opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

u : urangsunda@yahoogroups.com 26 May 2011 • 9:51AM -0400

[Urang Sunda] Fwd: wisata Lampegan Cianjur
by Naufal Fajar Gumati

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP



---------- Forwarded message ----------
From: Marwan Faizal A. Bachtiar <ipay@toyo...>
Date: 2011/5/24
Subject: wisata Lampegan Cianjur
To:


  WISATA KERETA API MELONGOK TEROWONGAN LAMPEGAN…



Tanggal: Silakan urun rembuk



Tujuan:



1.      Terowongan Lampegan (terowongan Kereta Api di Lampegan antara
Cianjur – Bandung)

2.      Situs Gunung Padang Situs megalithikum terbesar di Asia

3.      Penambangan Emas Karyamukti

4.      Curug Cikondang

5.      Situ Cibeureum



Wisata Kuliner:

1.      Bubur Ayam Cianjur

2.      Tauco Cianjur



Itinerary nanti dibuatkan…



Ada yang mau urun rembuk?





Setuju…

Mung aya mah diayakeun kekempel wisata wisata babarengan ti milis kusnet…

Kumaha upami Kang Dadi sementawis ngokolotan kanggo nyukcruk jalur wisata
Lampegan teh, Sakantenan silaturahmi sareng anggota milis urang sunda

Punten ngalereskeun, Terowongan Lampegan. Ayana di Kampung Lampegan Desa
Cibokor Kec Cibeber Cianjur.

Leres ti taun 2008 tos aya rencana ngadamel jalur wisata anu di kawitan ti
Bandung atanapi Bogor. Titik akhirna di Lampegan teras para wisatawan teh di
candak ka situs GUNUNG PADANG anu jarakna -/+ 4 km ti Stasiun Lampegan, ti
dinya diteraskeun ka obyek wisata tilas pertambangan emas di Kp Tugu ds
Karyamukti, jarakna 2 km ti Gunung Padang. Para turis tiasa ningal proses
penambangan anu ayeuna dilakukeun ku masyarakat. Ti dinya diteraskeun ka
Curug Cikondang anu ayana di Desa Wangunjaya Kec Campaka jarakna 2 KM ti
Wisata pertambangan. Jangkungna curug -/+ 20 meter. lebar wahangan 5 - 6
meter.

Wahangan Cikondang eta tiasa oge dijantenkeun sarana olah raga Arung Jeram,
anu tingkat kasulitanana -/+ kelas menengah (Range 3 - 4). dikawitan ti
handapeun curug, titik akhirna di Kp Cisantri Kec. Cibeber (20 km).
ngalangkungan leuweung Kirtil, Cinemo, teras dugi ka Cibeber. Pami hoyong
tebih deui tiasa diteraskeun dugi ka Kec. Bojong Picung - Cianjur nu jarakna
40 km.

Satutasna ti Curug, turis dicandak ka Situ Cibeureum anu ayana di desa
Mekarjaya Kec Campaka. Didinya tos disadiakeun sarana2 wisata air spts,
parahu soang, rakit awi ssjbn. Nu resp ngusep tiasa mancing bari santai.

Kitu para wargi ngeunaan Lampegan sareng sabudeurna teh. Namung eta teh
nembe rencana. Duka tah iraha bade laksanana.

Ngalongok Terowongan Lampegan

Inilah Terowongan Lampegan yang dibangun Belanda pada tahun 1879-1882.
Terowongan ini digunakan oleh kereta api dari
Bogor-Sukabumi-Cianjur-Padalarang-Bandung.
Ditjen KA telah memperbaiki terowongan ini pada tahun anggaran 2010 dengan
dana Rp 8 miliar. KOMPAS.com - Meski cat dinding terowongan itu terbilang
baru, warnanya dicoba dipertahankan seperti aslinya. Berkelir putih, dengan
sedikit imbuhan warna hitam; itulah warna asli sebagaimana dipertunjukkan
oleh foto-foto dari zaman penjajahan Belanda dahulu. Itulah terowongan
Lampegan!


Di atas lubang terowongan itu tertulis angka 1879-1882. Memang di masa
itulah pemerintah kolonial Hindia Belanda mempekerjakan tenaga-tenaga
pribumi untuk menggali lubang menembus gunung. Tepatnya bukan Hindia
Belanda, melainkan Perusahaan Kereta Api Negara Staatspoorwegen, yang
menginisiasi pembangunan terowongan itu.


