opensubscriber
   Find in this group all groups
 
Unknown more information…

z : zamanku@yahoogroups.com 5 February 2008 • 5:12AM -0500

[zamanku] 130 Gadis Diperdagangkan ke Luar Negeri
by Sunny

REPLY TO AUTHOR
 
REPLY TO GROUP






http://www.suarapembaruan.com/News/2008/02/04/index.html

SUARA PEMBARUAN DAILY
130 Gadis Diperdagangkan ke Luar Negeri
[MEDAN] Sebanyak 130 gadis diberangkatkan secara ilegal ke luar negeri. Mereka dikirim dengan kapal melalui Pelabuhan Tanjung Balai dan Asahan, Sumatera Utara (Sumut). Para korban yang mayoritas berusia 16 tahun sampai 20 tahun ini didatangkan sindikat trafficking untuk diperdagangkan.

"Dari 130 gadis yang sudah diberangkatkan tersebut, 25 orang di antaranya kita ketahui berada di Malaysia. Kita sedang berkoordinasi dengan Mabes Polri untuk menangani kasus ini," ujar Direktur Reserse Kriminal Kepolisian Daerah (Reskrim Polda) Sumut Kombes Pol Ronnu F Sompie, Minggu (3/2) malam.

Pihak kepolisian mengaku mengetahui hal tersebut setelah melakukan pengembangan ke kantor catatan sipil atas hasil pemeriksaan terhadap tersangka HM (53) dan MT (36), Sekretaris Desa Parepare, Kabupaten Batubara. Untuk memberangkatkan para korban, kedua pelaku lebih dahulu memalsukan identitas korban.

Keduanya ditangkap polisi dari rumahnya masing-masing di Desa Parepare, baru-baru ini. Mereka ditangani polisi setelah SA, rekannya yang menjual para korban ke Malaysia, diringkus polisi. Setiap orang dijual 1800 Ringgit Malaysia. Para pelaku ini juga diketahui terlibat dalam pemalsuan dokumen maupun kartu tanda penduduk (KTP).

Dijelaskan, SA diciduk polisi bersama dua orang warga negara Malaysia. Mereka ditangkap polisi setelah adanya laporan J Sialoho (50) warga Nagori Serinu Dolok, Kabupaten Simalungun. Sialoho melaporkan anaknya bernama Loraida boru Sialoho (16) telah hilang. Pengaduan itu disampaikan ke Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Simalungun.

"Selain mereka, ada jaringan rekan pelaku dari instansi pemerintahan yang sampai saat ini sedang kita kejar. Oknum berinisial NB tersebut sudah tidak pernah lagi masuk kantor, terhitung sejak rekannya yang juga dari pemerintahan setempat ditahan. Mereka punya jaringan sampai ke Malaysia," ujar Sompie.


Melacak

Ditambahkan, untuk mengetahui gadis yang diperdagangkan ke Malaysia, polisi juga sedang melacak keberadaan HH, dalang yang mendistribusikan para korban di Malaysia. Untuk melacak HH, polisi sedang berkoordinasi dengan Interpol RI di Malaysia. HH dianggap lebih mengetahui keberadaan para korban tersebut.

"Kasus ini pun akan diupayakan dikembangkan terus. Sebenarnya untuk mengantisipasi maupun memberantas trafficking ini bukan hanya dilakukan oleh pihak kepolisian, namun harus melibatkan instansi pemerintahan maupun masyarakat. Selama itu tidak dilakukan, maka korban akan bertambah terus," katanya.

Diungkapkan, kasus ini menambah jumlah daftar nama korban trafficking ke luar negeri. Berdasarkan data dari Global Watch Against Labour, sebuah lembaga dunia yang menangani masalah perdagangan anak, dari 7.000 sampai 1 juta korban trafficking setiap tahunnya, Indonesia merupakan salah satu negara porsi terbesar korban perdagangan.

HM dan MT mengatakan, para korban diberangkatkan lewat jalur resmi melalui Tanjung Balai. Hanya saja, korban yang diberangkatkan tersebut dilaporkan sebagai wisatawan tujuan ke luar negeri. Untuk memberangkatkan itu, pelaku terlebih dahulu memalsukan identitas para korban ter-sebut.

"Setiap pembuatan satu KTP dibayar Rp 150.000. Kami mengurusnya kepada NB, juga oknum pegawai pemerintahan. Selama ini kami selalu berhubungan dengan dia, termasuk membayar Rp 2.000 untuk setiap blangko. NB adalah orang yang menyertakan tanda tangan dan stempel dari kecamatan," ujar MT.

HM dan MT juga membantah sudah lama terlibat dalam sin- dikat tersebut. Mereka mengaku baru pertamakali terlibat dalam jaringan tersebut.

Modus operandi yang mereka lakukan untuk mengelabui para korban dengan cara menawarkan pekerjaan. Tawaran pekerjaan untuk dijadikan pegawai rumah makan.

"Kami hanya sebagai suruhan untuk mencari wanita yang mau dijadikan karyawan rumah makan. Dan ada juga yang mau dijadikan pembantu rumah tangga. Kami tidak tahu kalau di antara korban ternyata ada yang dijadikan pekerja seks komersial," ujarnya. [AHS/W-8]



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 4/2/08

Bookmark with:

Delicious   Digg   reddit   Facebook   StumbleUpon

opensubscriber is not affiliated with the authors of this message nor responsible for its content.