelompok teroris untuk melancarkan
aksi dan melanjutkan misi terornya adalah generasi muda yang masih labil,
emosional dan dangkal ilmunya. Mereka mudah terprovokasi dan belum memiliki
banyak perhitungan. Seakan kebenaran itu adalah apa yang diajarkan oleh
pimpinannya. Selain kelompoknya adalah sesat, kafir dan halal darahnya.
Karena itu, mereka menafsirkan ayat-ayat Alquran dan hadits Nabi Saw hanya
berdasarkan kepentingan politik dan hawa nafsunya belaka.

Ada beberapa strategi dan proses yang dilakukan oleh kelompok radikal dalam
merekrut dan mempengaruhi generasi muda untuk menjadi pengikutnya: Pertama,
mereka melakukan bai'at. Ketika kelompok teroris telah melirik mangsanya,
mereka mulai memasang jerat. Mereka beraksi secara rahasia (underground).
Penampilan mereka layaknya sebuah gerakkan bawah tanah, bahkan jika perlu
menanggalkan dan meninggalkan simbol-simbol Islam, seperti: jenggot, baju
gamis, sarung, sorban, tasbih, dan sebagainya. Kemudian mereka dengan
berapi-api dan emosional terus berbicara soal kekuasaan Islam,
ketidakadilan dan penderitaan umat serta berbagai upaya untuk melawan
pemerintahan dan sistem yang dianggap sekuler.

Setelah pertemuan pertama dan kedua, jika calon mangsanya tertarik dan mau
bergabung, maka mereka mulai memberikan materi-materi dalam usroh-usroh
yang terbatas dan rahasia. Lewat pertemuan demi pertemuan itulah seseorang
dicekoki argumen dan dalil-dalil Alquran serta Hadits yang mereka tafsirkan
seenaknya. Mereka mulai menvonis dan membatalkan keislaman mangsanya dengan
dalil bahwa Islam yang selama ini dianut adalah Islam keturunan dan
abangan. Karena itu perlu diislamkan kembali dan harus dibaia'at dan
berbai'at. Selanjutnya mangsanya ini wajib tunduk total kepada pimpinannya
(naquib).

Bagi mangsanya yang imannya lemah, ilmunya dangkal dan tidak pandai
berargumentasi, maka dengan mudah dan cepat ia akan teracuni dan menjadi
pengikut kelompok teroris. Namun, bagi yang imannya kuat, ilmunya luas,
berpikiran terbuka, dan pandai berargumentasi tidak akan terpengaruh oleh
kelompok radikal ini.

Adapun dalil bai'at yang mereka gunakan adalah surat Al Fath: 10 yang
artinya: "Bahwasanya orang-orang yang berjanji (berbai'at) kepada kamu
sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas
tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janjinya niscaya akibat ia
melanggar janji itu, akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa yang
menepati janjinya kepada Allah, maka Allah akan memberinya pahala yang besar."

Kedua, Setelah beriman atau berbai'at haruslah melakukan kewajiban hijrah.
Dalil yang mereka gunakan adalah, "Barangsiapa berhijrah di jalan Allah,
niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rizki
yang banyak. Barang siapa yang keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah
kepada Allah dan Rasulnya, kemudian kematian menimpanya sebelum sampai ke
tempat yang dituju, maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah" (QS.
An Nisa' : 100). "Dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, kemudian
mereka membunuh atau terbunuh, benar-benar Allah akan memberikan kepada
mereka rizki yang baik (surga)"(QS. Al Hajj : 58).

Ayat-ayat hijrah di atas adalah diantara dalil yang disalahgunakan kelompok
teroris untuk merekrut pengikutnya. Hijrah di sini bukan sekedar hijrah
tempat, namun juga hijrah ketaatan dan loyalitas kepada kelompok gerakan,
serta meninggalkan ketaatan kepada orang lain, termasuk kepada orang tua
dan sanak saudara, yang tidak sealiran/segerakan dengan mereka.

Kelompok radikal ini mendoktrin bahwa kekuasaan dan pemerintahan yang ada
adalah kafir, tidak boleh ditaati dan harus dilawan. Kita harus berjuang,
katanya, untuk mulai mendirikan negara dan pemerintahan Islam. Semua itu
adalah demi membela umat Islam dan orang-orang yang tertindas. Ia mengutip
ayat Allah lagi: "Sesungguhnya orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam
keadaan menganiaya diri sendiri, (kepada mereka) malaikat bertanya, "Dalam
keadaan bagaimana kamu ini? Mereka menjawab, Adalah kami orang-orang yang
tertindas di negeri (Mekkah). Para malaikat berkata, "Bukanlah bumi Allah
itu luas, sehingga kamu dapat berhijrah di bumi itu," Orang-orang itu
tempatnya Neraka Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.
Kecuali mereka yang tertindas baik laki-laki maupun wanita atau anak anak
yang tidak maupu berdaya upaya dan tidak mengetahui jalan untuk berhijrah.
Mereka itu mudah-mudahan Allah memaafkannya, dan Allah Maha Pemaaf lagi
Maha Pengampun." (QS. An Nisa': 97-99 )