Terowongan itu pun dibangun bertepatan saat Staatspoorwegen membangun jalur
kereta Sukabumi-Lampegan-Cianjur. Jalur itu baru dioperasikan pada 10 Mei
1883. Baru kemudian jalur kereta api Cianjur-Padalarang-Bandung dioperasikan
pada 10 September 1884. Lampegan konon berasal dari kata dalam bahasa
Belanda, Lampagan, nyalakan lampu. Mirip penyebutan Jalan Malioboro yang
konon merupakan serapan dari kata Marlborough.


Terowongan Lampegan ini terletak di Kecamatan Cibeber, perbatasan Kabupaten
Cianjur dan Kabupaten Sukabumi. Pada 8 Februari 2001, terowongan ini runtuh,
tetapi kini terowongan sepanjang 687 meter itu telah selesai direnovasi.


Ditemui di Lampegan, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian
Perhubungan Tundjung Inderawan mengatakan, tahun 2010 dikucurkan Rp 8
miliar. Terowongan itu sudah selesai direnovasi. "Meski masih ada rembesan
air, yang sudah saya perintahkan untuk diperbaiki,"

katanya.

Agus Imansyah, pentolan dari komunitas KRL Mania, mengatakan, para pencinta
kereta yang tergabung dalam Komunitas Edan Sepur telah menyusuri terowongan
itu, bahkan di waktu malam.


Ternyata, sekelompok turis dari Jepang telah pula dipandu oleh pengusaha
batubara Achmad Rizal untuk menyusuri terowongan itu. Di hari-hari ini,
keselamatan saat menyusuri terowongan itu memang sangat terjamin karena
belum ada perjalanan kereta reguler di lintas tersebut.


Sebenarnya, ada terowongan yang lebih panjang di Jawa Barat, yakni
terowongan Sasaksaat, yang juga dibangun oleh Staatsspoorwagen tahun
1902-1903, dengan panjang 949 meter. Terowongan itu berada di jalur
Purwakarta dan Padalarang di Km 143 + 144.


Persoalannya, setiap hari setidaknya ada 44 kereta api yang melintas secara
reguler. Dengan demikian, bagaimana bila ada peminat wisata menyusuri
terowongan? Pastinya akan dihadang oleh tingginya lalu lintas kereta di
terowongan itu.


Kabar baiknya, Rizal berniat menghidupkan satu lokomotif uap dari museum
transportasi di Taman Mini Indonesia Indah untuk melayani jalur kereta
wisata dari Stasiun Sukabumi hingga Stasiun Lampegan hanya 20 meter di timur
Lampegan. Nantinya, kereta lokomotif uap itu akan

menarik 3-4 gerbong kereta kayu.

Jalur kereta dari Sukabumi hingga Lampegan pun menyuguhkan pemandangan
sangat indah. Di kanan-kiri terdapat sawah, terkadang diimbuhi pemandangan
pegunungan di kejauhan maupun ngarai yang dilewati oleh sungai-sungai berair
deras. Assistant Rail Business Development Egis International Deddy
Herlambang mengatakan, sudah dua tahun dibutuhkan untuk menghidupkan
lokomotif uap untuk melayani jalur kereta Sukabumi-Lampegan.

Padahal, kata Rizal, andai izin sudah keluar untuk merestorasi lokomotif uap
itu, hanya dalam enam bulan kereta wisata tersebut akan dapat beroperasi.
Nantinya, perjalanan itu dimulai dari Stasiun Sukabumi. Sementara itu, meski
sama-sama berakhir di Stasiun Lampegan, PT KAI dan Pemerintah Provinsi Jawa
Barat pada Juli 2011 berencana mengoperasikan Kereta Wisata Argo Peuyeum
untuk menyusuri ruas Bandung-Lampegan berjarak 58 kilometer.

Nantinya, potensi kereta wisata itu rencananya disatukan dengan wisata
budaya situs megalitikum Gunung Pandang, Desa Karyamukti, Kecamatan Campaka,
Kabupaten Cianjur. Situs yang disebut-sebut sebagai situs megalitikum
terbesar di Asia Tenggara itu hanya berjarak 8 kilometer dari Stasiun
Lampegan, menembus perkebunan teh.

Ayo, kapan ke terowongan Lampegan...?

Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata

Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.