opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

z : zamanku@yahoogroups.com 4 April 2007 • 10:41AM -0400

[zamanku] Islam Abangan
by bening hati

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP



MOD:
Subyek diganti menjadi Islam Abangan, karena topik lama sudah tidak relevan lagi

as.as :
  
  Terdapat dua kubu pada zaman Sunan Kudus, ialah Islam Putihan yang dipandegani dening  Raden Hario Penangsang & Sunan Kudus, dan di fihak Abangan adalah Joko Tingkir, Ki Ageng Pemanahan , Sutowijoyo dengan dukungan grup Sunan Kalijogo.
  
  Bening :
  Tidak pernah ada kubu yang berhadapan antara Islam Putihan dan Abangan. Yang berhadapan adalah Kubu Pajang  dengan Kubu Hario Penangsang. Kubu Pajang adalah Joko Tingkir dan Kubu Jipang adalah  Hario Penangsang. hario Penangsang melawan Pajang, karena Pajang adalah penerus dari Demak.
  
  Adapun secara perebutan pengaruh, maka yang berhadapan adalah kubu Wali Songo dengan Kubu Syech Siti Jenar, dimana Wali Songo dipimpin Oleh Sunan Kalijogo dan Sunan Kudus, berhadapan dengan Syech Siti Jenar. Jadi tidak benar ada pertempuran abangan dipimpin oleh Sunan Kalijogo dan Putihan oleh Sunan Kudus. Sunan Kudus dan Sunan Kalijogo dalam satu kubu, berhadapan dengan Kubu Syceh Siti Jenar.
  
  Murid-murid Syech Siti jenar, seprti Kebo Kenongo, Kiageng Pengging, dan KIageng Selo, Tiga serangkai inilah murid-murid Syech Siti Jenar yang utama, disamping masih banyak murid lainnya. Kebo kenongo beranak Joko Tingkir, Ki Ageng Selo, beranak Kiageng Henis ( Anis ), beranak Kiageng Pemanahan dan beranak Sutowijoyo.
  
  as.as :
Sejarah mencatat , fihak Hario Penangsang dapat dikalahkan oleh Jebeng Sutowijoyo cs, yang kemudian menjadi Panembahan Senopati ing Ngalogo Sayidin Panotogomo yang kemudian menurunkan raja2 Jawa.
  
  Bening :
  Sutowijoyo akhirnya membunuh Joko Tingkir, ayah kandungnya.

  as.as :
Pada sekitar zaman Sunan Kalijogo, seperti tertulis didalam Serat-serat, murid-murid kinasih-nya berpaham manunggaling kawulo gusti (seperti Sultan Hadiwidjojo, Pemanahan, Sunan Pandanaran, dan sebagainya). Sunan Kalijogo banyak mempunyai pengikut, antara lain Joko Katong putera Brawijaya V, yang ditugaskan untuk mengislamkan Ponorogo.
  
  Bening :
  manunggaling Kawulo Gusti bukan diajarkan oleh Sunan Kalijogo, tetapi oleh Syceh Siti Jenar, sehingga Syech Siti Jenar harus dibunuh, karena mengajarkan aliran Manunggaling kawulo Gusti atau wihdatul wujud faham Al Hallaj yang juga dibunuh di Iraq, juga di Aceh Hamzah fansuri. Murid-murid Syech Siti Jenar seperti Kebo kenongo, Kiageng Pengging semua dibunuh. Ajaran Manungaling Kawulo Gusti adalah ajaran bahwa Aku adalah Tuhan dan Tuhan adalah Aku. ini mirip yang diajarkan Isa. Sehingga murid-murid Syceh Siti Jenar tidak mau menjalankan Solat, puasa, dll. Hanya murid Syceh Siti jenar dari generasi ke dua, seperti Kiageng Henis dan Ki Ageng Pemanahan yang meneruskan ajaran Syceh Siti Jenar. Orang-orang ini adalah yang menurunkan raja-raja Solo dan Jogja. Makanya Raja-raja jawa kebanyakan penganut ajaran Syceh Siti jenar. Perhatikan, bahwa meski raja-raja Jawa beragama Islam, maka mereka tidak ada yang 'naik haji" ke Makkah.
  
  Murid Sunan Kalijogo, adalah Kiageng Pandanaran Bupati Semarang. Sunan Kalijogo terkenal ajaran yang Luwes, lunak  dan Flexible, cenderung melakukan sinkretisme. Sehingga ajaran Kalijogo tidak menuntut "puritan", sangat maklum dengan budaya jawa yang suka judi, adu ayam, musik. Sehingga pengikut Sunan Kalijogo adalah Rakyat Jelata. Kalau sampai pengikut Sunan Kalijogo dari kalangan Bangsawan, maka pengikut tersebut harus 'meninggalkan harta' dan menjadi 'miskin". Mirip ajaran penderitaan yesus, dan menjauhi kekuasaan. Prinsip Ajaran Sunan Kalijogo adalah "mau beriman dan masuk Islam terlebih dahulu", masalah "ketaatan beribadah", biarlah nanti anak cucunya yang melanjutkan, atau biarlah mereka belajar sendiri nantinya. Berbeda dengan ajaran Syceh Siti Jenar, yang memerlukan "pemahaman rumit", sehingga cocok untuk kalangan bangsawan dan intelektual. Biasanya pengikut Syceh Siti jenar, penguasaan agama jauh diatas rata-rata. Tetapi pengikut Sunan Kalijogo, kebanyakan
rakyat, karena ajarannya sederhana.  Yang penting mau masuk Islam dulu, mengenai Solat, puasa, dll, nanti dengan pelan-pelan berubah. Inilah mulai tumbuhnya ajaran "ABANGAN"
  
  as.as :
  termasuk Kyai Kasan Besari (guru R. Ng. Ronggowarsito) , yang ketika mudanya ialah grup belajar bersama  kakek dari  kakek buyut saya, dll, juga a.l. Kyai Zarkasi (pendiri PS Gontor).
  