Seterusnya yang tidak mau berhijrah dan tidak masuk golongan Islam, maka
dianggap kafir. Dalil yang digunakan adalah " Barang siapa yang bergabung
dengan non muslim dan hidup bersama mereka, maka ia seperti mereka (HR. Abu
Daud). Bahkan istri, anak yang belum masuk lembaganya dianggap musuh dan
disuruh berhati-hati kepadanya. Ia menggunakan dalil, " Hai orang-orang
yang beriman sesungguhnya di antara istri-istri dan anak-anakmu ada yang
menjadi musuh bagimu, maka berhati hatilah terhadap mereka. (QS. At-
Taglabun:14).

Jadi, konsep hijrah kelompok teroris ini disesuaikan dengan lembaga dan
geakan mereka. Di luar kelompoknya adalah sesat, kafir, dan harus dimusuhi.
Di luar daerah kelompoknya dianggap wilayah harbi (wilayah perang) yang
dihalalkan segalanya, termasuk menebar teror dan aksi bunuh diri, demi
tercapainya tujuan mereka. Mereka berkeyakinan, jika mereka mati, maka
matinya adalah mati syahid. Namun, tahukah mereka betapa banyak penderitaan
orang-orang yang tak bersalah akibat ulah perbuatan mereka?

Ketiga, setelah hijrah harus ada kewajiban mentaati ulil amri (pemimpin dan
lembaga). Setelah menghijrahkan pikiran, iman, jiwa dan raga, maka setiap
anggota wajib taat kepada pemimpinnya. Dalil yang mereka gunakan adalah:
"Hai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan taatlah kepada
Rasulnya serta ulil amri diantara kamu. Jika kamu berselisih mengenai
sesuatu, maka kembalikanlah urusan itu kepada Allah dan Rasulnya, jika kamu
beriman kepada Allah dan hari kiamat. Yang demikian itu lebih baik dan
langkah yang lebih tepat" (QS. An Nisa' : 59). "Hai orang-orang yang
beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi
pemimpin-pemimpinmu, sebagian mereka adalah menjadi pemimpin bagi sebagian
yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil diantara mereka menjadi
pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka." (QS. Al
Maidah : 51) "Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir
menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin." (QS. Ali Imran : 28)

Namun, pemimpin menurut mereka adalah pemimpin lembaga jamaah mereka. Bukan
ulama dan pemimpin pemerintahan negara yang sah. Perintah pimpinan itu
adalah wajib diikuti dan menjadi nomor satu. Mereka mengutip ayat: "Hai
orang-orang yang beriman, janganlah kamu jadikan bapak-bapak dan saudara
saudaramu sebagai pemimpin-pemimpinmu, jika mereka lebih mengutamakan
kekafiran atas keimanan dan siapa diantara kamu yang menjadikan mereka
pemimpin-pemimpinmu maka mereka itulah orang-orang yang dzalim."(QS. At
taubah: 23) "Katakanlah, jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara,
istri-istri, kaum kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan
yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu
sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasulnya dan dari
berjihad di jalan Allah, maka tunggulah Allah sampai mendatangkan
keputusannya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang
fasik."(QS. At Taubah :24).

Langkah terakhir bagi kelompok radikal dalam meracuni generasi muda adalah
adanya kewajiban jihad. Namun, jihad bagi mereka hanyalah perang dan aksi
teror bom. Mereka mendoktrin pengikutnya bahwa bom bunuh diri adalah jihad.
Mereka tidak peduli akibat dari bom bunuh diri yang ditimbulkannya.
Kebenaran Islam hanya dilihat dari kaca mata kelompoknya. Oleh sebab itu
ketika seseorang yang direkrutnya dan telah masuk menjadi jamaahnya, maka
ia harus wajib berjihad. Supaya mendapat balasan surga.

Marilah kita waspadai bermacan tipu daya kelompok teroris yang berbaju
Islam dan penuh dengan simbol-simbol agama. Mereka sangat mudah sekali
merusak generasi muda yang lepas kontrol. Karena itu adalah kewajiban kita
semua untuk membentengi dan menyelamatkan generasi muda Islam dari ancaman
pengaruh kelompok teroris.

Wallahualambisshawab.



[Non-text portions of this message have been removed]


Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

Related Messages

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.