  Bening :
  Kyai Hasan Basri adalah pengasuh pondok pesantren. Pengikut ajaran Syceh Siti Jenar tidak ada yang memiliki 'pesantren'. Kalaupun ada biasanya disebut Padepok. Pengikut Syceh Siti Jenar kenapa tidak memiliki 'pesantren" ? karena ajaran ini exkulusive, sehingga dalam mengajarkan ajaran tidak bersifat massal, tetapi melalui wejangan, atau diskusi dimalam hari ditempat yang sunyi. Misalnya Kiageng Suryomentaram. Jadi tidak benar kalau pengikut ajaran Sych Siti jenar memiliki pesantren.
  Kyai Zarkasi pendiri Pondok Gontor juga bukan pengikut Syceh Siti Jenar, justru dia cenderung ke Wahabi. LIhatlah para alumnusnya, seperti Din Syamsudin, Hidayat Nur Wahid, Cak Nun dan Cak Nur, semua tokoh-tokoh syariat.
  
  Salam,


as as <as2004as_as@yaho...> wrote:
          Terdapat dua kubu pada zaman Sunan Kudus, ialah Islam Putihan yang dipandegani dening  Raden Hario Penangsang & Sunan Kudus, dan di fihak Abangan adalah Joko Tingkir, Ki Ageng Pemanahan , Sutowijoyo dengan dukungan grup Sunan Kalijogo.

Sejarah mencatat , fihak Hario Penangsang dapat dikalahkan oleh Jebeng Sutowijoyo cs, yang kemudian menjadi Panembahan Senopati ing Ngalogo Sayidin Panotogomo yang kemudian menurunkan raja2 Jawa.

Pada sekitar zaman Sunan Kalijogo, seperti tertulis didalam Serat-serat, murid-murid kinasih-nya berpaham manunggaling kawulo gusti (seperti Sultan Hadiwidjojo, Pemanahan, Sunan Pandanaran, dan sebagainya). Sunan Kalijogo banyak mempunyai pengikut, antara lain Joko Katong putera Brawijaya V, yang ditugaskan untuk mengislamkan Ponorogo. Joko Katong yang oleh grup Hindu disebut dengan Bethoro Katong, menurunkan tokoh-tokoh Islam di daerah tersebut yang pengaruhnya amat luas hingga sekarang, termasuk Kyai Kasan Besari (guru R. Ng. Ronggowarsito) , yang ketika mudanya ialah grup belajar bersama  kakek dari  kakek buyut saya, dll, juga a.l. Kyai Zarkasi (pendiri PS Gontor).

ttbnice <serikat_indonesia@yaho...> wrote:      Wah MAs RR, saya punya temen yang ISlam abangan bisa marah kalo
dibilang Islam KTP. Temen saya ini memang tidak mementingkan puasa,
bukan karena males tapi ajarannya memang lebih mengutamakan akhlak.
MEreka ini memang lebih mirip2 KResten. Dan setau saya Siti Jenarpun
mempunyai prinsip serupa.

Makanya saya agak bingung ketika anda mendukung statement Bening.
Ini saya cari2 dapet di Wikipedia:

The Abangan are the population of Javanese Muslims who practice a
more syncretic version of Islam than the more orthodox santri. The
term, apparently derived from the Javanese word for red, was first
developed by Clifford Geertz but the meaning has since shifted.
Abangan are more inclined to follow a local system of beliefs called
adat than pure Sharia (Islamic law). Their belief system integrates
Hinduism, Buddhism and Animist traditions. However, some scholars
hold that what has classically been viewed as Indonesian variance
from Islam is often a part of that faith in other countries. For
example, Martin van Bruinessen notes similarity between adat and
historical practice among Muslims in Egypt as described by Edward
Lane.

Mohon Pencerahan mas RR...

--- In zamanku@yaho..., "Radityo" <radityo_dj@...> wrote:
>
> Ya, saya sependapat dengan paparan Mbak Bening. Istilah "Islam
> Abangan" sekadar julukan. Tentu saja orang waras tak akan bilang
> kemana-mana dengan bilang, "Hei, aku pemeluk Islam Abangan.."
>
> Hehehehe, bisa diketawain orang....
>
> Jadi Islam Abangan setara dengan Islam KTP.
>
> Soal Lemah Abang dan Syekh Siti Jenar, tak semua muslim di
Indonesia
> tahu kisah-kisah mereka.
>
> Saya juga tak sependapat dengan Mbak Mus yang bilang Islam
Kejawen.
> Islam ya Islam, Kejawen ya Kejawen walau sebagian ritualnya
> berbalutkan Islam.
>
> Kalau dalam agama Kristen, nama gereja-gerejanya bisa macam-macam,
> misal Gereja Kristen Jawa, Gereja Kristen Batak dan lain
sebagainya.
>


Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

Related Messages

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.